Click here for more graphics and gifs!
...日本が大好き、音楽が大好き、アニメが大好き、と僕はJ-loversだった..
...ジャニズJr Fans ♪♪♪


... Disini saya akan mengulas semua yang saya pikirkan :)
Mulai dari seni, musik, dan hal lainnya~ Hanya menulis tanpa berpikir penting atau tidaknya..
jadi, semoga blog ini punya peran penting walau hanya sedikit..
-Thank you to visit my blog-

2013/01/25

Kirakira, Kirakira Taiyou no You ni

Tittle :  kirakira, kirakira taiyo no you ni (キラキラ、キラキラ たいよう の よう に) (part 2/4 S.1)
Genre : Romance
Length : Short Story
Rating : M
Author : Nanahira Ichi
Cast : (saya memakai dua cast, yaitu "Naomi" dan "Noel")
Character :
1) Nozomu Kotaki a.k.a Miyachika Rin, Iwahashi Genki a.k.a Kiriyama Shota, Haniuda Amu a.k..a Iwamoto Yuuki, Kuramoto Kaoru a.k.a Kiriyama Noel
2) Miyachika Naomi, Megumi Arii, Morita Kyoko,
3) dll
Keterangan : Menggunakan ucapan untuk menggambarkan kejadian di masa lampau dengan menggunakan tinta Biru Muda.

LINK~LINK~ :D


OKEE, HAJIMEMASHOU !! :))


Episode sebelumnya di Kirakira Taiyou No You Ni Klik Here >>

#Naomi's POV#

Aku membaringkan tubuhku di atas tempat tidur. Samar-samar masih membayangi tentang Mizuki-kun. Siapapun pasti akan menjadi sepertiku jika mengalami hal yang sama. Tapi seketika teman-teman mengajakku tertawa bersama, rasa kecewa itu perlahan hilang.

Mizuki-kun bukan takdirku, benar?

"Naomi~" Kak Rin tiba-tiba membuka pintu kamarku
"Kak Rin sudah pulang?" aku segera duduk dan melihat Kak Rin yang masih menyandangi tas nya

Kak Rin menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Aku sudah bicara dengan Mizuki" ujarnya
"hah? benarkah? Dia bilang apa pada kakak?"
"itu,," kak Rin kemudian menghentikan pembicaraannya. Menundukkan kepalanya seperti merasa bersalah. Membuatku mulai mengerti.

"Begitu, ya. Tidak apa-apa kak. Semoga Mizuki-kun bisa bahagia dengan pacar barunya" jawabku sepintas dan kembali tersenyum.
Kak Rin juga ikut tersenyum dan segera keluar dari kamarku. 

Dengan tidak banyak melakukan sesuatu, aku segera menarik selimut dan pertama kalinya aku tertidur di sore itu.

~Esok Paginya..

Berjalan sendiri menuju gerbang sekolah.
Nomor Arii, Kyoko, Yuuki, dan Noel tidak aktif. "kompak sekali, apa gara-gara jaringan yang sedang lelet, ya?"

Berpikir banyak hal tiba-tiba langkah ku terhenti di depan sebuah pohon yang sangat tinggi. Ada bunga yang tumbuh sangat subur di atas sana. "cantik.." ucapku. Aku perlahan melihat ke sekitar, seketika tak ada orang aku mencoba memanjangkan tanganku menggapai bunga yang sangat tinggi itu. Berusaha mendapatinya, tapi.. 

"kenapa tinggi sekali? Bukankah tubuhku sudah cukup tinggi?" Rintihku. Namun aku mencobanya.
Hingga pada akhirnya..

"happ!!" seseorang menggapaikannya untukku.
Aku terdiam dan berhenti bergerak. Melihat seseorang yang tak kukenal. Seorang anak laki-laki yang terlihat sebaya denganku.

"Ini untukmu.." bunga itu diberikan padaku

Kereen~ dia tinggi sekali.. Pujiku.
Namun..

Lelaki yang memanjati kursi !! #plakk

"doushita?" tanyanya melihatku
"kursimu.." tunjukku
"kenapa dengan kursiku?" jawabnya. "ah~ iya, habisnya aku kasihan melihatmu, mau membantu tapi tubuhku juga tidak terlalu tinggi" tambahnya dan kemudian tertawa.

Melihatnya yang seperti itu, tiba-tiba aku ingat sesuatu..
"aree? Kau yang waktu itu kan??" Kemudian aku kaget

"seperti lelaki ini, ya?"

Ingatanku kembali menerawang mengingat seorang anak laki-laki yang kemarin kutarik begitu saja.
"iya~ makanya aku ingin membantumu" jawabnya
"begitu.."
"kemarin maaf, ya aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian. Habisnya aku syok ketika tiba-tiba saja kau menarik tanganku" tambahnya.
Aku menggelengkan kepala perlahan. Masih menatapinya dan menciumi harum nya bunga yang hanya tumbuh satu itu.

"boleh aku tanya namamu?" tanya lelaki itu.
"Miyachika Naomi.." aku menjawabnya sambil terbawa senyum.

Setelah itu aku membungkukkan badan meminta izin untuk kembali ke gerbang. Ya, bel sekolah sudah berbunyi dan aku harus segera masuk ke kelas.
.
.
.
"hey Yuuki!!" aku segera menemui Yuuki ketika tiba di kelas. Memukul mejanya dan mengagetkannya
"Ada apa?" jawabnya sedikit cuek
"aku di beri sebuah bunga nih, dari seorang anak laki-laki" ucapku memperlihatkan bunga yang tadi ke hadapan Yuuki
"siapa?" 
"siapa? Aku tidak tau namanya.." Aku terlihat seperti orang bodoh ketika menjawab pertanyaan yang satu itu
"lagi-lagi.. Kau itu tidak pernah menanyakan namanya ketika bertemu seseorang" Dengan wajah melesu Yuuki menidurkan dirinya di atas meja.

Ah~ iya nama ya! Tadi lelaki itu menanyakan namaku dan aku lupa bertanya siapa namanya karena takut datang terlambat. Tapi.. "Kyoko dan Arii pasti mengenali lelaki itu" tambahku.
Yuuki sama sekali tak memberikan respon apa-apa.

Wajar saja, dia anaknya cukup pendiam sih !!

Kemudian pada jam istirahat aku menemui Kyoko dan Arii yang memiliki kelas yang sama. Aku masuk ke dalam kelasnya dan "lihat ini, anak laki-laki yang kemarin kutarik memberikan bunga padaku" sorakku
"wah? benarkah" kyoko terlihat kaget
"iya, tadi pagi aku mencoba mengambil bunga ini, cantik sih. Tapi terlalu tinggi. Dan dia memanjati kursi untuk membantuku mengambilnya" jelasku
"apa? kereeen! Apa kalian sudah berkenalan? Siapa namanya? Berada di kelas berapa?" Kyoko dan Arii kompak menanyakan pertanyaan itu lagi di depanku.

Aku diam dan sejenak berpikir, "tapi aku tidak tanyakan siapa namanya"
"yaah~ Kau BAKA, Naomi" Arii memukul bahuku

Bunga yang cantik itu, sebentar lagi pasti sudah musim semi. Musim dinginku yang sangat buruk, Meninggalkan masa SMP dan meninggalkan Mizuki-kun. Aku berpikir untuk melupakan semuanya.
Dan coba kuucapkan lagi, "bagaimana kalau aku mengejar lelaki itu"
Kyoko dan Arii diam lalu menatapku aneh.

"apa maksudmu? Kau tidak tau siapa namanya dan dia kelas berapa!" Arii
"benar juga, ya?"

Kami bertiga sama-sama terdiam seketika di dalam kelas. Sama-sama menundukkan kepala dengan alasan penyesalan yang aneh.


#Noel's POV#

Hari ini aku ingin ke kelas Naomi. Ingin menanyakan, apakah dia bawa bekal hari ini?

Aku bawa bekal lebih..

Sambil menenteng bekal, aku berjalan menuju kelas 10-C. Kelas yang tak jauh dari kelasku 10-A.
"Yuuki, mana Naomi?" ucapku ketika melihat Yuuki duduk sendiri di tempat duduknya
"kau tidak bertemu dengannya? Tadi dia ke kelas Kyoko dan Arii" jawab Yuuki. "ah tumben kau bawa bekal? Seperti anak perempuan saja" tambah Yuuki melihat ke arah bekal yang kubawa.
"oh ini, ibuku yang membuatkannya. Habisnya tadi pagi aku tidak sempat sarapan. Dan, Kyoko juga Arii kelas berapa, ya? aku lupa" sahutku
"10-G"

Cukup jauh dari kelas ini. Tapi aku segera meninggalkan Yuuki dan berjalan menuju kelas G yang kalau tidak salah terlantar ke lantai 2.

Di perjalanan menuju lantai 2, aku melihat kakak.
Iya, kakak yang sudah dipisahkan oleh Ayah sejak masih kecil. Dan satu-satunya cara kami bertemu hanya di sekolah ini.

"Oniichan!!!" sapaku berdiri di depannya
"Noel, lama tidak melihatmu! Kamu sekolah disini juga, ya? waaah.." jawab Niichan tersenyum sangat ramah

Dan tak banyak yang bisa kutanyakan,
"Genki ka?" tanyaku
"Genki. Noel? Bagaimana ibu? apa sehat?" jawab Niichan dan kembali bertanya
"Ibu? Sehat. Bagaimana dengan ayah?"

Pertanyaan yang selalu kami lantunkan setiap kali bertemu. Dan jawaban yang sama.
"ayah, Baik.. Kau membawa bekal? wah, Aku kangen bekal buatan ibu" Ucap Niichan yang melihat ke arah bekalku.

Hari ini aku meminta ibu untuk membawa lebih agar bisa makan bersama dengan Naomi. Tapi,
"niichan mau? Kita makan sama-sama ya, diatap?" ajakku
"boleh, ayo!" Dengan semangatnya niichan menarik tanganku dan berjalan menuju atap.

Ini kakakku yang ingin kuperkenalkan pada Naomi. Kiriyama Shota. Kakak yang sangat kukagumi karena senyumnya yang sangat tulus itu. Kelasnya di lantai 4 dan kami jarang bertemu.

Kemarin aku sempat merasa bersalah pada Naomi karena membuat perjanjian dengannya saat istirahat untuk bertemu dengan kakak. Tapi, pagi-pagi sekali aku mencari kakak di kelas yang tidak ku ketahui, namun tak kunjung bertemu. Dan lagipula Naomi sepertinya sudah tidak ingat janjiku.

Tapi janji tetaplah janji, kan?
"Niichan kelas 2 berapa, sekarang?" tanyaku melihat ke arah Niichan yang sedang lahap makan
"2-E" jawabnya sambil tersenyum.
Terkadang kakak seperti memiliki dua kepribadian, dia terkadang terlihat menyenangkan tapi terkadang sangat dingin. Namun hanya denganku dia bisa sesemangat ini. 
"Noel itu adik yang paling ku sayangi. Jaga ibu, ya. Aku percaya padamu"
Kami berpisah seketika dan Ayah melarang pertemuan kami. Tetapi ibu sangat menyayangi kami berdua terutama Niichan. Karena Niichan orang yang pintar dan bisa segalanya. Wajahnya juga sangat keren. Mungkin saja kalau dengan Naomi...

"Niichan sudah punya pacar sekarang?" tanyaku tiba-tiba
Membuat Niichan menghentikan makannya dan melihat ke arahku. "kenapa bertanya begitu? aku belum bisa memilih mana yang terbaik. Kenapa, Noel?"

"aku ingin meminta tolong dengan Niichan. Sebenarnya sudah jauh hari mencarimu. Tapi tak kunjung bertemu" aku menatapi niichan
"meminta tolong apa? apapun akan kulakukan untuk Noel" dan Niichan tertawa dengan sangat ramahnya.

Ia membuatku ingin berpikir, alangkah baiknya menjadi seperti kakak.

"aku.." sedikit gugup tapi... "aku ingin niichan menjadi pacar orang yang kusukai. Hanya hingga dia sudah kembali pulih dari sakit hatinya atas pacarnya"

"orang yang kamu sukai? siapa? kenapa kau yang tidak berusaha jadi pacarnya?" jawab niichan
"Kalau denganku sangat tidak mungkin. Dia sudah menganggapku teman dekat. Namanya Miyachika Naomi.."

"apa?"
Dan kata-kataku yang baru saja, membuat Niichan terkaget dan melepaskan Sumpit yang sedang ia genggam.

#Naomi's POV#
"hari ini sepulang sekolah tunggu aku di gerbang ya, Naomi-chan" pesan masuk dari Noel baru saja kuterima.
"eh, tumben Noel memintaku menungguinya di gerbang. Biasanya kalau ada keperluan dia langsung menuju kelas" ucapku berbicara ke arah Yuuki. Tapi Yuuki tak merespon apa-apa.
Jangan-jangan Noel sudah menemukan orang yg tepat?
Aku kembali sedikit tersenyum-senyum sendiri di kelas.
~Sepulang sekolah
Aku berlari cepat bersama Kyoko, Arii, juga Yuuki menuju gerbang. Dengan nafas yang terengah-engah aku melihat Noel berdiri dengan seseorang.
Dan seseorang itu terlihat seperti..
 "boleh aku tanya namamu?"
Langkahku segera berhenti di tempat yang cukup jauh dari tempat Noel.
"kenapa berhenti, Naomi?" tanya Yuuki yang juga ikut berhenti
"Kyoko, Arii.. apa mataku sudah minus?" tanyaku melihat ke arah Kyoko dan Arii
"tidak, kau melihat dengan benar" jawab Arii
Kenapa mereka saling kenal?
Noel dan lelaki yang tadi pagi?
Aku berpikir sejenak, antara harus melanjutkan langkahku atau tetap berhenti seperti ini memperhatikan perbincangan mereka di depan sana..
-TO BE CONTINUED-
NB : EPISODE 3 Klik Here >>
Episode 2 selesai !! >.<
Terima kasih bagi yang telah membaca dan aku meminta maaf jika ada alur yang sangat jelek. Walau sudah banyak FANFIC tapi aku tetap saja belum bisa membuatnya dengan sebaik mungkin. Orang yang masih labil sepertiku memang sungguh kacau kalau berhadapan dengan FANFIC tapi aku benar-benar sangat ingin menulis. Habisnya aku suka membuat FANFIC yang bahkan diriku sendiri bertanya-tanya apa maksud ceritanya meski ENDING nya sudah sedikit agak bisa di tebak :D

Tapi entah kenapa aku berpikir Iwahashi Genki itu adalah orang yang sangat keren yaa !! :D hahahaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman