Click here for more graphics and gifs!
...日本が大好き、音楽が大好き、アニメが大好き、と僕はJ-loversだった..
...ジャニズJr Fans ♪♪♪


... Disini saya akan mengulas semua yang saya pikirkan :)
Mulai dari seni, musik, dan hal lainnya~ Hanya menulis tanpa berpikir penting atau tidaknya..
jadi, semoga blog ini punya peran penting walau hanya sedikit..
-Thank you to visit my blog-

2013/02/24

Kimi no You ni, Daisuki Dakara !!



Tittle : Kimi no You ni, Daisuki Dakara~!! (君のように、大好き だから!!

Genre : Romance 
Length : Oneshoot
Rating : M
 Author : Nanahira Ichi

 Cast : Arii

 Character : Megumi Arii, Akiba Ryuusei a.k.a Akiba Shota

OKEE, HAJIMEMASHOU !!


Pagi ini aku terduduk kaku ditepi lapangan. Keringat yang sudah bercucuran membasahi tubuhku. Pakaian olahraga yang sudah agak kusam itu. Aku melihat ke sekeliling lapangan. Terlihat anak-anak klub Sepakbola masih semangat berlari. Mereka masih bercanda satu sama lainnya. 
“saa, Arii sudah capek?” Tanya senpai menghampiriku
“hanya beristirahat sebentar, senpai” jawabku mengambil air diatas meja

“hari ini pelatihan pertamamu. Tetap semangat, ya?” Senpai memegangi bahuku

Ini, pelatihan pertamaku. Aku memilih masuk ke klub sepakbola. Yang mana biasanya aku berada di klub yang sama dengan temanku, Naomi. Klub Perpustakaan. Tapi ada seseorang yang membuatku pindah kemari.

Kakak kelas yang berada 2 tingkat diatasku..

Masuk kemari karena dia. Aku menyukainya. Berputar diatas lapangan dan memiliki senyum yang ramah sekali. Tapi kepopulerannya membuatku tak bisa berusaha dekat dengannya. Dan satu-satunya cara adalah masuk ke klub yang sama. Walau tugasku hanya mengantarkan air dan mengobati mereka bila terjadi cedera kecil, tapi melihatnya dari sini adalah suatu kebahagiaan terbesar, Akiba Shota!



“waaah Konnichi wa, Arii!” sorak beberapa teman menemuiku di lapangan. Morita Kyoko, Miyachika Naomi, Iwamoto Yuuki, juga Kiriyama Noel.

“Arii sibuk sekali! Sudah main sama keringat, nih!” ujar Kyoko

“tidak juga. Aku lebih banyak santai disini. Soalnya kan, masih ada senpai-senpai yang bekerja” jawabku

Mereka semua mengangguk mengerti.

“oh ya, Arii. Bagaimana dengan Kak Shota?” tambah Naomi

“hah?” aku mengangkat kepalaku. Memalingkan arah melihat lelaki yang sedang beristirahat di pojok sana. Mataku mengecil tiba-tiba. “ingin dilihat Kak Shota…” tambahku

“memangnya Kak Shota belum pernah melihatmu?” Tanya Noel

Aku menggelengkan kepala. Kak Shota berada pada tempat yang tidak tepat. Aku melihatnya pertama kali adalah ketika kelas 2 SMP. Dia masih di tingkat 1 SMU. Bermain sepak bola bersama yang lain di tengah lapangan sekolahku. Dia adalah seseorang yang menarik. Punya senyuman yang baik dan kepribadian yang unik. Ketika keringat membasahi tubuhnya dia bertambah semangat untuk menendang. Melihatnya, aku berusaha keras agar bisa naik ke kelas 3 dan lulus agar bisa memasuki SMU yang sama.

2 tahun kemudian, aku masuk ke sekolah ini. Kami bertemu banyak kakak kelas yang ramah sekali.


#Flashback#

“Kyoko, apa kau melihat senpai?” aku melihat ke semua kakak kelas. Ada banyak kakak kelas disini.

“ada dimana?” jawab Kyoko.

“Arii, seharusnya kau mengetahui namanya agar tak kesulitan mencari, bukan?” tambah Naomi. Aku seolah menganggukkan kepala. Hari pertama ada di Sekolah ini. Ketika seluruh siswa dikumpulkan di lapangan untuk mengikuti upacara penerimaan.

Baju sekolah SMP yang sekarang sudah berganti. Dan bentuk sekolah yang sudah lebih besar daripada SMP dulu.

“saa- Arii, kita ke tempat pendaftaran dulu. Ada banyak klub dan para siswa disini” ajak Naomi. Aku mengikuti kedua temanku dari belakang. Mataku masih berputar-putar mencari seseorang yang menjadi alasanku masuk kemari.

.

.

“Shota, kau seharusnya berdiri disana!”

“ini bukan salahku! Seharusnya aku berada pada klubku.”

“Klub sepakbola sudah ada banyak orang disana! Kepala sekolah menempatkanmu disini hanya sementara!”

“Bodoh!”

Teriakan itu aku mendengarnya dari depan ruangan Perpustakaan yang tak jauh dari tempat ku berdiri. Aku berhenti sekejap. Meninggalkan Naomi dan Kyoko, kemudian berjalan kearah terowongan kecil.

Hai! Lihat itu, aku melihat Senpai yang sedang berdiri dengan temannya. Aku tersenyum seketika. Berlari menghampiri Naomi dan Kyoko yang masih memilih klub.

“Naomi, Kyoko, aku tau klub mana yang seharusnya kita pilih!” teriakku di koridor sekolah.

Mereka berdua menoleh ke arahku dan menghentikan langkahnya.

“dimana?” Tanya Naomi

“Klub perpustakaan! Ada senpai!” jawabku

“wah, Kyoko kau mau ikut?” balas Naomi kemudian melihat ke arah Kyoko

Kyoko menggelengkan kepalanya, “aku sepertinya berada di klub Musik saja”

“oh iya, Kyoko berbakat dalam music! Yasudah, Naomi ayo ke perpustakaan” ajakku. Naomi menganggukkan kepalanya dan meninggalkan Kyoko. Arah kami tiba-tiba berlawanan. Dan seketika tiba di depan perpustakaan..

“kalian ingin masuk klub perpustakaan?” Tanya beberapa kakak kelas menghampiri kami berdua.

“iya” jawabku.

“baiklah, isi formulir ini. Satunya dibawa untuk ditanda tangani kepala sekolah dan satunya lagi kami yang memeganginya” dua lembar formulir dihadapkan kearahku. Dengan semangatnya aku segera mengisinya.

Tapi..

“Ryota, aku harus kembali ke klub” suara senpai keluar dari ruang perpustakaan.

“Shota, kau harus menemaniku disini!”

“aku punya banyak peran penting disana. Maaf, ya!” Senpai pergi dari ruangan itu.

Aku dan Naomi hanya diam menatapi wajah Senpai. Ia tersenyum tapi wajahnya terlihat sangat kelelahan sekali. “apa lelaki itu bukan di klub ini?” tanyaku

“bukan, dia di klub Sepakbola”

“namanya?”

“Akiba Shota” 
#Flasback END#


“yabai~!! Ingin dilihat Kak Shota! Setidaknya aku melakukan sesuatu sehingga dia bisa mengatakan terima kasih padaku!” teriakku kemudian.

“tenanglah Arii, suatu hari dia pasti akan melihatmu!” ujar Noel dan anggukkan yang lainnya.

Tadinya aku berpikir ketika berada di Klub Sepakbola aku bisa bertemu dengan Kak Shota sangat mudah. Tapi sebagai siswa Tingkat 1 aku hanya bisa melakukan hal yang biasa dan ketika ada yang terluka aku harus berlari ke tengah lapangan untuk membawa obat-obatan bersama Senpai-senpai yang bekerja pada bidang tersebut.

Berharap yang terluka adalah Kak Shota

Tapi dia lincah sekali..

.

.

.

Sore itu…

“yaah, Pelatihan Klub hari ini berakhir!” sorak Kapten kearah kami semua. Semua anggota klub hari itu berbaris di tengah lapangan.

“Megumi-san, bagaimana dengan pelatihan pertamamu?” Tanya Kapten. Seluruh siswa melihat kepadaku. Dengan gugup aku menjawab segera “ba-baik Kapten!”

“Apa semua orang disini telah bersikap baik padamu?”

“i-iya!” jawabku lagi. Kapten menganggukkan kepalanya tersenyum, “tetap berjuang, ya!”

Dan pelatihanpun berakhir. Semua anggota bubar.

Aku bersama Senpai yang dekat denganku, Natsune Sora mengambil tas ditepi. Mataku masih melihat kearah Kak Shota yang berjalan bersama-sama dengan temannya diujung sana. Rambutnya acak-acakkan. Dan tas kecil yang ia sandang di belakang.

Yatta~ Aku semakin menyukainya!!

“woo- Arii!” sorak Kak Sora

“a??!!” aku kaget dan segera melihatnya

“hari ini aku dijemput pacarku, nanti kamu pulang sama siapa?” tanyanya

Aku menundukkan kepala, lalu mengangkatnya kembali, “sendirian juga bisa!” aku tersenyum

“apa tidak apa-apa? Atau aku harus memanggil mereka untuk menemanimu?” tunjuk Kak Sora kepada Kak Shota dan yang lainnya

“hah! Baiklah Senpai!” jawabku dengan semangatnya.

.

.

“Shota!” sorak Kak Sora

Kak Shota dan yang lainnya melihat kearah kami. “Sora? Ada apa?” tanyanya

Kak Sora berlari ketempat mereka. Sedikit berbincang, tapi seketika kembali lagi Kak Sora sama sekali tidak membawa yang lain.

“doushita, Kak Sora?”

“sayang sekali Arii. Shota dan yang lainnya ada pelatihan tambahan di lapangan malam ini. Jadi mereka tak bisa mengantarmu”

“begitu, ya?” ucapku dengan nada sedikit kecewa

“tapi aku akan mengantarmu sampai gerbang hari ini. Aku pastikan kau takkan apa-apa berjalan sendirian pulang”

Aku memaksakan untuk tersenyum. Akhirnya pelatihanku di klub pertama kuakhiri dengan pulang sendirian. Matahari mulai terbenam perlahan. Aku masih memegangi tas sekolah dan berpakaian olahraga. Rambut kubiarkan tergerai sepanjang bahuku.

“belum bisa bertemu langsung dengan Kak Shota hari ini. Belum bisa berbicara dengan Kak Shota” bisikku sepanjang jalan. Aku berusaha keras pindah klub setelah beberapa bulan berjalan. Hanya ingin Kak Shota melihatku.


Mataku mulai berbinar-binar. Hari ini kubiarkan ia menetes begitu saja. Pertama kalinya dalam hidupku bisa menyukai seseorang. Dan pertama kalinya aku merasa kelelahan seperti ini hanya untuk mengejar orang yang kusukai.

“Akiba Shota Senpai..” aku tetap melanjutkan perjalanan.

Dan tiba-tiba langkahku terhenti di sebuah lapangan basket. Mataku terfokus tiba-tiba pada seseorang. “Senpai?!” ucapku dalam hati

Orang yang daritadi berada dalam pikiranku. Aku melihatnya sedang memainkan bola basket. Handuk kecil di lehernya. Sambil duduk ia berusaha memasukkan bola basket.

“kenapa basket? Bukankah tadi Kak Sora bilang ada pelatihan kecil?” pikirku.

Aku melihat Kak Shota disana dan ketika matanya berpaling kearahku, aku kaget dan berlari segera meninggalkan tempat itu.

Kak Shota melihatku?

Aku berlari dengan nafas terengah-engah sepanjang jalan. Langit yang sudah mulai gelap. Dan kusudahi dengan masuk ke pekarangan rumah dan membuka pintu.

.

.

Paginya..

“ohayo, Arii..” sapa Kyoko duduk di sebelahku

“Ohayo, Kyoko” balasku tersenyum

“sudah bisa bertemu dengan Kak Shota?” tanyanya

Aku menggelengkan kepala

“Kenapa? Bukankah sudah berada pada klub yang sama?” tambah Kyoko lagi

“aku berpikir Kak Shota takkan pernah melihatku, tapi kemarin..”

“kemarin?”

“aa- Betsuni!” aku menggeleng lagi dan berdiri dari tempat duduk. “Hari ini mau ke kelas Naomi?” tambahku mengalihkan pembicaraan

Kyoko melihatku seketika. Lalu tersenyum, “baiklah kalau itu yang kau inginkan”

Aku dan Kyoko akhirnya berjalan menuju kelas Naomi yang cukup jauh dari kelasku. Tapi semangat pagi yang selalu ada padaku membuatku tak keberatan jika harus menaiki tangga.



Belum ingin bercerita pada siapapun tentang yang kemarin. Aku tidak tau kalau Kak Shota berbakat dalam Basket. Dan kenapa dia harus berada pada klub sepakbola?

“Arii!!” teriak Naomi tiba-tiba menemuiku di depan pintu

“ada apa, Naomi? Kenapa panik begitu?” tanyaku

Naomi melihat ke dalam kelasnya. “Pagi-pagi aku sudah mendengar berita buruk tentang Kak Shota!” balas Naomi.

Lalu Yuuki berjalan ketempat kami. “kukira kau sudah mendengarnya!”

“ada apa dengan Kak Shota?? Ayo cerita!!” aku menggoyangkan bahu Naomi memaksanya untuk segera bicara

“kudengar dari siswa lain, kemarin malam Kak Shota bertengkar dengan beberapa orang dari sekolah yang berbeda. Dia mengalami cedera parah sehingga harus dirawat di rumah sakit!” Jelas Naomi

“apanya yang cedera? Dimana? Bagaimana keadaannya?” wajahku mulai terlihat panik.

Padahal baru saja kemarin malam aku melihatnya bermain dengan bola basket. Dia tidak mungkin bisa bertarung dengan baik dengan tubuh kelelahan seperti itu, bukan?

“Dia memiliki cedera pada kakinya. Kepalanya terbentur keras. Aku rasa anak-anak sekolah luar melakukannya agar Kak Shota tidak bisa bermain pada pertandingan sepakbola berikutnya!” Sahut Naomi

Aku menundukkan wajahku. Aku kembali menangis.

“Sepulang sekolah nanti ayo melihat Kak Shota!” ucapku

“bagaimana bisa? Kau sama sekali tak kenal dengan Shota, dan kemungkinan dia hanya menerima orang-orang yang berkepentingan” Jawab Yuuki.

“Kalau kalian tidak mau, tidak apa-apa! Aku bisa pergi dengan Kak Sora!!” bentakku segera meninggalkan mereka.

Aku segera berlari menuju kelas Kak Sora. Aku melihatnya sudah menyandangi tas bersama yang lainnya di depan pintu.

“Kak Sora!” teriakku

“Arii?”

“Kak Sora mau melihat Kak Shota? Aku boleh ikut?” tanyaku

“bagaimana dengan kelasmu hari ini, Arii?”

“tidak apa-apa. Aku akan meminta izin hari ini. Tolong perbolehkan aku ikut hari ini, Senpai!”

Para kakak kelas itu saling bertatapan. Kemudian menganggukkan kepalanya. “baiklah, sekarang ambil tasmu. Kami akan menunggumu di depan gerbang” ucap Kak Sora

Dengan bangganya, pagi itu juga aku segera mengambil tas di kelas dan berlari menuju gerbang. Ikut bersama kakak kelas menuju rumah sakit. Berharap sekali bisa bertemu dengan kak Shota pagi ini dan ia bisa tersenyum melihat kedatanganku.


Di rumah Sakit


Kami berjalan menuju ruangan Kak Shota di lantai 3. Perawat yang mengantar kami kesana. Beberapa buah-buahan yang kami beli menuju perjalanan kemari. Dengan tersenyum aku mengikuti mereka.

Tapi ketika pintu ruangan itu dibuka..

“dimana Shota?” Tanya perawat terlihat panik

Aku dan yang lainnya ikut masuk ke dalam ruangan. Tempat tidur sudah tersusun rapi. Tak ada seorangpun di dalam sana.

“apa pasien kabur?” ucap perawat

Para kakak kelas tersebut terlihat panik.

“saya dan yang lainnya akan mencari pasien, tunggu disini, ya?” perawat itu berlari meninggalkan kami

“Shota bodoh! Kemana dia?” bentak beberapa orang

“tenanglah, dengan cedera yang seperti itu, dia takkan mungkin pergi jauh!” Kak Sora mulai menenangkan mereka

“apanya yang tenang! Kemarin dia baru saja meminta untuk keluar dari klub!”

“dalam keadaan seperti ini, dia meminta keluar dari klub. Memangnya dia bisa apa dengan klub basket itu! Dia sudah 3 tahun berada di klub yang sama. Dan selalu menjadi pemain unggulan”

“Sekarang dia malah di temukan terluka di dekat lapangan basket!”

Teriak beberapa kakak kelas itu dengan nada kesal. Sementara Kak Sora hanya diam sambil menatap kearahku.

“Kak Sora, benarkah Kak Shota ingin pindah klub?” tanyaku pelan

“iya, kemarin yang lainnya mendengar Shota berbicara dengan kapten. Aku tidak tau apa yang ia pikirkan. Seharusnya kalau ia tak betah di klub sepakbola ia bisa pindah dari awal. Sementara dia sudah menjadi pemain unggulan. Hanya dia yang diharapkan kapten dan sekolah ini. Tidak mungkin dia bisa pindah semudah itu” jelas Kak Sora

“begitu. Kemarin aku melihatnya malam-malam saat berjalan pulang dilapangan basket”

“kau melihatnya? Benarkah?”

“aku pikir setiap malam sepulang latihan ia kesana untuk latihan basket. Apa ia punya alasan khusus sehingga memilih klub sepakbola?”

“kenapa kau mengetahui itu?”

“aku…” aku menundukkan kepala. Seketika berpikir. Melihat kak Shota kemarin malam. Wajahnya sangat kelelahan. Bahkan ia tetap berusaha melempar bola dalam keadaan duduk. Kak Shota itu..

“Senpai, tunggu disini!” aku mengangkat wajahku dan memberikan beberapa buah-buahan yang kubawa. Meninggalkan mereka dan berlari keluar rumah sakit. Ingin mencari Kak Shota!


Dimana?

“Kak Shota... dia pasti disana!” pikirku.

Aku terus berlari sepanjang jalan. Berpikir mengetahui dimana ia sekarang. Iya, dia pasti di tempat kemarin. Dan..

“Hosh..Hosh..Hosh…” aku berhenti ditempat kemarin.

Melihat Kak Shota dengan tongkatnya sedang duduk di pojok lapangan. Kepalanya dibaluti perban. Dan mengenakan pakaian bebas.

Lelaki itu masih menundukkan kepalanya. Dengan perlahan mengambil botol air yang ada di dalam tasku dan berjalan kearahnya. “Senpai haus?” tanyaku memberikan botol air itu.

Ia mengangkat kepalanya melihatku. Lalu mengangguk, mengambil botol air di tanganku.

Itu rasanya sangat mendebarkan. Ketika orang yang kusuka mengambil botol air milikku. Aku merasakan sedikit tangannya. Membuka tutup botol dan meminumnya. Lelaki itu kini berada di depanku.

Angin tiba-tiba saja berhembus dan jantungku berdetak sangat cepat. Aku tetap berdiri di depannya menungguinya minum sangat banyak sekali.

Dan seketika ia selesai meminum air tersebut..

“belakangan ini aku sering melihatmu, kau Megumi Arii, bukan?” ucap Kak Shota

“hah? Senpai tau namaku?”

Ia tersenyum kearahku.

“Siapa yang tak mengenalimu? Kau termasuk popular dikalangan kakak kelas, tau!” Kak Shota tertawa di depanku

“apa maksudmu popular? Aku sama sekali tak merasa dikenali..” jawabku

“bukankah kau pintar pada ilmu keperpustakaan? Pertama kau masuk ke sekolah ini, kau bahkan bisa membantu teman-temanmu mencari buku diperpustakaan dengan mudahnya. Daya hafalmu hebat sekali. Padahal kalau tidak salah kau baru beberapa hari dulunya berada pada klub perpustakaan. Aku sempat kaget ketika mengetahuimu pindah ke klub sepakbola” jelas Kak Shota


Aku terdiam seketika. Apa yang sedang dibicarakan Kak Shota di depanku?

“sejak berada di klub perpustakaan, kau sering menjadi topic pembicaraan! Aku pikir dirimu berbakat sekali.. Kenapa bisa pindah?”

“itu karena..” aku menatap kearah matanya. Mata yang bisa kulihat sedekat ini. Dan ia melihatku dengan penuh senyuman

“anoo- Senpai kenapa berada di klub sepakbola? Bukankah kau berbakat dalam klub basket?” aku mengalihkan pembicaraan

“iya, dulunya aku memilih klub basket. Tapi tanganku cedera parah sehingga dokter melarang banyak menggerakkan tangan beberapa bulan. Dan daripada aku harus meliburkan diri selama itu, aku pindah ke klub sepakbola. Aku rasa sejak kecil aku suka bermain bola. Tapi aku lebih tertarik pada basket. Akhirnya ketika tanganku cedera, aku mulai melatih kakiku dan menjadi anggota unggulan di klub ini. Tapi sekarang…”

“ada apa? Apa kau merindukan klub basket?”

Ia menganggukkan kepalanya.

“kemarin malam aku melihatmu lagi, tidak sengaja melihatku, kah?” ujarnya lagi

Aku kaget dan menganggukkan kepala, “i-iya..”

“tapi kenapa kau lari begitu saja. Padahal ada yang ingin kutanyakan tentang alasan kepindahanmu."

“begitu.. Tapi kemarin sudah malam, kalau pulang terlalu malam..”

“kemarin aku berniat mengantarmu pulang! Ketika kau lari aku mengikutimu dari belakang. Memastikan kau tak apa. Tapi kau sama sekali tak sadar beberapa orang mengikutimu dari belakang. Aku pikir mereka akan bermaksud jahat padamu!”

aku kaget dan mengangkat kepalaku, “jadi..” aku melihat kepala kak Shota yang dibaluti perban. Wajahnya yang baru saja pulih dari luka-luka kecil. Dan kakinya yang juga dibaluti perban, serta tongkat yang ia bawa itu..

Apa Kak Shota selama ini melihatku?

Apa dia berusaha menyelamatkanku sehingga ia mengalami cedera?

Aku terdiam seketika. Wajahku mulai memerah.



Berusaha agar bisa dilihat Kak Shota. Pindah ke klub yang sama, yang sebenarnya ia sudah melihatku sejak masuk kesekolah ini. Kenapa tak menyadarinya?


Shota-nii.. Daisuki!


-END-


Ada beberapa hal yang membuatku sampai ke cerita ini:D
entah kenapa aku melihat acara Shounen Club yang lama belakangan ini- Ada Yasui dan Taiga yang sempat nyanyiin lagunya Kinki Kids - Hakka Candy. Dan aku begitu menyukainya
Aku download lagu itu dan aku dengarkan:D ketika menulis aku mendengarkannya, sehingga aku bisa menulis dalam waktu yang cepat:D coba saja dengarkan lagunya sambil baca ini, aku harap kalian juga menghayatinya ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman