Ini adalah fanfic ku yang kedua, hmm sejenis fanfic bukan short story :))
rencananya ini belum ingin saya publikasikan karena alasan fanfic ini daya hayal nya cukup tinggi sekali T^T tapi ketika saya membuka blog yang lain, saya rasa masih ada banyak orang yang memiliki daya hayal yang tinggi.. jadi saya putuskan untuk mempost nya hari ini ahha !!
maaf bagi ada yang baca dan ceritanya kurang menarik atau bahasanya kurang bagus =_=
HONTOU NI GOMEN NASAI~
123
Tittle :
It’s…
Main cast :
Aoi
Word :
4.155
Date :
2012.12.31
Keterangan : cerita
ini hanya fikti belaka, hanya terdapat kesamaan tokoh tetapi tidak ada sama
sekali kesangkutan dengan tempat dan hari kejadian!
Dibuat waktu aku pertama kali
meng-idolakan Kouchi Yuugo, ahha :D
yapp mari lanjut ke cerita !!
∷∷∷
“Aoi
sayang, bagaimana dengan nilai-nilai hasil Ujian mu? Apakah bagus?” Tanya ibu
yang menghampiriku di depan kelas
Aku
tersenyum manis kepada Ibu. Sedikit menganggukkan kepala. Rasanya nilai-nilai
yang kuraih ini sesuai dengan apa yang kuharapkan. Dan sebentar lagi aku akan…
.
.
.
8 bulan yang lalu…
“Aoi!
Kenapa kau masih duduk di depan televisi? Bukankah sejak tadi ibu sudah meminta
mu untuk membeli makanan diluar?” lagi-lagi ibu berteriak di depan pintu
kamarku.
Aku
sama sekali tak menoleh kearah ibu. Tatapanku masih saja lurus. Dan tau apa
yang kulihat?
Iyaa..
itu pangeran Kouchi Yuugo ku! Entah kenapa sejak pertama kali melihatnya di
layar televisi aku jadi begitu mengaguminya. Dan mungkin lebih dari itu. Salah
satu anggota Johnny’r Jr terkenal di Jepang. Dia unik dan aku begitu suka. Aku
rela menghabiskan hari-hariku di depan televisi hanya untuk menyaksikan setiap
penampilannya. Membeli beberapa majalah yang keluar tiap minggunya, dan
harganya adalah harga yang cukup mahal bagi anak sekolah sepertiku. Hari-hariku
membeli beberapa CD nya dan seisi komputerku di penuhi dengan koleksi
foto-fotonya dan mungkin juga foto-foto yang lain.
Ingin
sekali bertemu langsung dan menyaksikan penampilannya yang “keren” itu! Tetapi
tempat kelahiranku cukup jauh sekali dari Tokyo. Kyoto -__-
Membutuhkan pesawat atau kereta super cepat agar bisa
berlabuh di Tokyo. Dan aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di ibu kota
seperti itu seumur hidup.
.
.
.
“Aoi!”
itu suara kakak di depan pintu kamar
“unn~”
aku hanya menjawab tanpa menoleh kebelakang
“kau
tidak ingin mengantarku ke stasiun? Hari ini aku harus kembali ke Tokyo untuk
melanjutkan kuliah..” tambahnya
Oneechan… kakak perempuan yang 2 tahun
lebih tua dariku. Dia termasuk siswa yang pintar dan mendapatkan beasiswa
kuliah di Tokyo. Sejak lulus SMU, dia melanjutkan kuliah disana dan ia tinggal
di Apartement. hontou ni sugoii!!
Tapi
bagaimanapun kakak, tetap saja..
“kan
hanya mengantarmu ke stasiun, kau tidak pernah membawaku untuk tinggal di
tempatmu. Jadi hanya membuang waktuku saja.” Ucapku sedikit cuek dan tetap
melihat sang idola di layar tv. Haha..
“Kouchi Yuugo lagi ya?” perlahan kakak berjalan ke tempatku dan duduk di sebelahku
“unn~”
aku tersenyum
“terserah
kamu mau bagaimana ke dia, tapi jangan terlalu mengidolakan mereka. Mereka
hanya didunia hiburan, bukan?”
“tapi
aku begitu menyukainya, neechan!”
“memangnya
dia tau kamu seperti ini? Memangnya dia tau kamu mengkoleksi semua barangnya
seperti ini?”
“itu…”
“diluar
sana ada banyak yang menyukai dia juga, aoi! Dan dia hanya mengetahui seberapa
banyak, bukan siapa yang menyukainya. Jadi,”
“akh!
Kakak jangan bicara lagi! Berisik!!” bantahku.
“aku
hanya mengingatkanmu Aoi. Habisnya ibu sering menceritakan tentang itu padaku
selama aku disini!”
“kakak
tau apa? Aku yakin suatu hari akan bertemu dengannya. Dan suatu hari dia akan
tau denganku! HANAZAWA NAOMI!”
“hah,
terserah deh~” kakak berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar
meninggalkanku.
Tidak
hanya kakak. Ibu juga sering menasehatiku seperti ini. Habisnya aku baru
pertama kali menyukai ini. Dan rasanya menyenangkan. Rasa suka itu seperti nya
lebih dari seorang idola. Aku tau aku hanya orang biasa dan dia adalah seorang
artis yang memiliki banyak penggemar.
Dari
dulu aku memang sudah tau, kalau para-para artis baik dalam ataupun luar negri,
hanya mengenal seberapa banyak penggemarnya, tanpa mengenal siapa saja
menggemarinya.
Dan
itu sudah hal yang sangat biasa bagi orang-orang sepertiku. Tapi jika saja ada
waktu yang mempertemukanku dengannya,,
Seperti mimpi….
~malam harinya~
“dari
tadi pagi kau baru keluar sekarang?” sahut ibu sedikit kesal dari ruang tamu
“kakak
mana, kaasan?” tanyaku melihat seisi
rumah sudah sangat sepi
“kau
bahkan tidak tau kakak mu sudah kembali ke Tokyo tadi siang! Lebih baik kau
belajar giat supaya bisa lulus dengan hasil yang memuaskan agar bisa seperti
kakakmu, daripada kau harus membuang uang dan waktumu hanya untuk melihat
lelaki itu” jelas ibu dan meninggalkanku
Kesal?
Tapi
ibu memang selalu menuntutku untuk giat belajar. Sejak kepergian ayah, kami
tidak punya banyak uang untuk menyekolahkanku di sekolah swasta lagi. Meskipun
sejak sekolah dasar hingga sekarang aku berada di sekolah swasta karena
nilai-nilaiku yang sama sekali tak memungkinkan.
Akh! Belajar itu berat!
Bahkan
meski aku sudah sering mengikuti pelajaran tambahan, tetap saja nilaiku masih
saja buruk. Tidak mengerti kenapa kakak di masa SMU nya yang hanya
bermain-main, tetapi bisa selalu mendapat prestasi seperti itu di tiap
tahunnya.
Curang! Iya, begitulah selalu kuucapkan.
Ohya,
tentang idolaku, keren! Diusia yang sebaya denganku bahkan ia sekarang sudah
lulus dari sekolah menengah dan akan melanjutkan ke Universitas. Dan yang
pastinya itu seperti universitas yang bagus di Tokyo.
Selalu
berusaha agar bisa seperti Kouchi Yuugo, yang biasa kupanggil dengan sebutan “Kou-kun”.
Rasanya enak memanggilnya seperti itu,
Hal-hal
menarik itu, hobbynya!
.
.
.
“hey,
boleh aku bermain dengan kalian?”
“ah?
Hanazawa?”
Iya, berdiri di tepi lapangan dan menyapa
semua anak laki-laki dengan ramahnya.
“kau
ingin main dengan kami? Memangnya kau bisa apa?” kecewanya, mereka selalu
mengeluh saat aku mulai berusaha bergabung dengannya
“unn~
seperti menendang, penjaga gawang, atau yang sering disebut…”
“penjaga
gawang?”
“hahhahah”
mereka semua terlihat menertawakanku
“apanya
yang lucu?”
“bagaimana
kau bisa bermain bagus dengan kami semua, sementara ‘kiper’ saja masih kau
sebut dengan sebutan’penjaga gawang’? dasar anak perempuan!” mereka semua
meninggalkanku dan kembali bermain.
.
Dan bagaimana dengan
berikutnya?
.
.
“berapa
harga tiket untuk bisa bermain bowling,
paman?” aku berdiri di depan pintu masuk menuju ruangan bowling yang letak nya tidak begitu jauh dari sekolahku
“anak
sekolah dilarang bermain bowling
disini, dan lagi kau juga anak perempuan!” jawab paman itu dengan omelan-omelan
anehnya
“yah!
Apa salahnya kalau aku anak perempuan, siapa tau dengan bermain pertama kali,
aku bisa dan bisa ikut pertandingan gitu..!” balasku
“apa?
Pertama kali? Kau kira bowling itu
gampang? Sebaiknya kau keluar atau kutelfon orang tuamu!”
Lelaki
tua itu membawaku keluar ruangan. Menyebalkan!
.
Tapi
aku tak pernah merasakan kata “menyerah”. Masih ada hobi Kou-kun lagi yang
belum kucoba. Tenis!
.
.
“Senpai,
bermain tenis itu susah kah?” dan kali ini aku ingin berbasa basi dahulu
sebelum langsung ke topik pembicaraan
“tidak
begitu susah, tergantung cara orang memainkannya. Memangnya kenapa? Kau ingin
mencoba?” kakak kelas yang baik hati itu meminjamkan Raketnya kepadaku. Dan
membawaku ketengah lapangan dan bermain dengan anak-anak sebayaku
“bisa
kau bermain dengan adik kelasku? Tapi jangan terlalu susah, dia ingin mencoba
bermain” ucap senpai kepada seorang anak laki-laki yang tengah bermain di depan
sana
“belum
pernah mencoba, ya? Bagaimana kalau dia terkena lemparan bola, senpai? Anak
perempuan biasanya cengeng dan ia bisa melaporkanku pada ibunya jika terkena
sedikit ‘lecet’” jawabnya cukup menyebalkan
“kan
sudah kubilang, pelan-pelan. Sebagai pemain tenis yang cukup unggul, harus nya
kau bisa bermain dengan lembut juga, kan?”
Senpai
meninggalkanku di tengah lapangan. Dan lelaki itu mulai melempar bola. Pelan? Tapi
itu terlihat sangat cepat dan aku sama sekali tak bisa membalas lemparannya.
“hey!
Kenapa bola yang kau lempar terlalu cepat, hah?” bentaku
“ini
bukan badminton! Lemparan bola jauh lebih cepat meski kau bermain dengan pelan!
Kuso!! Dengan wajah kesal, aku meletakan
Raket itu dan berlari keluar lapangan. Rasanya tubuhku panas dan ingin segera
mengeluarkan api!!
.
.
Selalu
begini, bahkan jika aku sudah berusaha sekalipun, aku tak pernah bisa
menyamainya. Dan bagaimana jika sewaktu aku mencoba makan omlette. Waktu kakak
liburan kerumah dan mentraktir kami makan di sebuah restoran yang cukup mewah
di Kyoto.
“Aoi,
kau mau pesan yang mana?” kakak melihat dengan tatapan sedikit mencurigakan
“anoo..
o-mu-omurice..” tulisannya seperti オムリセ.. dan aku tidak begitu bisa membacanya
dengan baik dan benar
“untuk
membaca saja kau tak bisa, bagaimana kau bisa memakannya?” bantah kakak
“sebaiknya
kau pesan yang lain saja” tambah ibu
“aku
ingin pesan yang ini ibu…”
“ya
sudah, kalau tidak enak kau harus tetap menghabiskannya” kakak mulai memesan
kepada pelayan
Dan
tau bagaimana rasanya? Bagi yang lain mungkin terasa enak, dan apalagi bagi
Kou-kun. Tapi ini rasanya.. bueeehh..
mungkin karena tidak biasa memakan yang seperti ini di rumah, sehingga rasanya
cukup banyak berbeda. Dan aku harus menghabiskannya. Balik dari sana, aku
berulang kali bolak-balik toilet dan ibu melarangku memakan omurice (omelette)
lagi.
.
.
“waah
tasmu, sampul bukumu, tali sepatumu, pita rambutmu, semua berwarna biru, ya,
Aoi?” teman-teman yang menemuiku di kelas
“atau
karena namamu? Aoi=biru” tambah yang lain
“ne~ne~
aku kan suka warna biru..”
Seperti yang dilakukan Kou-kun. Karena dia
yang begitu menyukai warna hijau, sehingga dia dijuluki “Midori-kun”. Dan aku
tidak perlu dijuluki apapun karna memang namaku sudah cukup melambangkan..
Tapi..
“Aoi,
bukankah disekolah ini dilarang sepatu seperti itu? Dan bagaimana dengan tas mu
itu! Harusnya kau memakai dengan seragam seperti yang lainnya” beberapa sensei
memarahiku di koridor.
Menyebalkan. Dan aku dilarang lagi
memakai yang seperti itu di sekolahan.
.
.
Dan
bagaimana dengan kejadian beberapa bulan yang lalu?
Kou-kun memakan T-shirt dan celana pendek sebagai
kostum tidurnya, dan aku juga seperti itu. Tapi karena takut kedinginan aku
akan memakai kaos kaki dan switter sebelum tidur.
Namun
ibu marah dan memaksaku untuk memakai kostum tidur seperti biasanya. Dengan
alasan, cuaca dimalam hari lebih dingin daripada di Tokyo karena kami tinggal
di daerah pegunungan.
Dan
masih banyak hal lain yang kucoba lakukan supaya memiliki sedikit kesamaan
dengan Kou-kun. Tapi tetap saja, semuanya masih sia-sia. Begitu mengaguminya
dan berusaha seperti dirinya. Yap, aku hanya orang biasa yang kemungkinan tidak
semua yang bisa kulakukan.
“ohya,
bagaimana dengan nilaiku yang terkenal sangat jelek di kelas? Kemungkinan besar
aku mendapat nilai yang rendah di pelajaran matematika karena aku berusaha
membencinya seperti Kou-kun yang kurang menyukai pelajaran matematika”
Dan
hari itu kejadian dimana orang tua kami semua dipanggil untuk mengambil nilai
hasil ujian tengah semester. Aku kembali tersenyum, sedikit percaya kalau
nilaiku pasti lumayan baik kecuali matematika. Karena aku sudah berusaha
belajar semampuku kecuali hanya dalam pelajaran yang satu itu..
Lalu..
“sebaiknya
Naomi harus diberi pelajaran yang khusus lagi di rumah, bu” ucap sensei
mengomeli ibuku.
“anak
saya apakah ada peningkatan?” Tanya ibu
Sensei
menggelengkan kepalanya dan membuka hasil ujianku
Dan,
buruk! Semua nilaiku berada dibawah angka 6 dan hanya matematika yang berada di
angka 9.
Sial!!!
Dirumah
dengan kesalnya, aku membunyikan lagu Arashi – Monster berulang kali. Dengan
suara yang cukup keras. Hingga ibu berkali-kali marah besar padaku sehingga ibu
harus memadamkan listrik di rumah agar tak ada keributan lagi.
Sedih?
Begitulah. Menyukai idola yang sangat berbeda sekali dengan kita. Berpikir, apakah Kou-kun menyadari usahaku?”
.
.
Tapi
kali ini… hari ini…
“Aoi,
ini punya mu kah?” malam itu waktu ibu kesal karena tidak mengantar kakak ke
Tokyo, tetapi masih masuk ke kamarku
“aa?
Switter itu? Bukan, punya kakak mungkin..”
“ya
ampuuun, dia pasti sangat kehilangan sekali, besok kau masih libur kan Aoi? Kau
yang mengantarkannya, ya ke Tokyo? Nanti kalau terlalu lama kakak mu bisa
kedinginan disana. Apalagi sebentar lagi mau musim salju, kan?”
Ibu terlalu menyayangi kakak. Coba kalau
misalkan switterku yang ketinggalan, mungkin ibu seolah tak tau apa-apa!
.
.
.
Tokyo. 12.15pm
“neechan
tinggal di daerah mana? Aku akan kesana sekarang, tapi aku tidak tau ada dimana
saat ini” panggilan telfon itu terdengar kurang jelas, dan aku hanya berdiri di
tengah-tengah jalanan sambil melihat ke segala arah. Ada banyak tulisan kanji,
tapi aku kurang bisa membaca kanji dengan baik.
“yasudah,
begini saja, sebagai hukuman kau tak mengantarku kemarin, kau putar-putar saja
di sekitar Tokyo, nanti kau ketemu sama gambar koki dengan baju pink, eh itu
restoran, satu-satunya di Tokyo, tidak begitu jauh dari tempat kau turun
stasiun, nanti jika kau sudah berada disana, hubungi aku dan aku akan kesana
segera..” telepon itu segera dimatikan
Bagaimana
aku bisa berputar-putar mencari restoran aneh itu jika stasiun tempat aku turun
tadi saja, aku sudah tak ingat. “kalau bukan karena ibu yang memaksa, aku
takkan mau mengantarkan switter ini kesini!!!”
“eh?
Sebentar, apa ini artinya, aku.. tersesat?” mulai panik dan akhirnya aku hanya
diam.
Tapi
aku tak ingin terlihat sangat panik, aku mencoba tersenyum dan bagaimana kalau
kunikmati saja disini?
Seperti
membeli ice cream, dan makanan-makanan kecil lainnya. Dan.. Shitake
mushroom.. makanan yang tidak disukai Kou-kun, dan jika ia
tidak menyukainya, mungkin saja aku menyukainya. Ya, idola yang berbeda
denganku.. sangat!
.
.
.
Beberapa jam kemudian,
Aku sudah
tersesat cukup jauh, dan jika malam tiba tetapi masih belum menemukan tempat
tinggal kakak…
Bruuukkk…
Seseorang tiba-tiba
menabrakku, dan ice cream yang baru saja kubeli untuk ketiga kalinya, tertumpah
di baju, hmm maksudnya switter ku. Seorang lelaki dan warna rambutnya itu
seperti..
“Kouchi Yuugo?”
Lelaki itu terjatuh di depanku, dengan topi dan pakaian
serba hitamnya. Sehingga menutup mulutnya dengan masker. Kemudian membungkukkan
badannya di depanku meminta maaf dan kembali berlari meninggalkanku dengan
nafas yang sudah terengah-engah.
Aku hanya diam menatapi lelaki itu berlari begitu saja.
Dan tak lama kemudian, beberapa anak perempuan yang kira-kira sebaya denganku
bersorak berlari mengikuti lelaki yang sudah pergi tak jauh dari tempatnya tadi
berlari. Sambil bersorak “Kouchi Yuugo!!!”
Ahh… mataku
yang cukup sipit mulai terbuka kaget.
“itu, Kou-kun? Kenapa bertemu secepat ini? Padahal baru
ke Tokyo pertama kali!!” aku sedikit berbicara dan berlari berlawanan arah.
Jika tadi ia berbelok kearah kanan sementara masih ada
jalan di depan dan sebelah kiri, otomatis jika ini Tokyo, ada beberapa jalan
yang menghubungkan dengan jalan kanan. Dan pastinya berlawanan arah!
Mengenali trik seperti ini dalam Game~ dan pernah
berlatih lari cepat dan meloncati beberapa tiang seperti yang kucoba dalam
Game.
Lari, dan lompat, itu yang kulakukan hingga..
“ketemu!” aku melihat Kou-kun dengan masker putih nya
terengah-engah mencari jalan berikutnya.
Ini seperti komplek seperti tempat bermain ku sewaktu
kecil di Kyoto, “anoo.. Kouchi Yuugo, kemari!” teriakku
“aa? Aku?” lelaki itu melihatku
“iya” aku berlari kearahnya dan menarik tangannya
kemudian bersembunyi!!
.
.
“wah, Kouchi Yuugo!!!” para gadis-gadis itu mulai
berpencar ke segala arah dan tanpa melihat kami.
Tentu saja, bersembunyi di balik tempat sampah.
.
.
Lelaki dengan topi hitamnya itu berdiri dari duduknya. Dengan
nafas yang masih sesak seperti itu dan wajah nya yang banjir dengan keringat,
membungkukkan badannya dan mengucapkan terima kasih.
“a-arigatou gozaimasu!!! Maaf telah mengotori
swittermu!” ucapnya
“da-daijoubu..”
Jika saja aku sempat
jatuh ke dalam danaupun gara-gara di dorong Kou-kun, takkan jadi masalah
buatku. Tapi..
Ia membuka maskernya dan
menyalamiku.
“sepertinya kau bukan orang sini, kau mengenaliku juga,
ya?” ucapnya
Kakkoi na! jauh
lebih keren daripada yang sering kulihat di televisi dan yang lainnya. Yang
sekarang tersenyum padaku, dan dengan keringat itu dia terlihat jauh lebih
keren. Rasanya.. aku ingin terbang keudara sambil berputar-putar karena saking
bahagianya..
“anoo.. namamu siapa?”
tambahnya lagi
“itu… aku Hanazawa Naomi. Tapi semua orang biasa
memanggilku dengan Aoi, tapi jika itu kau mau memanggilku dengan nama dep..”
“haha, Aoi, ya? Biru. Keren juga” dia tertawa. “mau
kemana dengan tas yang lumayan besar itu? Apa mau menemui seseorang?” tambahnya
“iya, mau ke tempat kakak, tapi belum pernah ke Tokyo
sebelumnya. Jadi..” mencoba berbicara menghilangkan kegugupan
“mungkin aku bisa membantumu, sebagai balasan telah
menolongku, Aoi?”
“tapi para gadis itu masih mencarimu, kalau nanti ke..
hmm..”
“hmm?”
“coba pake ini”
Aku menunjukkan switter kakak yang kukeluarkan dari
dalam tas.
“juga, kita tukar pakai rok saja. Kamu jadi perempuan
aku jadi laki-laki. Tenang saja, aku punya beberapa alat make-up yang ibu
titipkan untuk kakak juga kacamata yang kupakai biasanya di kelas” aku
mengeluarkan semua alat-alat make up itu.
“wah, ide yang menarik juga”
Dan kata-katanya itu baru
saja membuatku berdebar. Orang yang sudah lama kuharapkan untuk bertemu itu
ternyata ada di depanku dan sekarang tertawa bersamaku. Dia menerima ide aneh ku..
.
.
.
“apa tak apa aku memakai rok mini seperti ini? Dan juga
kaos kaki sepanjang ini” ia sedikit mengeluh
“tenang saja, Cuma sementara waktu hingga kita sampai
ke tempat kakak. Lagipula dengan make up yang seperti ini, takkan banyak yang
mengenalimu.”
Kacamata milikku, rok dan baju sekolahku serta switter
kakak yang ia pakai. Sepatu juga kaos kaki. Rasanya ada kebahagiaan sendiri. Dan
syukurlah switter kakak cukup besar sehingga bisa menutupi rambutnya. Dia
terlihat cantik. Bahkan lebih cantik dariku -____-
Dan aku? Memakai pakaian hitamnya dan celana hitam. Topi
yang menggulung rambutku ke atas. Sugoii!!
Semuanya hingga ke sepatunya sangat kebesaran hingga
aku susah sekali untuk berjalan, tapi pakaianku? Cocok untuknya!
…
“Yuugo!!” panggilan beberapa wanita itu akhirnya
mendapati kami.
Mendorong Kou-kun yang berpenampilan seperti wanita dan
menggerubungiku.
“nani?” Tanya ku kaget
“aaakh, ternyata orang lain!!!”
“ya ampun, kita kehilangan Yuuchaaaan!”
“mungkin dia masih ada di sekitar sini”
“ayo kita berpencar lagi”
Dan mereka mulai meninggalkan kami.
“Kou-kun? Daijoubu desu ka?” ucapku berdiri di depan
Yuugo yang sempat terjatuh
“kou-kun?”
“haha, seperti enak saja memanggilmu seperti itu” aku
tertawa
“daijoubu desu.. ayo lanjutkan ke restoran”
.
.
“kore?!”
Iya ini restoran yang di bawa kou-kun, restoran yang
cukup terlihat asing untukku.
“sekarang, hubungi kakakmu.”
“hai~”
Akupun kemudian menghubungi kakak dan beberapa menit
setelah itu, ia datang dan menghampiri kami. Ternyata tempat kakak tinggal
tidak begitu jauh dari restoran. Dan kakak..
“waaah kau lama sekali, padahal kakak sudah buatkan
makanan kesukaanmu!!” kakak memukul kepalaku
Sempat, seketika matanya melihat kearah Kou-kun, dan ia
hanya diam tapi berulang melihat diantara kami berdua. Kemudian tanpa berbicara
banyak lagi, kakak segera membawaku ke tempatnya..
…
“sugoii! Apartement neechan
kereeeen!!” ucapku melihat ke sekeliling
“kakak kan sudah pernah bilang, kalau kau dapat
beasiswa juga di Tokyo, kakak juga akan carikan apartement yang bagus juga
dekat sini” jawab kakak
“nggak mungkin, nee~
nilaiku jelek” wajahku mulai melesu
“Aoi pasti bisa! Untuk mendapatkan beasiswa tidak
begitu sulit kok!” bantah Kou-kun
melihat kearahku dan tersenyum
Kereeeen!!
Kakak seketika melirik kearahku dan sedikit tersenyum.
“hah lihatlah kalian berdua kotor-kotor begini, aoi
cepat ganti bajumu di kamar. Dan kau, kau Yuugo Kouchi, kan?” kakak mengalihkan
pembicaraan
“ha-hai~”
“kamu ingin makan sesuatu, kamu bisa buat omelette? Bukankah
kau pernah mengatakan itu di wawancara waktu lalu? Tak sengaja aku melihatmu. Mau
buat bersama?”
“wah, bisa-bisa. Ayo neechan!”
Dan kou-kun memanggil kakak dengan sebutan ”neechan” seperti aku memanggil biasanya.
Hah! Rasa kagum itu berubah menjadi rasa suka..
.
.
.
Di kamar kakak..
“hah, kau banyak
sekali CD-CD nya? Padahal sudah jelas sekali disana Yuugo Kouchi jarang terlihat”
“neechan, bagaimanapun yang
penting ada Kou-kun kan?”
“seharusnya kau belajar hemat
supaya bisa masuk kuliah di Kyoto, karena dengan nilai yang seperti itu sangat
tidak memungkinkan kau bisa ke Tokyo dengan beasiswa”
CD nya?
Baru saja aku membuka pintu kamar kakak, aku melihat beberapa
buah CD ku yang hilang.
“NEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEECHAAAAAAAAAAAANNNNNN”
Teriakku seketika dari dalam kamar sehingga
kakak dengan wajah paniknya segera berlari membuka pintu kamar.
“ada apa? Kau mengagetkanku!!”
“katamu, kau benci dengan CD CD yang sudah kukoleksi
ini? Kukira semuanya hilang karena aku salah letak! Rupanya neechan yang sudah
mencurinya!! Kau tau, aku mengumpulkan semua uangku untuk membeli semuanya. Aku
rela tak usah pergi sekolah dengan kereta agar bisa mengumpulkan uang. Dan
neechan tau? Jarak rumah hingga sekolahku sangat jauh!!” aku kesal, iya kesal
pada kakak
“kau tau kenapa aku melakukannya? Ini semua demi
kebaikanmu, agar kau tidak terlalu mengidolakannya! Kau harus sungguh-sungguh
belajar! Kau harusnya ingat, setelah ayah meninggal ibu tidak bisa mengeluarkan
banyak uang seperti dulu lagi. Kita semua harus berusaha keras agar bisa tetap
hidup seperti yang lainnya!! Lagipula, setelah hilang, kau kan bisa download
lagi dan bisa membeli CD baru!!”
“BAKAYARO!!!! Aku benci kakak! Kakak tidak pernah
mengerti! Suka! Aku menyukai lelaki seperti dia. Apa salah? Aku tau aku hanya
orang biasa, sementara Kouchi Yuugo? Kakak pernah bilang, dia hanya tau berapa
orang yg menyukainya, bukan siapa saja, dan aku sudah mengerti. Dan rasa suka
itu sama sekali tak menjatuhkanku begini!!”
“hah? Berlatih sepak bola? Bowling? Dan tenis yang
kemudian kau gagal melakukannya.. kau juga mencoba makanan yang ia sukai meski
harus bolak balik toilet? Dan lebih parahnya, juga ikut membenci pelajaran
matematika meski akhirnya hanya nilai matematika mu yang mendapat nilai 9. Kau
konyol sekali!” bentak kakak kemudian
“TETAP SAJA KAKAK TIDAK MENGERTI APA YANG KURASAKAN!!”
balasku ikut membentak juga
“terserah kamu lah! Jika kamu mau bawa pulang terserah.
Jangan terlalu keras berbicara, dia ada di tempat yang sama, bisa gawat kalau
mendengarmu bicara begini. Setelah makan malam, kita akan mengantarnya kembali.
Ohya, besok dia mengadakan konser lagi. Karna tadinya mengetahui kamu datang
kesini, makanya tadi siang kakak ikut antrian untuk membeli tiketnya”
“waaaah? Hontou ne? arrigatou neechaaaaan!!!” aku
segera memeluk kakak
Rasa kesal pada kakak itu kemudian hilang seketika dua
lembar tiket di perlihatkan pada kakak ke depan mataku. Dan rasanya bagaikan
mimpi. Harapanku untuk bertemu dengannya di Tokyo dan menyaksikan penampilan
nya pertama kali. Hontou ni sugoii!
“ayo, kita persiapkan makan malam dan mari makan
bersama”
Saat membuka pintu kamar, aku sudah melihat Kou-kun
dengan hidangan Omlette nya. Waah padahal aku pernah bolak-balik toilet
gara-gara ini, tapi mungkin yang kedua kalinya.. nggak akan~
.
.
.
Setelah semua nya beres, dan dengan beragam pertanyaan
kakak, kami pun mengantarkan Kou-kun ke rumahnya. Eh bukan ke rumahnya, tapi
tempat dia dan yang lain sedang latihan. Ternyata tadi Kou-kun berada diluar sedang
membelikan teman-temannya makan siang. Tapi tidak jadi dibeli gara-gara di
tengah jalan dia bertemu para penggemarnya. Dan walaupun sudah memakai masker
dan pakaian serba hitam, tak membuat dia tidak di kenali. Kasihan~ tapi Kou-kun
bilang dia sudah minta maaf dengan teman-temannya, dan besok dia akan lebih
berhati-hati lagi.
Beberapa kata terakhir yang diucapkan Kou-kun pada kami
sebelum turun dari mobil. “maaf ya Aoi, neechan, aku tidak menyadari siapa saja
fans ku dan aku tidak bisa melihat satu-satu dari mereka sih, tapi besok lebih
berhati-hati lagi. Makasih ya atas hidangannya”
Dan disana, malam itu, kami berpisah dengan Kou-kun. Tidak
mengerti, aku tidak berani untuk berteriak seperti yang lainnya di depannya. Padahal
jika sedang menonton, atau melihat foto-fotonya aku seringkali berteriak. Tapi
mungkin saja.. aku bukan penggemar ya, tapi orang yang menyukainya…
.
.
.
Esok siangnya aku dan kakak menonton acara nya. Ada
banyak orang disini dan memiliki idola tersendiri. Aku baru menyadari kalau
hari ini acara mereka diadakan pada siang hari..
Tapi hari yang paling mengagumkan. Walau hanya
melihatnya dari sini, tapi jelas sekali, dia keren! Di depan layar kamera dia
terlihat sangat perfect. Berbeda sekali dengan saat di tempat kakak, dia
tertawa dan berbicara layaknya orang biasa. Dan aku tau sekali perbedaan
keduanya..
Lucu! Kira-kira
begitulah..
.
.
Stasiun
Tokyo 11.25am, keesokan harinya
“menyenangkan kah disini,
Aoi? Kakak yakin selama 2 hari ini kamu sangat bahagia sekali..” kakak
mengusap-usap rambutku
“tentu saja neechan, melihat artis yang kita idolai di
depan mata. Berjalan bersama mencari restoran, berganti pakaian, makan bersama
di meja makan, duduk bersama diatas mobil, melihat konsernya pertama kali. Bercanda
di apartement bersama. Aku seperti mimpi. Sugoii!!!” wajahku terlihat sangat
bersinar
“lain kali kesini lagi, ya?”
“iya neechan! Dan mari melihat penampilannya lagi. Meski
sulit kemungkinan hal yang waktu itu terulang lagi” air mataku mengalir, dan
seketika hal yang terburuk terjadi. Kereta harus segera berhenti dan aku harus
kembali ke Kyoto untuk menjalani hari-hari seperti biasanya..
Tapi..
“AOI!!!” teriakan itu terdengar dari sudut pintu
stasiun
Dengan nafas terengah-engah berlari ke arahku sambil
membuka maskernya dan tersenyum kearahku. Musik rasanya seolah berbunyi
mengiringi kejadian di hari itu. Itu, Kouchi Yuugo!! Dan dia terlihat sangat
jauh berbeda.
Iyaa! Aku bahkan sama sekali tak mengenalinya..
“kou-kun?”
“Syukurlah, kukira aoi sudah pergi. Dan jika sudah
pergi, aku takkan bisa tenang sebelum mengatakannya padamu” dia tersenyum
dengan wajah super “unyu” nya itu dengan keringat dan nafas nya yang sewaktu
pertama kali bertemu..
Aku segera melihat kakak yang tersenyum manis
melihatku. Dan kemudian melihat kembali kearah Kou-kun.
Terompet kereta sudah mulai berbunyi dan sebentar lagi
kereta ini akan berjalan. Tapi..
“makasih ya sudah lihat penampilanku kemarin, ohya
Aoi-chan rajin-rajin belajar ya? Supaya bisa dapat beasiswa di Tokyo. Nanti
kita akan bertemu lagi, dan mari bermain-main bersama. Aku.. aku akan
mengajarimu bermain sepakbola dan yang lain juga. Dan cara makan omelette yang
baik!!” kou-kun menepuk bahu ku dan memberikan jari jempolnya.
“yah sama-sama! Kalau seorang Kouchi Yuugo yang
berbicara begitu padaku, aku tidak bisa menolak! Iya, aku akan berusaha!! hahha”
kami semua tertawa
Namun tawa itupun segera berakhir dengan aku yang harus
berangkat kembali ke Kyoto. Harus berpisah dengan Kou-kun, tapi kuyakin suatu
hari akan bertemu lagi, dan aku yakin sekali!!
.
.
.
Sesampai di Kyoto aku mulai berubah. Aku mulai belajar
hemat, tidak begitu membeli CD nya, aku hanya membeli sedikit majalah dan
men-download beberapa datanya di internet. Belajar hemat, dan meluangkan banyak
waktu ku untuk belajar. Belajar dengan bermain juga. Seperti yang dilakukan
kakak pada masa sekolahnya.
Hal yang membuatku makin semangat itu adalah ketika aku
sudah sampai di Kyoto waktu itu, kakak mengirimiku pesan, kalau sepergian aku dengan
kereta, Yuugo sempat sedikit berbicara pada kakak. Kalau dia tidak sengaja curi
dengar pertengkaran kami yang waktu itu. Dan katanya aku anak yang sangat unik
dan ingin menjadi teman dekatku. Dia menceritakan pada kakak sambil tertawa
sebelum teman-temannya yang lain mengejarnya sampai ke stasiun.
Ternyata dia
kabur dari tempat latihan demi mengejarku..
Arrigatou ne, Kou-kun..
ureshii~!!!
.
.
.
8
bulan kemudian…
“Aoi sayang, bagaimana dengan nilai-nilai hasil Ujian
mu? Apakah bagus?” Tanya ibu yang menghampiriku di depan kelas
Aku
tersenyum manis kepada Ibu. Sedikit menganggukkan kepala. Rasanya nilai-nilai
yang kuraih ini sesuai dengan apa yang kuharapkan. Dan sebentar lagi aku akan…
“ibu, aku dapat beasiswa, dan izinkan aku kuliah di
Tokyo, ya? Aku ingin seperti kakak..”
“tentu saja, ibu sangat bangga padamu Aoi” ibu
mengeluarkan air mata terharu dan memelukku.
Iya, kelulusanku dengan nilai yang lebih tinggi dari
nilai kelulusan kakak kemarin. Dan ini jauh lebih luar biasa untuk
nilai-nilaiku yang kacau sebelumnya..
Aku..
Hanazawa Aoi~ yang nanti
akan bertemu Kou-kun, artis idolaku di Tokyo.. ҅▿҅)o
=END=
BAIBAI MINNA !!
Kalau ada inspirasi lagi, mau buat lagi ahha :D













.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar