Genre : Romance
Length : Short Story
Rating : M
Author : Nanahira Ichi
Cast : (saya memakai dua cast, yaitu "Naomi" dan "Noel")
Character :
1) Nozomu Kotaki a.k.a Miyachika Rin, Iwahashi Genki a.k.a Kiriyama Shota, Haniuda Amu a.k..a Iwamoto Yuuki, Kuramoto Kaoru a.k.a Kiriyama Noel, Nakamura Reia a.k.a Takuya Miku
2) Miyachika Naomi, Megumi Arii, Morita Kyoko,
3) dll
Keterangan : Menggunakan ucapan untuk menggambarkan kejadian di masa lampau dengan menggunakan tinta Biru Muda.
LINK~LINK~ :D
Episode sebelumnya di Kirakira Taiyou No You Ni Klik Here >>
#NOEL'S POV#
Aku melihat Naomi yang perlahan berjalan menuju ke arah kami. Tatapannya sedikit takut sekali.
Akhirnya ku awali dengan menyapanya dengan penuh semangat seperti biasa.
"Naomi-chan kenapa lama sekali?" sapaku
Ia tersenyum. Matanya tetap melihat ke arah Niichan.
"Konnichi wa.." dan sapaan berikutnya dilanjutkan oleh Naomi, tapi sepertinya dia hanya menyapa Niichan T^T
"Miyachika-san, konnichi wa mo!" jawab Niichan. Aku terkaget. "Onnichan, kau mengenali Naomi?" tanyaku.
"ah, Noel, dia Niichanmu?" pertanyaan dari Naomi mulai di lantunkan.
Tidak tau harus membiarkan siapa yang menjawab akhirnya aku menjawab pertanyaan Naomi terlebih dahulu. "iya, kau mengenalnya Naomi-chan?"
Naomi seraya mengangguk dengan bahagia. "wah kukira sebaya. Dia yang memberikan bunga cantik tadi pagi". Mendengar ucapan Naomi aku agak sedikit kecewa, tapi ketika melihat Naomi yang masih menyimpan bunga itu..
"Noel, sejak kapan kau punya kakak?" tanya Arii tiba-tiba
"hehe~ iya aku punya kakak sejak lahir tapi sejak Orang tuaku bercerai, kami di pisahkan sejak aku masih kelas 1 SD" jawabku.
Sepertinya yang lain mengerti. Meskipun sedikit sakit, tapi aku melanjutkan topiknya.
"Ini aku bawakan Niichanku untukmu, Naomi!" aku memegangi bahu Niichan.
Niichan masih tersenyum dengan ramahnya. Kemudian menyalami Naomi tiba-tiba dan sontak itu membuat kaget kami semua.
Aura nya tiba-tiba saja berubah, berbeda dengan apa yang telah kujanjikan dengan Niichan istirahat tadi.
--Flasback--
"orang yang kamu sukai? siapa? kenapa kau yang tidak berusaha jadi pacarnya?" jawab niichan
"Kalau denganku sangat tidak mungkin. Dia sudah menganggapku teman dekat. Namanya Miyachika Naomi.."
"apa?"
Dan kata-kataku yang baru saja, membuat Niichan terkaget dan melepaskan Sumpit yang sedang ia genggam.
"ada apa Niichan? Kenapa kaget?" tanyaku. Lalu mengambil bekal itu dan mencoba memakannya.
"tidak apa-apa, jadi apa yang harus aku lakukan untukmu, Noel?"
Aku terdiam seketika menatap ketulusan Niichan.
"hanya jadi pacarnya, dan jadi yang terbaik untuknya. Tapi.." aku menghentikan pembicaraanku.
"tapi apa?"
"Niichan jangan sampai suka, ya. Bagaimanapun dia tetap orang yang kusuka. Dan jangan buat dia terlalu menyukaimu, ya. Karena sekali dia menyukai seseorang.."
Niichan ikut terdiam menatapiku. Dan melanjutkan ucapanku "dia tidak akan melepaskannya?"
Aku mengangguk dan membuat Niichan kembali tertawa.
"Aku akan lakukan apapun untuk adik sepertimu, Noel" sambil tersenyum ramah ia mengacak-acak rambutku. Seperti yang biasa kami lakukan sewaktu masih kecil dulu.
.
.
~istirahat~
Aku menutup bukuku, dan berdiri dari tempat duduk. Hari ini berniat kekelasnya Shota. Ibu yang tidak sempat membawakanku bekal tiap pagi, terpaksa aku hanya menemui Shota dengan tangan hampa. Hari ini berniat mengajaknya makan bersama di kantin sekolah.
"Naomi, kau mau kemana?" ujar Yuuki dari belakang
Aku menolehkan wajahku ke arah Yuuki, "aku? mau ke kelas Shota. Ada apa Yuuki?" jawabku
Yuuki menatapiku sedikit lama, ingin mengatakan sesuatu tapi tiba-tiba ia menggelengkan kepalanya. Dan kembali mengacuhkanku. Dengan membalas senyuman, aku berlari keluar kelas segera.
Di koridor tiba-tiba saja aku melihat Noel berjalan sendirian membawa bekal. Melihatnya aku segera menemuinya.
.
.
"ada apa Niichan? Kenapa kaget?" tanyaku. Lalu mengambil bekal itu dan mencoba memakannya.
"tidak apa-apa, jadi apa yang harus aku lakukan untukmu, Noel?"
Aku terdiam seketika menatap ketulusan Niichan.
"hanya jadi pacarnya, dan jadi yang terbaik untuknya. Tapi.." aku menghentikan pembicaraanku.
"tapi apa?"
"Niichan jangan sampai suka, ya. Bagaimanapun dia tetap orang yang kusuka. Dan jangan buat dia terlalu menyukaimu, ya. Karena sekali dia menyukai seseorang.."
Niichan ikut terdiam menatapiku. Dan melanjutkan ucapanku "dia tidak akan melepaskannya?"
Aku mengangguk dan membuat Niichan kembali tertawa.
"Aku akan lakukan apapun untuk adik sepertimu, Noel" sambil tersenyum ramah ia mengacak-acak rambutku. Seperti yang biasa kami lakukan sewaktu masih kecil dulu.
--Flasback End--
"Aku, bersedia menjadi pacarmu" dan tiba-tiba Niichan mengucapkannya. Membuat hatiku serasa patah tapi tetap tersenyum diantara mereka berdua.
Aku melihat Naomi sangat bahagia, dan dengan cepat ia menganggukkan kepalanya.
Kira-kira apakah boleh pacaran seperti ini?
"Saa, kalian pacaran, ya? Kalau begitu Niichan dan Naomi bisa traktir kami, kan?" sorakku melepaskan genggaman tangan Niichan dari Naomi.
Sementara yang lainnya bersorak sangat bahagia sekali. Hubungan yang aku tidak tau asal mula nya tapi Naomi terlihat sangat bahagia. Dan itu sudah cukup menghilangkan rasa kecewaku.
#Naomi's POV#
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, dan beberapa menit yang lalu aku baru saja pulang dari restoran. Mentraktir mereka makan, dan rasanya sangat cepat sekali. Mizuki-kun yang kukejar berbulan-bulan lamanya, sementara Shota-kun? Aku hanya butuh 1 hari. Bahagia meski aku pikir itu bukan perasaan yang sesungguhnya.
Tapi,
Semoga bisa melupakan Mizuki-kun
Dengan senyuman aku melihat kelangit-langit. Membayangkan semua kejadian aneh seharian tadi.
#kriing..kriiing..
Lalu ponselku berbunyi.
Seketika kusadari itu pesan dari Shota-kun..
"Menyenangkan, bermain bersama kalian, walau kalian adik-adik kelas tapi rasanya seperti teman sebaya ^^"
Dan pesan itu segera kubalas.
"haaah~ ureshii" bisikku. Kemudian aku kembali duduk, berdiri dan keluar dari kamar untuk menuju kamar Kak Rin.
(Tok..Tok..)
"Kak Rin.." setelah selesai mengetuk, aku segera membuka pintu kamar Kak Rin.
Dan aku lihat lelaki yang 5 tahun di atasku itu sedang berada di depan Komputernya.
"Kak Rin, sedang sibuk?" tanyaku
"tidak juga, hanya mencari beberapa informasi, siapa tau ada lowongan pekerjaan" jawabnya
"loh? Bukankah masih lama untuk Kakak tamat kuliah?"
"bukan~ siapa tau kalau ada pekerjaan yang kubisa, nanti setamat kuliah aku bisa mendaftar di bidang yang sama"
"souka.." aku masuk ke dalam kamarnya dan menemuinya.
"Kak Rin, aku punya pacar baru" ulasku. Kata-kata itu membuat Kak Rin berhenti bekerja dan melihatku.
"benarkah? Kenapa cepat sekali?"
"tentu saja" dan aku tertawa.
"namanya siapa, sekolah dimana dan kelas berapa?" Kak Rin seperti ingin mengintrogasiku
"Kiriyama Shota, kakaknya Noel. Satu sekolah dan satu tahun di atasku" jelasku sedikit agak singkat. Kak Rin tertawa, "bagus deh kalau sudah menemukan yang lebih cocok" jawabnya. Tertawa seperti seorang yang sungguh dewasa. Dasar Kakak !!
~~~
Pagi ini aku pergi bersama Shota-kun. Noel tidak bisa ikut pergi bersama karena ada masalah dalam keluarganya yang akupun tidak begitu mengerti. Pagi-pagi sekali Shota-kun menungguiku di stasiun dan kami berangkat bersama-sama.
Ini seperti dia adalah pacarku yang sesungguhnya. Menyenangkan!!
"Naomi sudah berteman dengan Noel sudah berapa lama?" tanya Shota di dalam kereta
Sambil memakan sedikit makanan yang tak sempat kulahap di rumah, aku menjawab "sejak kelas 2 SD waktu itu dia baru pindah"
"begitu, ya.."
"apa Shota-kun tidak kesepian dirumah tidak ada teman main? Kalau aku, walau kakak sering pergi kuliah dan pulang entah jam berapa tapi tiap malam aku sering main ke kamar kakak" tanyaku dan memberikan sedikit penjelasan.
"iya, tapi kalau memang itu sudah keputusan, mau gimana lagi" Shota tersenyum. Dan senyumannya itu lebih ramah daripada Mizuki-kun. Seperti yang di ucapkan Noel waktu itu.
"Yang pasti senyumannya Menggoda"
Dan wajah Shota serta sikapnya yang ramah perlahan membuatku nyaman dan ingin menyukainya. Berharap Shota juga merasakan hal yang sama sepertiku.
"Noel itu anak yang baik dan lucu. Waktu kecil, aku sering memanggilnya dengan sebutan jelas Noeru. Dan aku bahkan selalu menuliskan namanya dalam Romaji dengan kata Noeru" Shota menatapiku.
Membuatku hanya bisa mengangguk dan tersenyum kembali.
Ya, beginilah antara aku dan Shota. Padahal baru beberapa hari kenal, tapi kami benar-benar sangat dekat. Mungkin karena dia adalah Kakaknya Noel, ya?
.
.
.
"ohayou, Yuuki" sapaku seperti biasa di depan meja Yuuki.
Ia yang seperti biasanya masih terus membaca buku hanya menjawab sapaanku dengan anggukan. Dan.. "Bagaimana dengan Shota?" tambahnya. Walau hanya segelintir pertanyaan, tapi melihat Yuuki yang masih peduli untuk bertanya itu membuatku kembali bersemangat.
"Shota orang yang menyenangkan. Suka melihat dia yang tersenyum juga tertawa. Berkali-kalipun memperhatikannya, sama sekali tidak membosankan" jelasku
"begitu.." Yuuki kembali terdiam dan melanjutkan bacaannya.
Aku ikut diam, memperhatikan Yuuki dan berharap ada yang ia tanyakan sekali lagi.
"Yuuki, apa kau tidak ingin bertanya sesuatu?" ucapku duduk di depannya
Yuuki menggelengkan kepalanya. Benar-benar orang yang jauh berbeda dari Noel. Tapi, "kalau ada yang ingin ditanyakan, tanyakan saja, ya. Walau itu tidak seputar Shota" tambahku berusaha tetap semangat.
"Perasaanmu kepada Noel, bagaimana?" tiba-tiba ia langsung bertanya.
"kepada Noel? maksudmu?"
Yuuki hanya diam.
"ooh, iya aku senang berteman dengannya. Dia orang yang baik" jelasku lagi.
Yuuki kemudian memaksakan senyumannya tanpa melihatku. Sedikit bertanya tapi sekali bertanya membuatku berkali-kali bertanya-tanya.
.
.
~istirahat~
Aku menutup bukuku, dan berdiri dari tempat duduk. Hari ini berniat kekelasnya Shota. Ibu yang tidak sempat membawakanku bekal tiap pagi, terpaksa aku hanya menemui Shota dengan tangan hampa. Hari ini berniat mengajaknya makan bersama di kantin sekolah.
"Naomi, kau mau kemana?" ujar Yuuki dari belakang
Aku menolehkan wajahku ke arah Yuuki, "aku? mau ke kelas Shota. Ada apa Yuuki?" jawabku
Yuuki menatapiku sedikit lama, ingin mengatakan sesuatu tapi tiba-tiba ia menggelengkan kepalanya. Dan kembali mengacuhkanku. Dengan membalas senyuman, aku berlari keluar kelas segera.
Di koridor tiba-tiba saja aku melihat Noel berjalan sendirian membawa bekal. Melihatnya aku segera menemuinya.
"Noel, sejak kapan kau membawa bekal? Ukuran besar pula" aku memegangi bekal itu dan menggoyang-goyangkannya dengan tanganku
Noelpun malah membalikkan pertanyaan "Naomi-chan mau kemana?"
Dengan semangat aku menjawab, "mau ke kelas Shota-kun, hari ini mau mengajaknya makan di kantin bersama"
Noel mengangguk. Perlahan ia menatapiku dengan tatapan polosnya. Kemudian kembali tersenyum. "ini aku bawa bekal untuk Yuuki juga, habisnya tiap pagi aku selalu tidak sempat sarapan. Ibu membawa bekal lebih tapi tidak ingin memakannya, aku hanya takut gemuk" jawabnya. Mendengar penjelasan itu aku menganggukan kepala. "oke, aku duluan, ya!" aku memukul bahunya dan meninggalkannya.
Iya, aku lebih santai apabila dengan Noel. Habisnya kami sudah berteman cukup lama. Kedekatan yang tidak sengaja itu membuat kami seperti dua orang bersaudara. Dia baik, dan hanya mau berteman denganku. Curhat tentang orang yang dia sukai. Yang bahkan sampai sekarang aku masih penasaran, siapa orang yang Noel sukai. Cinta pertamanya Noel.!
Akh~ tapi..
Setibanya di depan kelas Shota, aku mengintip dari balik pintu. Ada banyak kakak kelas disana. Dan aku tidak berani menyapanya.
Lalu, lihat itu..
Shota-kun bersama teman yang cantik sekali..
.
.
"hey, mencari siapa?" seseorang memukul bahuku
Aku membalikkan badanku dan melihat sekitar 4 orang kakak kelas laki-laki berdiri di depanku. Tubuhnya yang sangat besar itu mengerikan.
Namun aku tersenyum dan menjawabnya, "mau mencari Shota-kun"
"Shota-kun? Hey sejak kapan kau memanggil kakak kelasmu dengan sebutan 'kun'? Itu terlihat tidak sopan!" bantah salah satu dari mereka
"begitu, ya. Kalau begitu aku ingin mencari Shota-nii"
Dan mereka semua tertawa, salah satu dari mereka mengusap-usap rambutku.
"Shota, apa ini penggemarmu? Dia daritadi mencarimu" sorak beberapa dari mereka.
"Akh~ maaf, itu pacarku, ya?" suara Shota lembut dari dalam kemudian berlari ke arahku.
"Akh~ maaf, itu pacarku, ya?"
Dia mengakui keberadaanku? Baik sekali,
"wah, ini pacarmu? Cantik sekali"
"iya, adik kelasku. Ayo, Naomi, bukankah sudah janji makan bersama hari ini?" Shota menjawab pertanyaan dari teman-temannya dan memegangi tanganku. "oh ya, boleh aku mengajak Miku? Dia teman dekatku" tambah Shota
Akupun mengangguk.
Akhirnya kami bertiga berjalan menuju kantin sekolah dengan aku yang berjalan di tengah-tengah mereka bertiga.
~Di kantin
"pacarmu cantik juga," temannya Shota yang bernama Miku itu berkali-kali memperhatikanku. Tapi dia mengatakanku cantik, sementara aku juga mengatakan hal yang sama.
Aku melihat sorot mata yang aneh dari tatapannya. Tapi senyumannya itu sama-sama menarik perhatianku dengan Shota.
"hahah! Kau jangan merebutnya dariku!" jawab Shota memukul bahu Miku-nii
"aku hanya memujinya" sontak Miku memukul balik dengan tertawa.
Benar-benar seperti sahabat yang sangat dekat. Mengingatkanku pada Noel..!!
--Flashback--
"hari ini mau makan Ramen lagi, Naomi-chan?" Noel merapikan rambutnya yang sudah daritadi berkal-kali diterpa angin.
"Boleh, tapi apakah tidak ada makanan yang lain?" balasku
Noel menggeleng. Dan akhirnya kamipun berjalan bersama menuju Kedai Ramen. Entah kenapa sejak pertama bertemu dengannya, Noel selalu mentraktirku disana. Katanya sih, dia punya masa lalu yang buruk dan hanya Ramen yang bisa membuatnya sedikit lega. Aku selalu menurutinya, habisnya aku merasa Noel menganggapku spesial. Bahkan sejak pertama pindah ke sekolah ini, dia hanya ingin berbaur denganku. Dan semua sering meledek pertemanan kami.
Setiap berada di kedai, Noel selalu punya banyak cerita dan aku selalu mendengarkannya. Salah satunya cinta pertama Noel yang selalu jadi topik pertanyaanku. Siapa yang tidak penasaran? Dia tidak pernah memberitahu siapa nama gadis itu!
"apa gadis yang Noel sukai, sangat cantik?" pertanyaanku yang membuat Noel berhenti melahap makanannya.
Sepintas dia melihat kearahku, memukul bahuku dan tertawa, "hahah kalau cantik, jangan rebut dia dariku, ya!!"
Dan aku ikut tertawa kemudian memukul bahunya balik
--Flashback End--
Melihat ekspresi wajah mereka, jadi ingin bertemu Noel lagi dan bermain bersama lagi.
Akh~ Bagaimanapun aku dan Noel punya kesibukan masing-masing..
.
.
.
"Noel !!!" Dan siang itu sepulang sekolah aku menghampiri Noel di depan kelas
"Naomi-chan? Tumben kemari" Noel menghentikan langkahnya. Wajah kaget nya sangat jelas terlihat.
"aku merindukan Noel, mau makan ramen bareng?" ajakku. Entah kenapa sesuatu menarikku untuk bertemu Noel hari ini.
Dan ajakan itu membuat Noel terdiam, lalu tersenyum dan mengangguk dengan semangatnya.
Aura yang berbeda ini..
Apa sesuatu terjadi pada kami nanti?
.
.
-TO BE CONTINUED-
NB : EPISODE 4 KLIK HERE >>
Episode 3 selesai >.<
Terima kasih bagi yang sudah membaca, maaf alurnya sedikit kacau !!
Ini aku membuatnya selama 2 hari~ tau kenapa? Karna waktu itu aku sempat nggak online sehari gara-gara kesibukan sekolah :(( Aku lupa alurnya *ingatanku buruk*
Jadi aku coba ingat-ingat, makanya jadi kayak gini deh ceritanya~ bahkan setelah cerita ini berakhir pun, aku tetap belum bisa mengingat apa-apa~
semoga episode 4 aku bisa mengingat dengan baik !! Yosh, GANBARRE !! :'D














Tidak ada komentar:
Posting Komentar