Click here for more graphics and gifs!
...日本が大好き、音楽が大好き、アニメが大好き、と僕はJ-loversだった..
...ジャニズJr Fans ♪♪♪


... Disini saya akan mengulas semua yang saya pikirkan :)
Mulai dari seni, musik, dan hal lainnya~ Hanya menulis tanpa berpikir penting atau tidaknya..
jadi, semoga blog ini punya peran penting walau hanya sedikit..
-Thank you to visit my blog-

2013/02/07

Kirakira, Kirakira Taiyou no You ni 2

Okee saatnya membuat season 2 setelah libur beberapa hari :D
Kali ini ada peran yang dikurangi dan peran yang di tambah, seperti Double Yuta ^,^
Yapp~ lanjut saja ke topik ceritaa :3

Tittle :  kirakira, kirakira taiyo no you ni 2 (キラキラ、キラキラ たいよう の よう に 2) (part 1/6 S.2)
Genre : Romance
Length : Short Story
Rating : M
Author : Nanahira Ichi
Cast : Naomi
Character :
1) Iwahashi Genki a.k.a Kiriyama Shota, Nakamura Reia a.k.a Tatsuya Miku, Jinguji Yuta a.k.a Hamada Yuta, Kishi Yuta a.k.a Oonishi Yuta
2) Miyachika Naomi a.k.a Miyachika Ren,
3) dll
Keterangan : Menggunakan ucapan untuk menggambarkan kejadian di masa lampau dengan menggunakan tinta Biru Muda.

 
Okee, HAJIMEMASHOU :D


Episode sebelumnya di Kirakira Taiyou No You Ni Klik Here >>
.
Pagi itu~
"Miyachika Ren desu, pindahan dari SMU xxx di Tokyo, yoroshiku onegaishimasu !!" sahutku di depan kelas. Hari itu sehari setibanya kami di Shibuya, kami bertiga langsung menghadap kepala sekolah di sekolah ini dan di persilahkan untuk masuk ke kelas yang sama.

Antara aku, Shota-kun, dan Miku-nii. Ayah Shota telah mempersiapkan semuanya bahkan sebelum kami berangkat menuju Shibuya.Aku tidak tau, ayahnya Shota orang sekaya itu, bahkan untuk masuk ke sekolah elit seperti ini adalah suatu hal yang gampang baginya.

Kelas elit, ya?
Di kelas ini cukup dengan televisi dan AC. Kelas nya bersih dan berbeda sekali dengan sekolahku yang lama di Tokyo yang cukup bukan sekolah favorite. Padahal sekolah ini adalah sekolah khusus anak laki-laki yang ingin fokus di bidang Musik dan Olahraga. Kata Shota, di sekolah ini kebanyakan siswa lulusan termasuk siswa berbakat dan bisa bekerja walau hanya tamatan SMU. Mereka bisa kerja di banyak bidang entertaiment dan di banyak bidang lainnya.

Bukankah itu adalah suatu hal yang keren?

Hari ini kami berdiri di depan kelas, semua siswa memperhatikan kami. Ada sekitar 50-an di dalam kelas. Dan juga, padahal kami baru saja kemarin sore sampai di Shibuya, dan menginap di rumah besar milik Ayah Shota. Haaah~~

~~~

Selesai memperkenalkan diri, sensei berdiri diantara kami bertiga.
"apakah ada pertanyaan untuk anak baru hari ini?" tanyanya.
Beberapa bisikan lainnya dimulai diantara mereka. Dan salah satunya mengangkat tangan,
"kalian bertiga datang kemari, untuk menghindari para gadis kah?"
"are?" semua siswa tertawa. sorakan persorakan mulai membuat heboh kelas. "dua diantara mereka terlihat seperti perempuan, dan seorang lagi terlihat seperti pangeran sekolah!"
Kami bertiga hanya menundukkan kepala menahan malu -____- sama sekali tak sanggup memberikan jawaban apa-apa.

Lalu, seseorang yang duduk nomor 3 dari arah depan mengangkat tangannya dan berdiri di tempat duduknya.
"anoo, aku Oonishi Yuta, ketua kelas di kelas ini, bolehkah aku bertanya pada yang ditengah?" ujarnya menunjuk ke arahku. Sorot matanya mulai terlihat tajam. Itu sangat menyeramkan. Wajahku yang sedikit agak memucat mulai mengangguk perlahan. Siapa yang tidak takut? Aku tidak pernah seumur hidup berada satu ruangan dengan anak laki-laki sebanyak ini. Dan menakutkannya, semua guru disini juga adalah juga laki-laki.

"Oonishi Yuta, apa yang ingin kau tanyakan padanya?" tanya sensei.
Dia tersenyum mengetupkan bibirnya, "kenapa kau pindah kemari? Bukankah sebaiknya bergabung dengan sekolah campuran saja? Kau terlihat ketakutan berada disini"
pertanyaan itu membuat diam seisi kelas. Menatapi wajahku yang penuh kegrogian.
"aku pindah kemari karna.." aku melihat ke segala arah. Tak ada kata yang mampu kuucapkan diantara pertanyaan-pertanyaan itu.

Dan tiba-tiba rasanya ingin sekali menangis..

"maaf, bisa kau tanyakan pertanyaan itu dilain waktu? Sampai Ren bisa menjauh dari ke grogiannya?" ujar Miku-nii melanjutkan kata-kataku.
Ucapan itu membuat lelaki yang bernama Oonishi itu masih tersenyum dan mengangguk seolah mengerti.
Dan pertanyaan lainnya di lontarkan dari seorang anak laki-laki yang duduk di sudut paling belakang. Tanpa tersenyum, lelaki itu masih melontarkan pertanyaannya untukku.
Tau itu pertanyaan apa? "apa kau sudah punya pacar?"
Plakk..
Itu membuat jantungku sedikit agak berdebar. Tidak hanya aku, siswa lainnya juga ikut syok mendengar pertanyaan itu.
"oi Yuta, apa kau mau menyukai sesama jenis?"
"kau tertarik dengan anak laki-laki?"
"apa kau masih waras?"
sorakan demi sorakan di tanyakan kepadanya. Sedikit tersenyum, seperti senyum seolah melecehkan anak-anak lain.
"apa kalian gila? Aku masih berpikir, dan aku terkenal cukup populer waktu di SMP. Mana mungkin aku bisa menyukai sesama jenis" jawabnya. Menghempaskan kedua tangannya di atas meja dan berdiri, "maksudku, apakah anak lugu seperti dia pantas masuk ke sekolah ini?" tambahnya. 
Kata-kata menyebalkan itu cukup membuatku serasa ingin marah, mencoba mengepalkan kedua tanganku. Dia seperti SETAN yang perlahan membuatku ingin memukulnya.

"AKU TIDAK SE-LUGU YANG KAU KIRA !!!" bentakku kemudian.
Menatap tajam kearahku dan kembali duduk, "syukurlah kalau begitu" sahutnya. Dan ia mulai berbicara lagi, "kau yang disana, Kiriyama Shota, kan? Yang ayahmu seorang pembisnis terkenal di Shibuya? Jangan kau harap dengan kekayaan ayahmu, bisa berbuat seenaknya disini" tambahnya berbicara sedikit dipelankan. "lagi, wajahmu ganteng juga. Apa kau terbiasa di kejar oleh anak perempuan sehingga kau harus kesini? Tapi, disini aku masih unggul darimu. Ingat namaku, Hamada Yuta". Lelaki yang satu ini terlihat seseorang yang pandai segalanya. Sehingga ia bisa berbicara seenaknya seperti itu di kelas ini.
Siapa dia? Hamada Yuta?

~~
"Shota-kun, Miku-nii apa kalian berada di kamar yang sama?" tanyaku di depan ruang kepala sekolah setelah mendapatkan ruangan yang akan kami nginapi selama berada di sekolah ini.
Mereka berdua saling melihatku, "apa kita beda ruangan?" tanya Shota balik.
Aku memperlihatkan nomor ruangan, "57?" Miku-nii juga membedakan nomor ruangannya dengan milikku. Ternyata mereka berada di ruangan yang sama, 34, dan itu sangat jauh sekali dari ruangan yang kudapatkan.

"apa nggak bisa diganti, ya?" aku menundukkan kepalaku mulai tampak ketakutan
"jangan panik, Naomi. Tak ada yang perlu kau takutkan bukan? Yakinlah, kamu pasti dapat teman satu ruangan yang baik" Shota berbisik sambil mengelus-elus rambutku.

Ohya, sebenarnya memang tak ada yang perlu kutakutkan.
Soal rambut, karena aku merasa cukup 3 tahun berada di sini, aku memotong rambutku seperti seorang anak laki-laki. Dan tubuhku masih terlihat mungil, yang bahkan semenjak SMP tak ada penambahan apa-apa walau aku sudah menginjak masa pertumbuhan diusia 15 tahun ini.

Tapi..
"aku tidak pernah berpenampilan seperti anak laki-laki sebelumnya" jawabku
Namun Shota masih mampu memberikan senyumannya padaku. Membuatku semakin percaya kalau aku bisa tinggal disini.

Iya, hanya satu alasanku untuk ke sekolah ini
Tak ingin melepas Shota
Bahkan jika aku sudah berbohong pada orang tuapun

~~~

"55, 56, yapp 57~" aku melihat setiap label kamar. Dan seketika sampai di ruangan 57, akupun berhenti. Menarik nafas panjang, dan kemudian membuka pintu

Dan, "WELCOME RUANGAN 57 !!!" dua orang anak laki-laki menemuiku di depan kamar sambil meniup terompet sangat keras.
Lelaki itu terlihat seperti "Oonishi Yuta-kun? Hamada Yuta-kun? Are? Kalian punya nama yang sama !!" sahutku menutupi kekagetan.
Mereka berdua tersenyum ramah. Hamada? Iya, dia tidak terlihat seperti sosok yang menyeramkan disini. Dia terlihat seperti anak-anak sebaya yang masih bersemangat.
Dan lihat itu, dia memakai pakaian bebas.

"Aku tidak tau kalau yang mendapatkan ruangan ini adalah Ren~" ujar Oonishi
"a? iya, Miku dan Shota berada di ruangan yang sama. Habisnya hanya ruangan ini yang kekurangan satu orang,, benar?" jawabku berlagak seperti anak laki-laki (meniru ekspresi anak laki-laki nya Noel)

"akh iya, dulunya kami bertiga. Tapi yang satunya DROP OUT karena ada masalah. Sudah beberapa bulan kami hanya tinggal berdua. Iya, kan Oonishi?" Hamada meletakkan sebelah tangannnya diatas bahu Oonishi.

Aku belum mengerti, mereka punya nama yang sama dan aku tidak bisa memanggil mereka dengan nama kecil seperti itu. 
Beberapa bulan, ya? 
Tentu saja kami masih duduk di kelas 1 SMU, dan Shota juga Miku-nii juga berada di tingkatan yang sama karena pindah kemari.

Ngomong-ngomong..

#FLASHBACK

"Kenapa Miku-nii juga ikut dengan kita?" tanyaku berada di pertengahan mereka
"Iya, habisnya aku dan Miku sudah teman sejak kecil" jawab Shota
"begitu.."

"lagipula, bukankah hubunganmu dengan Noel juga seperti itu, Naomi?" Miku-nii bertanya dengan suara halus dan lembutnya.
Aku mengangguk, "iya, tapi aku tidak pernah berpikir untuk mengikutinya kemana ia pergi"
"begitu, tapi biasanya kalau sudah dekat seperti itu, ikatan itu pasti ada" tambah Shota tertawa
Aku hanya membalas dengan senyum sambil menganggukkan kepala.

"ohya, habis ini bagaimana kalau kita ke salon? Buat rambutmu terlihat seperti anak laki-laki?" ucap Miku memegangi ujung rambutku.
"memangnya aku bisa jadi anak laki-laki? Wajahku sama sekali tak mendukung" aku menjawab
"coba saja, wajahku juga rada-rada seperti anak perempuan kok" Miku kemudian tersenyum lembut

#FLASHBACK END

"saa, Ren kamu mau tidur dimana? Disana atau disini?" Hamada menarik tanganku ke dalam. menunjukkan semua tempat tidur yang bertebaran
"aku? Tempat mana yang pantas?" aku melihat segala sisi. Sama sekali berbeda denganku, kamar yang selalu kutata sangat rapi. Bahkan jarang sekali bertebaran seperti ini.

Wajahku sedikit agak gelisah,

Satu kamar dengan orang yang ku kenal?
Hey, aku baik-baik saja, kan?

"Ren, kau tidur disana saja, biar aku dan Hamada pindah kesana, kau takut yang  berantakan, bukan?" ujar Oonishi
"yare~yare~ seperti anak perempuan saja!" Hamada melepaskan tanganku dan memindahkan beberapa peralatannya ke tempat tidur yang agak diujung.

Membuatku sedikit agak tenang, dan meletakkan tasku diatas tempat tidur baru yang sangat kusam itu~ tanpa merapikannya, aku menidurkan diri. Melihat ke langit-langit kamar membedakannya dengan tempat tidur ku yang dulu.

Tapi, bukankah aku berada disini atas kehendakku sendiri?
Rasa suka yang timbul tiba-tiba itulah yang membuatku rela meninggalkan rumah. Rela meninggalkan teman-teman, dan rela menjadi seorang anak laki-laki yang bahkan akupun belum mampu melakukannya.

Dan kali ini..
Aku belum mau melepaskan Shota entah kenapa, walau aku tidak tau bagaimana hubungan kami yang sebenarnya, tapi berharap suatu hari dia bisa merasakan hal yang sama.

Apa aku terlalu mudah untuk melupakan dan menyukai seseorang?
Aku yang sekarang, Miyachika Ren--

-TO BE CONTINUED-

NB : EPISODE 2 SEASON 2 KLIK HERE >>

Yatta~ episode 1 nya selesai juga T^T
Walau ceritanya berantakan begini tetap saja buatnya sangat susah, soalnya antara perpaduan alur sama pengalaman~ disini banyak berusaha bagaimana ceritanya bisa seperti hidup sih :(
Tapi yang penting sudah selesai dan GO ke episode 2~
haha :D terima kasih bagi yang sudah membaca yaa !!

Tapi tapi~ kenapa aku sangat suka ya melihat pairing Double Yuta ini?? Atau cuma aku yang merasakan hal seperti ini?? :P

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman