Click here for more graphics and gifs!
...日本が大好き、音楽が大好き、アニメが大好き、と僕はJ-loversだった..
...ジャニズJr Fans ♪♪♪


... Disini saya akan mengulas semua yang saya pikirkan :)
Mulai dari seni, musik, dan hal lainnya~ Hanya menulis tanpa berpikir penting atau tidaknya..
jadi, semoga blog ini punya peran penting walau hanya sedikit..
-Thank you to visit my blog-

2013/01/12

Candy X Love

Judul yang aneh ketika aku berusaha memikirkannya, tapi sesuatu membuatku ingin menulisnya. Dan entah kenapa kata "permen" adalah imajinasi yang paling menarik di pikiranku dibanding yang lainnya. Mungkin aku terlanjur mencintainya :') seseorang yang sangat cantik dengan nama permen..
aku mencoba memikirkannya sebaik mungkin dan kuputuskan untuk menulisnya, haha :D
tapi syukurlah apa yang kutulis tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya..
selamat membaca minna !!

fanfic yang kutulis dengan mengambil dua artis dari Sexy Boys (beneran dari Sexy Boys, kan?)
entah kenapa aku melihat wajah imut mereka seperti sebuah permen  ♥ ♥ manis sekali  ( ̄□ ̄;)!!
kore~

 dan kenapa mereka terlihat begitu mirip -_-
okee!! mari kita lanjutkan!! di fanfic ini saya tidak akan menggunakan nama asli karakter, tapi mereka hanya berperan seolah sedang memainkan karakter tersebut :P
jadi harap dimaklumi :))


Tittle        : Candy X Love (part 1/2)
Character : Matsushima Sou a.k.a Hoshimori Naota, Nakamura Reia a.k.a Yoshizawa Shota, Yoshioka Yuuri (OC) dan para karakter lainnya :D
Date        : 2013. 01.12



angin yang berhembus sepoi ini, tiba-tiba saja aku memikirkannya..
lelaki yang diujung terminal bus itu berjalan mendekatiku..

   
"Sudah lama menunggu, Yoshioka?" suara lembut lucu itu terdengar mengitari telingaku.
Aku sedikit merasa gugup ketika dia yang datang di depanku adalah cinta pertamaku. Pertemuan yang terasa cukup lucu itu membuat kami semakin lama semakin dekat. Sekolah yang berbeda, tapi setiap pagi kami selalu menunggu bus yang sama. Lelaki itu, lelaki yang berdiri di sampingku kini dengan bau parfum seperti permen! Hoshimori Naota..

--Flasback--

"apa kau yakin akan kemari, hanya untuk membeli permen?" Miyu terlihat menarik tas ku dengan wajah ketakutan. Dengan wajah sedikit berani, aku menjawab bisikan itu, "tidak apa-apa, selama ada aku Miyu tidak usah takut" aku tersenyum dibalik lensa yang juga ketakutan.
Tahun ini tahun pertama kami duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. SMP yang terlihat sangat asing bagi kami yang tinggal jauh di pelosok pegunungan. Bahkan untuk membeli sebuah permen saja.. Harus memberanikan diri ke kota yang dipenuhi orang-orang dewasa.
Tapi hari itu..

"aku takut, Yuuri" Miyu berulang kali berbisik padaku. Namun aku hanya tersenyum meyakinkan dirinya.
Di desakan pagi itu, mencoba bolos sekolah demi mendapatkan permen. Dan aku sudah benar-benar merindukan permen yang manis itu sejaK dua bulan terakhir ini. Permen yang dilapisi susu juga coklat, benar-benar menggoda!!

Tapi pagi itu, di tengah desakan, eh bahkan antrian Miyu tiba-tiba memegang erat tanganku dan melihat ke segala arah dengan paniknya.

"Miyu, daijoubu ka?" aku mulai bertanya
"sudah kubilang kan, Yuuri. Kita masih anak-anak dan daerah ini asing. Sebaiknya kita kembali ke sekolah saja!"
"nande? Sekarang sudah pukul 9, kalau datang jam segini tetap saja tidak diizinkan masuk"
Miyu mengarahkan suaranya ketelingaku, sedikit kembali berbisik "kau tidak melihat seseorang dibalik tembok itu daritadi sedang memperhatikan kita?"
"aree?" bisikan itu membuat kaget dan segera mengganti arah pandangan kearah tembok yang tak jauh dari arah kami.

Dan aku melihat seorang anak laki-laki manis dengan syall nya. Tatapan kami tiba-tiba saja bertemu. Tapi aku tersenyum padanya. Seseorang yang membuat sahabatku cukup ketakutan, dan akhirnya aku berjalan kearah sana meninggalkan antrian.
"Miyu, jaga antriannya, ya. Aku akan menemuinya" aku meninggalkan Miyu dan berjalan kesana.

"ohayou!" sapaku kemudian
Lelaki itu terlihat malu-malu, dan hanya dengan menyapa itu, membuat wajahnya tiba-tiba saja memerah padam.
"o-hayou.." dan kemudian ia menjawab dengan suara yang kecil.
"sepertinya kita sebaya, kenapa kau berada disini? apa tidak sekolah, ya?" tanyaku
"a-aku!! kau tidak sekolah juga hari ini??" suara kecil itu tiba-tiba membalikkan kembali pertanyaanku.
Ada sesuatu yang aneh dengan dirinya dan itu membuatku sedikit terdiam.
"ka-kau bolos juga, kan?" ia kembali bertanya, pertanyaan itu membuatnya mulai memucat.

aku tak menjawab pertanyaannya, kami hanya diam dan saling bertatapan dibawah tembok yang sangat besar itu. kaca tembus pandang yang memisahkan kami. Dan hari itu merasa aneh dengan dirinya.
Namun, tiba-tiba saja ia merunduk. Sedikit lobang dari tembok itu menembuskan tangannya. Sebuah permen yang kuinginkan itu, dilemparnya dari arah lobang yang berbeda. Kemudian ia kembali bangkit dari rundukannya dan tersenyum padaku.

"mencari permen itu, kan? antrian sebanyak itu oleh orang dewasa, takkan mungkin bisa kau dapatkan dengan mudah. Kupikir kau mencarinya, makanya kuberikan padamu dan itu memang sungguh permen yang terakhir" ia berbicara cukup panjang.
Membuatku mengambil permen yang ia lempari itu dan membukanya segera, Manis! permen yang membuatku sangat damai, akhirnya kucicipi setelah beberapa bulan aku menderita sakit di tenggorokan sehingga berbulan lamanya dokter melarangku untuk makan permen.

Namun, kenapa tiba-tiba saja Jantungku berdetak kencang? Dan bahkan semakin aku merasakan manisnya permen itu, semakin kurasa kelembutan yang melayang di dalam hatiku. Aku..

"unn~ anoo... ariga..." aku ingin mengucapkan terima kasih tapi seketika aku kembali melihat kearah kaca tembus pandang itu, lelaki tersebut menghilang.. Tapi satu yang kuingat dari wajahnya, itu adalah senyuman dirinya yang manis seperti Permen..
.
.
.
"Yuuri, kata pelayan toko, permen yang kamu cari itu sudah habis.." Miyu berlari kearahku dengan nafas terengah-engah. "loh? kok?" Miyu melihat permen yang baru saja ada ditanganku. Aku hanya membalas dengan senyuman. Dengan berbagai macam pertanyaan kami kembali berkeliling menikmati bolos di hari pertama.

Dan sejak kejadian itu, kami sama sekali tidak melihat lelaki itu lagi. Rasa penasaran yang cukup tinggi membuatku ingin bertemu lagi. Dia mengetahui kalau aku ingin membeli permen itu, dan berarti..

Dia sudah mengikuti kami jauh-jauh hari?
Jauh hari saat kami selalu berusaha keliling kota untuk mencari permen itu.. 
Dare ka?

Plastik permen yang kemudian menjadi mainan kunci kotak pensilku. Aku membuatnya seunik mungkin sehingga bisa dibawa kemana saja. Yap, tentu saja permen yang baru saja kumaksudkan adalah permen yang sudah jarang kutemui karena peminatnya yang mulai berkurang.
Apalagi semenjak menderita penyakit itu, aku juga jarang sekali membelinya di toko dekat rumah dan kemungkinan orangnya sudah pindah ke tempat lain!

Dan pada akhirnya semuanya mulai berlanjut.
Beberapa waktu yang selalu kuharapkan untuk bertemu dengannya. Rasa yang baru saja kusadari, kalau aku mulai menyukainya sejak pertama kali bertemu itu. Seorang lelaki yang tak kukenali dan tak kutau namanya. Tapi bisa membuat jantungku berdebar-debar seperti itu. Permen cinta!  Begitu aku menyebutnya.

Sekarang aku duduk di kelas 1 SMA dan sejak kejadian itu kami tidak pernah bertemu kembali. Kecuali pada saat itu..

"apa masih ada sisa tempat duduk untukku?" aku berdiri di depan pintu bus dan melihat ke dalam. Seisi bus telah berdesakan, bahkan sang sopirpun meminta maaf padaku karena tak ada tempat yang kosong lagi untukku berdiri.
Aku tertinggal sendiri di terminal.
.
.
.
"anoo.. boleh aku duduk disini?"tiba-tiba saja sesosok suara membangunkanku dari lamunan. Aku segera mengangkat kepalaku dan melihat seorang lelaki yang tengah berdiri di sampingku.
Silau !!!!
tapi, lelaki itu tersenyum padaku, dan senyumannya itu..
"Akh..??" aku membuka suara
"Doushita?"
Lelaki yang benar-benar mirip. Senyumannya, matanya, kulitnya, bahkan rambutnya. Aku masih ingat!
"kau masih ingat aku?" aku berbicara aneh yang tiba-tiba saja tanpa kusadari aku langsung menanyakan itu padanya.
Dia terdiam dan menatapku cukup lama. Kemudian tersenyum, "ingat apa?"
"kau benar-benar lupa, ya? Kau yang 3 tahun lalu memberiku permen ini.." aku membuka tas dan mencari kotak pensil. Plastik permen yang kini menjadi mainan kunciku, kuperlihatkan padanya. 
Dia tak menjawab apa-apa tapi tetap tersenyum. Perlahan memperhatikan plastik permen itu dan seolah berpikir sesuatu.
"namamu, Yoshioka Yuuri?" ucapnya kemudian
"aa? Kau mengenalku?" mendengar pertanyaan itu aku segera kaget dan wajahku tiba-tiba saja memerah,
Lelaki itu mengembalikan kotak pensilku dan merapikan sedikit rambutnya yang terkena terpaan angin. "perkenalkan, aku Hoshimori Naota. Aku sering memperhatikanmu disini. Kamu benar-benar lucu, ya. Setiap kali aku memperhatikanmu, kamu selalu sabar menunggu bus yang penuh setiap kalinya, Aku ingin menyapamu, tapi aku terlalu gugup. Dan saat kutanyakan tentangmu pada temanku, mereka semua mengenalimu. Kurasa kamu cukup populer, ya?"wajahnya kembali tersenyum. Dan entah kenapa, aku segera yakin kalau dia lelaki yang waktu itu.
Hingga akhirnya aku mulai merespon tentangnya.
Kami mulai dekat, sekolah kami yang searah membuatku selalu pergi dengannya setiap pagi. Banyak gosip yang beredar mengatakan kalau kami pacaran. Tapi, bahkan aku belum berani mengungkapkan perasaanku padanya hingga saat ini..

--Flasback End--

"Anoo.. tidak begitu lama.." jawabku tiba-tiba di keramaian terminal bus
"demo, hari ini cuaca sangat indah. Bagaimana kalau kita pergi sekolah dengan jalan kaki saja?" Lelaki yang kupanggil dengan sebutan Naota itu menatap lembut wajahku. Membuatku sama sekali tak berkutik untuk melakukan banyak hal.
"ja-jalan kaki? Apa tidak terlalu jauh?" 
"aku belum pernah mencoba jalan kaki sebelumnya, tapi kalau misalkan nanti kita sama-sama telat, kita bolos saja!" dan Naota tertawa. 

Terakhir aku bolos adalah 3 tahun lalu sewaktu bertemu pertama kali dengan Naota..
dan hari ini..

Akhirnya aku menyetujui ajakan Naota untuk berjalan kaki bersama. Rasanya indah, berjalan kaki ke sekolah bersama dengan orang yang disuka. Wajahnya yang imut seperti permen itu, membuatku selalu teringat semua yang terjadi di masalalu.
Dan..

"apa? Bolos bersama Naota? ta-tapi?" Miyu berteriak di telepon.
"iya, bisa kau izinkan aku?" 
"mana bisa! Pelajaran sudah dimulai, dan aku tidak bisa terlalu lama menjawab telponmu, begini!"
"memangnya Miyu sedang dimana?"
"toilet" dan teleponpun dimatikan.

"Bagaimana?" Naota kembali menemuiku dengan senyumannya itu.
Lelaki yang ceria seperti dia.. Bisa membuatku selalu ingin disampingnya, Bahkan tak ingin datang ke sekolah karena ingin terus bersamanya. Akupun menjawab senyumannya.

"Hari ini melihat pemandangan pantai, kau mau? Cuaca disini sangat indah sih!"Naota menarik tanganku. Membuatku segera mengikutinya. Manis!!
.
.
.
Di pantai, Naota membawaku ke toko permen. Ia membelikan permen kesukaanku. 1 untukku dan 1 untuknya! keren! Dan ditengah manisnya rasa permen, kami sama-sama menatap pemandangan laut sepanjang hari, hingga akhirnya hal yang mendebarkan itu terjadi..

"Yuuri.." Naota perlahan memanggil namaku dan berdiri di depanku. Mengajakku untuk ikut berdiri.
"nani?" aku menatap wajahnya yang tiba-tiba berubah mulai serius itu. Tidak seperti Naota yang ceria biasanya..
.
.
"aku..".. "aku suka kamu, Yuuri! Jadilah pacarku!" dengan gugupnya ia membungkukkan badannya di depanku, memintaku untuk menjadi pacarnya. Dan rasanya aku bahagia! untuk pertama kalinya seseorang mengungkapkan perasaannya padaku.
Dia.. cinta pertamaku, kan? Hoshimori Naota..

--TO BE CONTINUED--

Okee~ Segini dulu ceritanya..
Untuk part berikutnya akan segera kulanjutkan..
BAIBAI MINNA !! ^______________^

NB : Candy X Love Part 2 : Klik Here >>

  



BAIBAI MINNA !! :D 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman