Click here for more graphics and gifs!
...日本が大好き、音楽が大好き、アニメが大好き、と僕はJ-loversだった..
...ジャニズJr Fans ♪♪♪


... Disini saya akan mengulas semua yang saya pikirkan :)
Mulai dari seni, musik, dan hal lainnya~ Hanya menulis tanpa berpikir penting atau tidaknya..
jadi, semoga blog ini punya peran penting walau hanya sedikit..
-Thank you to visit my blog-

2013/02/12

Kirakira, Kirakira Taiyou no You ni 2

Tittle :  kirakira, kirakira taiyo no you ni 2 (キラキラ、キラキラ たいよう の よう に 2) (part 6/6 S.2) - ENDING
Genre : Romance
Length : Short Story
Rating : M
Author : Nanahira Ichi
Cast : Naomi
Character :
1) Iwahashi Genki a.k.a Kiriyama Shota, Nakamura Reia a.k.a Takuya Miku
2) Miyachika Naomi
3) dll
Keterangan : Menggunakan ucapan untuk menggambarkan kejadian di masa lampau dengan menggunakan tinta Biru Muda.

 LINK~LINK~ :D
 OKEE, HAJIMEMASHOU :))


Episode Sebelumnya di Kirakira Taiyou no You ni Klik Here >>

~~

perjalanan kami menuju taman..

"Naomi, aku ingin kau pulang sekarang" ucap Shota menghentikan langkahku.
Aku menoleh ke belakang melihat Shota. "sekarang?"
Shota menganggukkan kepalanya.

Sekarang?

"tapi aku harus kembali kesana lagi nanti untuk me..."
"aku tak ingin kau lebih di perlakukan dari pada ini" Shota memotong pembicaraanku. Wajahnya terlihat sangat khawatir sekali. Sama sekali tak melihatku. Ia mencoba membuang muka.
"apa kau begitu khawatir denganku?" tanyaku sedikit gugup

Ia menganggukkan kepalanya dan melihatku. Memaksakan senyumannya, kemudian melangkah ke arahku. Memegangi kedua tanganku. Angin yang berhembus sepoi-sepoi itu membuat suasana terasa dingin. Tapi Shota yang berdiri di depanku hari itu sangat manis sekali. Matanya berbinar.

"bukankah kau pacarku?" ucapnya
Aku diam dan menundukkan kepala

Tanpa menunggu jawabanku, Shota kembali menambah perkataannya.. "awalnya aku yakin takkan bisa menyukaimu lebih dari ini, tapi ketika bersamamu aku punya rasa itu. Kau anak yang menarik dan menyenangkan. Tertawa seenaknya dan bersikap dengan ke apaadaannya dirimu. Kau begitu menyayangi dan melindungi orang yang kau sukai. Kau berbeda dengan wanita lain yang berusaha untuk terlihat sangat menawan di depan orang yang mereka sukai. Kau, tetap menjadi dirimu dan disana kau memiliki daya tarik mu. Aku bahagia bertemu denganmu. Bahagia mengenalmu dan bahagia pernah menjadi orang yang kau sukai"

Shota meneteskan air matanya. Wajahnya tetap tersenyum. Kata-kata yang sangat tulus dari hatinya itu.. Rasanya lembut. Dan tak ada kata yang bisa kukatakan untuk menjawab itu.
"aku suka Shota!" balaskU sedikit bersorak. "Shota jangan menangis di depanku!" 
"kau kira aku menangis?" Shota tertawa dan menghapus air matanya. "aku hanya terharu dengan kata-kataku! Rasanya sudah dewasa sekali!" tambahnya kembali tertawa.
"bukankah Shota sudah bersikap sangat dewasa?"
"ne~ aku tidak ingin! Aku hanya berusaha bersikap dewasa di depan semua wanita! Aku kira mereka akan meledek ku nanti! tapi.." Shota menghentikan ucapannya.
"doushita Shota?"
"aku belajar dari sikapmu, bersikap seperti diri sendiri itu lebih baik.."
"hai~" aku memberikan senyumanku padanya.

Berpikir sesuatu telah membuat perasaanku terbalaskan. Dan rasanya sangat mendebarkan. Berada di depan Shota, dirinya yang pertama kali kulihat tak sedewasa biasanya..

Apa itu, suka?

"saa~ ada hal yang dari dulu ingin kukatakan.." ujar Shota
"apa itu?"
"aku ingin kau kembali ke Tokyo dan meminta maaf padanya.."
"meminta maaf padanya? Siapa?"

Shota melihat ke arah langit, dengan wajahnya yang tersenyum itu. "ada orang yang jauh lebih menyayangimu dari pada perasaanmu padaku.." jawabnya
"apa maksudnya?"
"ketika aku tak punya perasaan apa-apa padamu, hanya ingin mengenalmu, berharap bisa dekat dengan adik kelas sepertimu, aku bertemu dengannya. Membawakanku bekal. Dia banyak bertanya sekali. Dan aku pikir dia punya maksud di balik itu semua. Dan, iya dia memintaku untuk menjadi pacarmu"

"aku ingin niichan menjadi pacar orang yang kusukai. Hanya hingga dia sudah kembali pulih dari sakit hatinya atas pacarnya"

"siapa?" aku menatap lama wajah Shota. Berpikir Shota menjadi pacarku atas paksaan seseorang?
"awalnya aku katakan aku tak bisa lakukan apapun. Tapi wajahnya yang polos itu membuatku tak bisa menolaknya"
"Shota!! Siapa dia!" aku mulai membentak

Tiba-tiba aku merasa seseorang yang diceritakan Shota, aku merasakannya.

 "aku punya kakak sejak lahir tapi sejak Orang tuaku bercerai, kami di pisahkan sejak aku masih kelas 1 SD"
 "Ini aku bawakan Niichanku untukmu, Naomi!"
 "ini aku bawa bekal untuk Yuuki juga, habisnya tiap pagi aku selalu tidak sempat sarapan. Ibu membawa bekal lebih tapi tidak ingin memakannya, aku hanya takut gemuk"
 "Naomi jangan pergi!!"

"orang yang ada dipikiranmu. Tanpa kau sadari kau tak memikirkan kehadirannya. Orang yang ada ketika kau bersedih dan selalu melakukan apapun untukmu. Apa kau tau? Setiap hari dia membawa bekal lebih, meminta pada ibunya dan dia berharap sekali bisa makan bersama denganmu. Tapi kau tak pernah memikirkan itu. Memaksaku untuk menghilangkan rasa sakit hatimu dari Mizuki, padahal yang aku tau dia sangat tersakiti. Tetap tersenyum ketika kau menceritakan kebahagiaan yang tak bisa dibagikan dengannya itu. Bukankah orang yang menyayangimu lebih baik daripada orang yang kau sayangi?" jawab Shota

Bayanganku serasa beralih ke arah Noel. Apa orang yang dimaksud Shota adalah adiknya sendiri?
Yang aku selalu melihatnya dengan tersenyum. Aku tak pernah melihat kekecewaan di matanya. Mentraktirku ramen, berteman denganku, dan mendengarkan semua ceritaku dengan senyuman manisnya.
"itu.. Kiriyama Noel?" aku menggerakkan sedikit mulutku.
"iya.."
"apa cinta pertamanya Noel itu, aku?"
Shota tersenyum. Air mataku yang ikut terurai ke bawah. Pipiku basah. Ketika aku menyadari orang di dekatku lebih menyayangiku. Dimana aku selalu berusaha mencari seseorang yang bisa menutup sakit hatiku. 
"sudahlah, jangan menangis" Shota menghapus air mataku dengan tangannya. "aku bisa menjadi topangan untukmu ketika kau sudah tak sanggup berdiri disana. Kau sudah kuanggap jadi adik sendiri" tambah Shota dan aku segera memeluknya. "kenapa Shota tak pernah memberitahuku? Kau tau, aku sangat menyesalinya !!!" sorakku
"dia memaksaku untuk menutup mulut. Dan di asrama aku selalu berpikir. Kau jauh sekali, dekat dengan Oonishi dan Hamada dan kurasa mereka memberikan sedikit petunjuk untukmu. Makanya aku berpikir untuk diam-diam memberitahumu. Kalau tidak, aku kasihan melihat adikku yang seperti itu.."
"aku..."
"apa kau ingin menemuinya nanti di Tokyo dan memeluknya untuk meminta maaf? Dan aku ingin kau memukulnya karena membuatmu tak menyadari perasaannya!"
Mataku terbuka melebar. Jantungku berdetak dan air mataku berhenti mengalir.
Iya~ setelah ini aku ingin ke Tokyo dan dia orang pertama kali yang akan ku jumpai!

Dan satu lagi, seperti kata-kata Hamada, nanti jika di Tokyo aku tak ingin ke Shibuya hanya membawa tangan hampa, tapi aku ingin membawa Noel untuk bertemu dengan Shota dan mempertemukan mereka dengan ayahnya--

-THE END-

.
.
.
Yattaa!! Semua episodenya selesai! Dan aku sangat bahagia sekali atas ini ^_^
Aku bekerja keras beberapa hari untuk menyelesaikannya dan episode terakhir inilah yang ingin kutulis sejak pertama kali dengan Season 2. Kau tau? aku memikirkan banyak kata-kata sekali disini :3
Setelah menyelesaikannya, aku ingin menambah sedikit bagian. Bagaimana dengan bagian diluar Skema? Kejadian yang tidak ada di teks, tapi menjadi peran penting untuk lanjutan cerita? Kejadian diluar sepengetahuan Naomi.
Oke~ mari kita mulai !!

-Skema diluar Teks-


"Naomi~" Kak Rin tiba-tiba membuka pintu kamarku
"Kak Rin sudah pulang?" aku segera duduk dan melihat Kak Rin yang masih menyandangi tas nya
Kak Rin menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Aku sudah bicara dengan Mizuki" ujarnya
"hah? benarkah? Dia bilang apa pada kakak?"
"itu,," kak Rin kemudian menghentikan pembicaraannya. Menundukkan kepalanya seperti merasa bersalah. Membuatku mulai mengerti.
"Begitu, ya. Tidak apa-apa kak. Semoga Mizuki-kun bisa bahagia dengan pacar barunya" jawabku sepintas dan kembali tersenyum.
Kak Rin juga ikut tersenyum dan segera keluar dari kamarku.

#Flashback#

Disebuah universitas di Tokyo. Pagi-pagi sekali gerbang sudah di penuhi banyak sekali siswa. Tampak seorang anak lelaki berlari kian kemari melihat semua orang, nafasnya terengah-engah. Dan ketika melihat seseorang dengan syall merah muda itu, lelaki tersebut berlari ke arahnya.

"Mizuki !!!" bentaknya dan suatu pukulan mengenai wajahnya. Lelaki bersyall tersebut jatuh dan melihat orang di depannya.
"Rin? ada apa?" tanyanya yang kemudian segera berdiri
"apa yang kau pikirkan !! Kalau kau ingin menyakiti perasaan adikku, kenapa kau harus menjalin hubungan dengannya? Memberi pujian padanya sehingga dia begitu bahagia denganmu dan kemudian kau menyakitinya dengan pengakuan mu itu!!" Jawab lelaki bernama Rin itu dengan bentakkannya

Mizuki menundukkan kepala. "apa dia menceritakan semuanya padamu? Sebenarnya.. aku berbohong"
"apa? apa maksudmu?"
"setelah ini, ayah membawaku keluar negri. Dan ketika ia menyadari aku punya pacar yang masih duduk di bangku SMP, dia kesal. Menampariku dan kemudian dia bilang untuk memutuskannya segera. Ayah tidak menyukai anaknya yang punya pacar sebelum memiliki pekerjaan sendiri" jelas Mizuki
Rin terdiam. Dengan ekspressi apapun, kembali menjawab, "kenapa harus menyakitinya? Bukankah kau bisa menjelaskan dengan baik? Dia sudah menganggapmu sangat baik dari apapun"
"dia menyukai seseorang dan dia tak ingin seseorang itu meninggalkannya. Kurasa dia akan memintaku untuk menjalin hubungan diam-diam. Aku tak bisa melakukan apapun. Aku bingung dan hanya itu jalan satu-satunya. Mungkin ketika memperlihatkan sifat buruk, itulah cara dia bisa melupakanku dengan cepat. Aku harap dia tidak tau apapun tentang ini. Tapi suatu hari setelah memiliki pekerjaan, aku akan menemuinya dan meminta maaf. Dia suatu hari itu, aku berharap dia sudah memiliki seseorang yang sangat menyayanginya lebih dari perasaanku"

#Flashback END#


Noel selalu mentraktirku disana. Katanya sih, dia punya masa lalu yang buruk dan hanya Ramen yang bisa membuatnya sedikit lega. Aku selalu menurutinya, habisnya aku merasa Noel menganggapku spesial. Bahkan sejak pertama pindah ke sekolah ini, dia hanya ingin berbaur denganku. Dan semua sering meledek pertemanan kami.

#FLASHBACK#

"Noel, kenapa kau begitu menyukai ramen?" Naomi bertanya di kedai hari itu. 
Noel menggelengkan kepalanya tak memberi jawaban apa-apa
"ayolah, kita teman, kan? Cerita saja- Aku janji takkan memberitahu kepada siapapun" paksa Naomi
Noel tersenyum. "iya, habisnya waktu itu pertama bertemu denganmu, aku melihatmu makan ramen. Dan kau bilang pada temanmu, kau sangat menyukainya"
"lalu bagaimana dengan masa lalu burukmu?"
"oh, betsuni!!"

Noel menundukkan kepalanya.
berbicara dalam hati kecilnya "Bukan, bukan karena melihat Naomi. Tapi terakhir keluarga kami masih bersama, ayah membawa kami semua ke kedai Ramen bersama di tempat ini. Ayah dan ibu sangat akrab sekali. Itu bahagia, tapi beberapa hari setelahnya hubungan Ayah dan ibu memburuk. Dan tak pernah lagi ada kebahagiaan di rumah. Dan seketika aku ke kedai ini, rasanya aku melihat senyum mereka berdua, di tempat yang di duduki Naomi sekarang. Aku merasa sangat nyaman sekali"

#FLASHBACK END#


Iya, hanya satu alasanku untuk ke sekolah ini
Tak ingin melepas Shota
Bahkan jika aku sudah berbohong pada orang tuapun
#FLASHBACK#
"ayah..ibu.. aku ingin pindah sekolah!" Naomi membungkukkan badannya di depan ke dua orang tuanya. Di ruang tamu yang di hadiri Rin dan kedua orang tua Naomi
"apa alasanmu pindah dan ingin kemana?" tanya ayah
"di Shibuya, bukankah disana ada paman? Aku bisa tinggal dengan paman, bukan? Ada sekolah yang membuatku tertarik" jawab Naomi
Kadua orang tuanya mempercayai itu dan segera menghubungi pamannya.
Sementara itu di kamar, Naomi yang sedang beres-beres. Kakaknya masuk.
"Naomi, tidak seperti dirimu dengan alasan yang tadi" ujar Rin
Naomi tersenyum. "sebenarnya ingin ikut Shota, ceritanya nanti saja"
"bagaimana dengan paman? Kalau ibu mencari tempat sekolahnya? Apa kau tidak memikirkannya?"
"aku sudah menelfon paman, dan aku ceritakan semuanya. Aku meminta paman untuk menolongku dan ia bersedia."
"baiklah kalau itu maumu, tapi satu kata untukmu, Hati-hati disana, masalah bisa sajamenghampirimu nanti"

#FLASHBACK END#

4.Episode 3 season 2

Hamada berjalan ke depan menuju ruangan yang penuh dengan boneka. "mau membelinya untuk pacarmu itu, ya?" Hamada mengambil salah satu boneka dan melihat ke arahku
"pacar?"
"iya~ yang ada di wallpaper ponsel mu itu, loh!"
"walpaper ponsel? Are??" mendengar ucapan itu aku terkaget dan kehilangan beberapa kata-kata.

#FLASHBACK#

"oi, Oonishi!" Hamada membangunkan Oonishi pada malam itu
"ada apa? sekarang masih malam!" jawab Oonishi tanpa membuka matanya
"ayolah, lihat ini!" Hamada memaksanya dan membuat Oonishi bangun dan segera duduk
Hamada memperlihatkan sebuah ponsel milik Ren. Membuka layarnya. "lihat ini, apa ini Ren girl version?" bisih Hamada
Oonishi terdiam dan masih menatapi wallpaper di ponsel milik Ren itu. "eh.. ini?" Oonishi mengambil ponsel itu. Wajahnya sangat kaget sekali
"cantik. Apa kau tak berpikir ada yang aneh dengan Ren? Dia terlihat seperti seorang wanita. Tingkah lakunya, sikapnya, suaranya, dan postur badannya. Dia benar-benar tak menunjukkan seperti anak laki-laki. Dari pertama aku merasa seperti itu. Apa kau tak merasa dia pacar nya Shota? Shota sengaja membawanya kemari karena hubungan mereka?" jelas Hamada
Oonishi diam. Sedikit panik dan melihat ke arah Hamada. Memukul pundaknya dan tertawa.

"apa yang kau pikirkan? Bodoh sekali jika kau berpikir hal demikian. Beberapa anak laki-laki juga mengalami hal yang seperti itu.." ujar Oonishi
"tapi dia sudah 15 tahun!"
"berpikir apa? Aku malah berpikir gadis itu pacarnya Ren. Aku pikir Ren menyukai gadis yang wajahnya semirip dia. Dan Shota, mungkin gadis itu adiknya Shota. Bukankah kemarin Ren menangis karena dia bilang dia lebih dekat dengan adiknya?" Oonishi kembali menjelaskan. "Sebaiknya letakkan kembali ponsel itu dan bersegeralah tidur. Ren itu bukan perempuan!" tambah Oonishi memberikan kembali ponsel itu dan menarik selimut. Kemudian kembali tidur.

Hamada yang mendengar penjelasan itu hanya diam. Lalu segera meletakkan ponsel itu kembali dengan senyuman yang mengerti dan kembali tidur. "Ren itu pasti anak laki-laki--"

#FLASHBACK END#



HAII~ TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA SAMPAI KEMARI ^_^
SAMPAI JUMPA DI CERITA BERIKUTNYA !!!

Dan kali ini, bagaimana dengan Nishihata Daigo?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman