Tittle : Kimi no You
ni, Daisuki Dakara~!! (君のように、大好き だから!!)
Genre : Romance
Length : Oneshoot
Rating : M
Author : Nanahira Ichi
Cast : Arii
Character : Megumi
Arii, Akiba Ryuusei a.k.a Akiba Shota
OKEE, HAJIMEMASHOU !!
Pagi ini aku terduduk kaku ditepi lapangan.
Keringat yang sudah bercucuran membasahi tubuhku. Pakaian olahraga yang sudah
agak kusam itu. Aku melihat ke sekeliling lapangan. Terlihat anak-anak klub
Sepakbola masih semangat berlari. Mereka masih bercanda satu sama lainnya.
“saa, Arii sudah capek?” Tanya senpai
menghampiriku
“hanya beristirahat sebentar, senpai” jawabku
mengambil air diatas meja
“hari ini pelatihan pertamamu. Tetap semangat,
ya?” Senpai memegangi bahuku
Ini, pelatihan pertamaku. Aku memilih masuk ke
klub sepakbola. Yang mana biasanya aku berada di klub yang sama dengan temanku,
Naomi. Klub Perpustakaan. Tapi ada seseorang yang membuatku pindah kemari.
Kakak kelas yang berada 2 tingkat diatasku..
Masuk kemari karena dia. Aku
menyukainya. Berputar diatas lapangan dan memiliki senyum yang ramah sekali.
Tapi kepopulerannya membuatku tak bisa berusaha dekat dengannya. Dan
satu-satunya cara adalah masuk ke klub yang sama. Walau tugasku hanya
mengantarkan air dan mengobati mereka bila terjadi cedera kecil, tapi
melihatnya dari sini adalah suatu kebahagiaan terbesar, Akiba Shota!
“waaah Konnichi wa, Arii!” sorak
beberapa teman menemuiku di lapangan. Morita Kyoko, Miyachika Naomi, Iwamoto
Yuuki, juga Kiriyama Noel.
“Arii sibuk sekali! Sudah main sama
keringat, nih!” ujar Kyoko
“tidak juga. Aku lebih banyak
santai disini. Soalnya kan, masih ada senpai-senpai yang bekerja” jawabku
Mereka semua mengangguk mengerti.
“oh ya, Arii. Bagaimana dengan
Kak Shota?” tambah Naomi
“hah?” aku mengangkat kepalaku.
Memalingkan arah melihat lelaki yang sedang beristirahat di pojok sana.
Mataku mengecil tiba-tiba. “ingin dilihat Kak Shota…” tambahku
“memangnya Kak Shota belum pernah
melihatmu?” Tanya Noel
Aku menggelengkan kepala. Kak Shota
berada pada tempat yang tidak tepat. Aku melihatnya pertama kali adalah ketika
kelas 2 SMP. Dia masih di tingkat 1 SMU. Bermain sepak bola bersama yang lain
di tengah lapangan sekolahku. Dia adalah seseorang yang menarik. Punya senyuman
yang baik dan kepribadian yang unik. Ketika keringat membasahi tubuhnya dia
bertambah semangat untuk menendang. Melihatnya, aku berusaha keras agar bisa
naik ke kelas 3 dan lulus agar bisa memasuki SMU yang sama.
2 tahun kemudian, aku masuk ke
sekolah ini. Kami bertemu banyak kakak kelas yang ramah sekali.
#Flashback#
“Kyoko, apa kau melihat senpai?”
aku melihat ke semua kakak kelas. Ada banyak kakak kelas disini.
“ada dimana?” jawab Kyoko.
“Arii, seharusnya kau mengetahui
namanya agar tak kesulitan mencari, bukan?” tambah Naomi. Aku seolah
menganggukkan kepala. Hari pertama ada di Sekolah ini. Ketika seluruh siswa
dikumpulkan di lapangan untuk mengikuti upacara penerimaan.
Baju sekolah SMP yang sekarang
sudah berganti. Dan bentuk sekolah yang sudah lebih besar daripada SMP dulu.
“saa- Arii, kita ke tempat pendaftaran
dulu. Ada banyak klub dan para siswa disini” ajak Naomi. Aku mengikuti kedua
temanku dari belakang. Mataku masih berputar-putar mencari seseorang yang
menjadi alasanku masuk kemari.
.
.
“Shota, kau seharusnya berdiri
disana!”
“ini bukan salahku! Seharusnya aku
berada pada klubku.”
“Klub sepakbola sudah ada banyak
orang disana! Kepala sekolah menempatkanmu disini hanya sementara!”
“Bodoh!”
Teriakan itu aku mendengarnya dari
depan ruangan Perpustakaan yang tak jauh dari tempat ku berdiri. Aku berhenti
sekejap. Meninggalkan Naomi dan Kyoko, kemudian berjalan kearah terowongan
kecil.
Hai! Lihat itu, aku melihat Senpai
yang sedang berdiri dengan temannya. Aku tersenyum seketika. Berlari
menghampiri Naomi dan Kyoko yang masih memilih klub.
“Naomi, Kyoko, aku tau klub mana
yang seharusnya kita pilih!” teriakku di koridor sekolah.
Mereka berdua menoleh ke arahku dan
menghentikan langkahnya.
“dimana?” Tanya Naomi
“Klub perpustakaan! Ada senpai!”
jawabku
“wah, Kyoko kau mau ikut?” balas
Naomi kemudian melihat ke arah Kyoko
Kyoko menggelengkan kepalanya, “aku
sepertinya berada di klub Musik saja”
“oh iya, Kyoko berbakat dalam music!
Yasudah, Naomi ayo ke perpustakaan” ajakku. Naomi menganggukkan kepalanya dan
meninggalkan Kyoko. Arah kami tiba-tiba berlawanan. Dan seketika tiba di depan
perpustakaan..
“kalian ingin masuk klub
perpustakaan?” Tanya beberapa kakak kelas menghampiri kami berdua.
“iya” jawabku.
“baiklah, isi formulir ini. Satunya
dibawa untuk ditanda tangani kepala sekolah dan satunya lagi kami yang
memeganginya” dua lembar formulir dihadapkan kearahku. Dengan semangatnya aku
segera mengisinya.
Tapi..
“Ryota, aku harus kembali ke klub”
suara senpai keluar dari ruang perpustakaan.
“Shota, kau harus menemaniku
disini!”
“aku punya banyak peran penting
disana. Maaf, ya!” Senpai pergi dari ruangan itu.
Aku dan Naomi hanya diam menatapi
wajah Senpai. Ia tersenyum tapi wajahnya terlihat sangat kelelahan sekali. “apa
lelaki itu bukan di klub ini?” tanyaku
“bukan, dia di klub Sepakbola”
“namanya?”
“Akiba Shota”
#Flasback END#
“yabai~!! Ingin dilihat Kak Shota!
Setidaknya aku melakukan sesuatu sehingga dia bisa mengatakan terima kasih
padaku!” teriakku kemudian.
“tenanglah Arii, suatu hari dia
pasti akan melihatmu!” ujar Noel dan anggukkan yang lainnya.
Tadinya aku berpikir ketika berada
di Klub Sepakbola aku bisa bertemu dengan Kak Shota sangat mudah. Tapi sebagai
siswa Tingkat 1 aku hanya bisa melakukan hal yang biasa dan ketika ada yang
terluka aku harus berlari ke tengah lapangan untuk membawa obat-obatan bersama
Senpai-senpai yang bekerja pada bidang tersebut.
Berharap yang terluka adalah Kak Shota
Tapi dia lincah sekali..
.
.
.
Sore itu…
“yaah, Pelatihan Klub hari ini
berakhir!” sorak Kapten kearah kami semua. Semua anggota klub hari itu berbaris
di tengah lapangan.
“Megumi-san, bagaimana dengan
pelatihan pertamamu?” Tanya Kapten. Seluruh siswa melihat kepadaku. Dengan
gugup aku menjawab segera “ba-baik Kapten!”
“Apa semua orang disini telah
bersikap baik padamu?”
“i-iya!” jawabku lagi. Kapten
menganggukkan kepalanya tersenyum, “tetap berjuang, ya!”
Dan pelatihanpun berakhir. Semua
anggota bubar.
Aku bersama Senpai yang dekat
denganku, Natsune Sora mengambil tas ditepi. Mataku masih melihat kearah
Kak Shota yang berjalan bersama-sama dengan temannya diujung sana. Rambutnya
acak-acakkan. Dan tas kecil yang ia sandang di belakang.
Yatta~ Aku semakin menyukainya!!
“woo- Arii!” sorak Kak Sora
“a??!!” aku kaget dan segera
melihatnya
“hari ini aku dijemput pacarku,
nanti kamu pulang sama siapa?” tanyanya
Aku menundukkan kepala, lalu
mengangkatnya kembali, “sendirian juga bisa!” aku tersenyum
“apa tidak apa-apa? Atau aku harus
memanggil mereka untuk menemanimu?” tunjuk Kak Sora kepada Kak Shota dan yang
lainnya
“hah! Baiklah Senpai!” jawabku
dengan semangatnya.
.
.
“Shota!” sorak Kak Sora
Kak Shota dan yang lainnya melihat
kearah kami. “Sora? Ada apa?” tanyanya
Kak Sora berlari ketempat mereka.
Sedikit berbincang, tapi seketika kembali lagi Kak Sora sama sekali tidak
membawa yang lain.
“doushita, Kak Sora?”
“sayang sekali Arii. Shota dan yang
lainnya ada pelatihan tambahan di lapangan malam ini. Jadi mereka tak bisa
mengantarmu”
“begitu, ya?” ucapku dengan nada
sedikit kecewa
“tapi aku akan mengantarmu sampai
gerbang hari ini. Aku pastikan kau takkan apa-apa berjalan sendirian pulang”
Aku memaksakan untuk tersenyum.
Akhirnya pelatihanku di klub pertama kuakhiri dengan pulang sendirian. Matahari
mulai terbenam perlahan. Aku masih memegangi tas sekolah dan berpakaian
olahraga. Rambut kubiarkan tergerai sepanjang bahuku.
“belum bisa bertemu langsung dengan
Kak Shota hari ini. Belum bisa berbicara dengan Kak Shota” bisikku sepanjang
jalan. Aku berusaha keras pindah klub setelah beberapa bulan berjalan. Hanya
ingin Kak Shota melihatku.
Mataku mulai berbinar-binar. Hari
ini kubiarkan ia menetes begitu saja. Pertama kalinya dalam hidupku bisa
menyukai seseorang. Dan pertama kalinya aku merasa kelelahan seperti ini hanya
untuk mengejar orang yang kusukai.
“Akiba Shota Senpai..” aku tetap
melanjutkan perjalanan.
Dan tiba-tiba langkahku terhenti di
sebuah lapangan basket. Mataku terfokus tiba-tiba pada seseorang. “Senpai?!”
ucapku dalam hati
Orang yang daritadi berada dalam
pikiranku. Aku melihatnya sedang memainkan bola basket. Handuk kecil di
lehernya. Sambil duduk ia berusaha memasukkan bola basket.
“kenapa basket? Bukankah tadi
Kak Sora bilang ada pelatihan kecil?” pikirku.
Aku melihat Kak Shota disana dan
ketika matanya berpaling kearahku, aku kaget dan berlari segera meninggalkan
tempat itu.
Kak Shota melihatku?
Aku berlari dengan nafas
terengah-engah sepanjang jalan. Langit yang sudah mulai gelap. Dan kusudahi
dengan masuk ke pekarangan rumah dan membuka pintu.
.
.
Paginya..
“ohayo, Arii..” sapa Kyoko duduk di
sebelahku
“Ohayo, Kyoko” balasku tersenyum
“sudah bisa bertemu dengan
Kak Shota?” tanyanya
Aku menggelengkan kepala
“Kenapa? Bukankah sudah berada pada
klub yang sama?” tambah Kyoko lagi
“aku berpikir Kak Shota takkan
pernah melihatku, tapi kemarin..”
“kemarin?”
“aa- Betsuni!” aku menggeleng lagi
dan berdiri dari tempat duduk. “Hari ini mau ke kelas Naomi?” tambahku
mengalihkan pembicaraan
Kyoko melihatku seketika. Lalu
tersenyum, “baiklah kalau itu yang kau inginkan”
Aku dan Kyoko akhirnya berjalan
menuju kelas Naomi yang cukup jauh dari kelasku. Tapi semangat pagi yang selalu
ada padaku membuatku tak keberatan jika harus menaiki tangga.
Belum ingin bercerita pada siapapun
tentang yang kemarin. Aku tidak tau kalau Kak Shota berbakat dalam Basket. Dan
kenapa dia harus berada pada klub sepakbola?
“Arii!!” teriak Naomi tiba-tiba
menemuiku di depan pintu
“ada apa, Naomi? Kenapa panik
begitu?” tanyaku
Naomi melihat ke dalam kelasnya. “Pagi-pagi
aku sudah mendengar berita buruk tentang Kak Shota!” balas Naomi.
Lalu Yuuki berjalan ketempat kami. “kukira
kau sudah mendengarnya!”
“ada apa dengan Kak Shota?? Ayo
cerita!!” aku menggoyangkan bahu Naomi memaksanya untuk segera bicara
“kudengar dari siswa lain, kemarin
malam Kak Shota bertengkar dengan beberapa orang dari sekolah yang berbeda. Dia
mengalami cedera parah sehingga harus dirawat di rumah sakit!” Jelas Naomi
“apanya yang cedera? Dimana?
Bagaimana keadaannya?” wajahku mulai terlihat panik.
Padahal baru saja kemarin malam aku
melihatnya bermain dengan bola basket. Dia tidak mungkin bisa bertarung dengan
baik dengan tubuh kelelahan seperti itu, bukan?
“Dia memiliki cedera pada kakinya.
Kepalanya terbentur keras. Aku rasa anak-anak sekolah luar melakukannya
agar Kak Shota tidak bisa bermain pada pertandingan sepakbola berikutnya!”
Sahut Naomi
Aku menundukkan wajahku. Aku
kembali menangis.
“Sepulang sekolah nanti ayo melihat
Kak Shota!” ucapku
“bagaimana bisa? Kau sama sekali
tak kenal dengan Shota, dan kemungkinan dia hanya menerima orang-orang yang
berkepentingan” Jawab Yuuki.
“Kalau kalian tidak mau, tidak
apa-apa! Aku bisa pergi dengan Kak Sora!!” bentakku segera meninggalkan mereka.
Aku segera berlari menuju kelas
Kak Sora. Aku melihatnya sudah menyandangi tas bersama yang lainnya di depan
pintu.
“Kak Sora!” teriakku
“Arii?”
“Kak Sora mau melihat Kak Shota?
Aku boleh ikut?” tanyaku
“bagaimana dengan kelasmu hari ini,
Arii?”
“tidak apa-apa. Aku akan meminta
izin hari ini. Tolong perbolehkan aku ikut hari ini, Senpai!”
Para kakak kelas itu saling
bertatapan. Kemudian menganggukkan kepalanya. “baiklah, sekarang ambil tasmu.
Kami akan menunggumu di depan gerbang” ucap Kak Sora
Dengan bangganya, pagi itu juga aku
segera mengambil tas di kelas dan berlari menuju gerbang. Ikut bersama kakak
kelas menuju rumah sakit. Berharap sekali bisa bertemu dengan kak Shota
pagi ini dan ia bisa tersenyum melihat kedatanganku.
…
Di rumah Sakit
…
Kami berjalan menuju ruangan
Kak Shota di lantai 3. Perawat yang mengantar kami kesana. Beberapa buah-buahan
yang kami beli menuju perjalanan kemari. Dengan tersenyum aku mengikuti mereka.
Tapi ketika pintu ruangan itu
dibuka..
“dimana Shota?” Tanya perawat
terlihat panik
Aku dan yang lainnya ikut masuk ke
dalam ruangan. Tempat tidur sudah tersusun rapi. Tak ada seorangpun di dalam
sana.
“apa pasien kabur?” ucap perawat
Para kakak kelas tersebut terlihat
panik.
“saya dan yang lainnya akan mencari
pasien, tunggu disini, ya?” perawat itu berlari meninggalkan kami
“Shota bodoh! Kemana dia?” bentak
beberapa orang
“tenanglah, dengan cedera yang
seperti itu, dia takkan mungkin pergi jauh!” Kak Sora mulai menenangkan mereka
“apanya yang tenang! Kemarin dia
baru saja meminta untuk keluar dari klub!”
“dalam keadaan seperti ini, dia
meminta keluar dari klub. Memangnya dia bisa apa dengan klub basket itu! Dia
sudah 3 tahun berada di klub yang sama. Dan selalu menjadi pemain unggulan”
“Sekarang dia malah di temukan
terluka di dekat lapangan basket!”
Teriak beberapa kakak kelas itu
dengan nada kesal. Sementara Kak Sora hanya diam sambil menatap kearahku.
“Kak Sora, benarkah Kak Shota ingin
pindah klub?” tanyaku pelan
“iya, kemarin yang lainnya
mendengar Shota berbicara dengan kapten. Aku tidak tau apa yang ia pikirkan.
Seharusnya kalau ia tak betah di klub sepakbola ia bisa pindah dari awal.
Sementara dia sudah menjadi pemain unggulan. Hanya dia yang diharapkan kapten
dan sekolah ini. Tidak mungkin dia bisa pindah semudah itu” jelas Kak Sora
“begitu. Kemarin aku melihatnya
malam-malam saat berjalan pulang dilapangan basket”
“kau melihatnya? Benarkah?”
“aku pikir setiap malam sepulang
latihan ia kesana untuk latihan basket. Apa ia punya alasan khusus
sehingga memilih klub sepakbola?”
“kenapa kau mengetahui itu?”
“aku…” aku menundukkan kepala.
Seketika berpikir. Melihat kak Shota kemarin malam. Wajahnya sangat kelelahan.
Bahkan ia tetap berusaha melempar bola dalam keadaan duduk. Kak Shota itu..
“Senpai, tunggu disini!” aku
mengangkat wajahku dan memberikan beberapa buah-buahan yang kubawa.
Meninggalkan mereka dan berlari keluar rumah sakit. Ingin mencari Kak Shota!
Dimana?
“Kak Shota... dia pasti disana!”
pikirku.
Aku terus berlari sepanjang jalan.
Berpikir mengetahui dimana ia sekarang. Iya, dia pasti di tempat
kemarin. Dan..
“Hosh..Hosh..Hosh…” aku berhenti
ditempat kemarin.
Melihat Kak Shota dengan tongkatnya
sedang duduk di pojok lapangan. Kepalanya dibaluti perban. Dan mengenakan
pakaian bebas.
Lelaki itu masih menundukkan
kepalanya. Dengan perlahan mengambil botol air yang ada di dalam tasku dan
berjalan kearahnya. “Senpai haus?” tanyaku memberikan botol air itu.
Ia mengangkat kepalanya melihatku.
Lalu mengangguk, mengambil botol air di tanganku.
Itu rasanya sangat mendebarkan.
Ketika orang yang kusuka mengambil botol air milikku. Aku merasakan sedikit
tangannya. Membuka tutup botol dan meminumnya. Lelaki itu kini berada di
depanku.
Angin tiba-tiba saja berhembus dan
jantungku berdetak sangat cepat. Aku tetap berdiri di depannya menungguinya
minum sangat banyak sekali.
Dan seketika ia selesai meminum air
tersebut..
“belakangan ini aku sering
melihatmu, kau Megumi Arii, bukan?” ucap Kak Shota
“hah? Senpai tau namaku?”
Ia tersenyum kearahku.
“Siapa yang tak mengenalimu? Kau
termasuk popular dikalangan kakak kelas, tau!” Kak Shota tertawa di depanku
“apa maksudmu popular? Aku sama
sekali tak merasa dikenali..” jawabku
“bukankah kau pintar pada ilmu
keperpustakaan? Pertama kau masuk ke sekolah ini, kau bahkan bisa membantu
teman-temanmu mencari buku diperpustakaan dengan mudahnya. Daya hafalmu hebat
sekali. Padahal kalau tidak salah kau baru beberapa hari dulunya berada pada
klub perpustakaan. Aku sempat kaget ketika mengetahuimu pindah ke klub
sepakbola” jelas Kak Shota
Aku terdiam seketika. Apa yang sedang dibicarakan Kak Shota di
depanku?
“sejak berada di klub perpustakaan,
kau sering menjadi topic pembicaraan! Aku pikir dirimu berbakat sekali.. Kenapa
bisa pindah?”
“itu karena..” aku menatap kearah
matanya. Mata yang bisa kulihat sedekat ini. Dan ia melihatku dengan
penuh senyuman
“anoo- Senpai kenapa berada di
klub sepakbola? Bukankah kau berbakat dalam klub basket?” aku mengalihkan
pembicaraan
“iya, dulunya aku memilih klub
basket. Tapi tanganku cedera parah sehingga dokter melarang banyak menggerakkan
tangan beberapa bulan. Dan daripada aku harus meliburkan diri selama itu, aku pindah ke klub sepakbola. Aku rasa sejak kecil aku suka bermain bola. Tapi aku lebih
tertarik pada basket. Akhirnya ketika tanganku cedera, aku mulai melatih kakiku
dan menjadi anggota unggulan di klub ini. Tapi sekarang…”
“ada apa? Apa kau merindukan klub
basket?”
Ia menganggukkan kepalanya.
“kemarin malam aku melihatmu lagi,
tidak sengaja melihatku, kah?” ujarnya lagi
Aku kaget dan menganggukkan kepala,
“i-iya..”
“tapi kenapa kau lari begitu saja.
Padahal ada yang ingin kutanyakan tentang alasan kepindahanmu."
“begitu.. Tapi kemarin sudah malam,
kalau pulang terlalu malam..”
“kemarin aku berniat mengantarmu
pulang! Ketika kau lari aku mengikutimu dari belakang. Memastikan kau tak apa.
Tapi kau sama sekali tak sadar beberapa orang mengikutimu dari belakang. Aku
pikir mereka akan bermaksud jahat padamu!”
aku kaget dan mengangkat kepalaku, “jadi..” aku melihat kepala
kak Shota yang dibaluti perban. Wajahnya yang baru saja pulih dari luka-luka
kecil. Dan kakinya yang juga dibaluti perban, serta tongkat yang ia bawa itu..
Apa Kak Shota selama ini melihatku?
Apa dia berusaha menyelamatkanku sehingga ia mengalami cedera?
Aku terdiam seketika. Wajahku mulai
memerah.
Berusaha agar bisa dilihat Kak Shota. Pindah
ke klub yang sama, yang sebenarnya ia sudah melihatku sejak masuk kesekolah
ini. Kenapa tak menyadarinya?
“Shota-nii.. Daisuki!”
-END-
Ada beberapa hal yang membuatku sampai ke cerita ini:D
entah kenapa aku melihat acara Shounen Club yang lama belakangan ini- Ada Yasui dan Taiga yang sempat nyanyiin lagunya Kinki Kids - Hakka Candy. Dan aku begitu menyukainya
Aku download lagu itu dan aku dengarkan:D ketika menulis aku mendengarkannya, sehingga aku bisa menulis dalam waktu yang cepat:D coba saja dengarkan lagunya sambil baca ini, aku harap kalian juga menghayatinya ^_^














Tidak ada komentar:
Posting Komentar