Click here for more graphics and gifs!
...日本が大好き、音楽が大好き、アニメが大好き、と僕はJ-loversだった..
...ジャニズJr Fans ♪♪♪


... Disini saya akan mengulas semua yang saya pikirkan :)
Mulai dari seni, musik, dan hal lainnya~ Hanya menulis tanpa berpikir penting atau tidaknya..
jadi, semoga blog ini punya peran penting walau hanya sedikit..
-Thank you to visit my blog-

2013/01/26

Kirakira, Kirakira Taiyou no You ni

Tittle :  kirakira, kirakira taiyo no you ni (キラキラ、キラキラ たいよう の よう に) (part 4/4 S.1)
Genre : Romance
Length : Short Story
Rating : M
Author : Nanahira Ichi
Cast : (hanya memakai satu cast, "Noel")
Character :
1) Iwahashi Genki a.k.a Kiriyama Shota, Haniuda Amu a.k..a Iwamoto Yuuki, Kuramoto Kaoru a.k.a Kiriyama Noel
2) Miyachika Naomi, Megumi Arii, Morita Kyoko,
3) dll
Keterangan : Menggunakan ucapan untuk menggambarkan kejadian di masa lampau dengan menggunakan tinta Biru Muda.

LINK~LINK~ :D 


 Okee, HAJIMEMASHOU !! :))


Episode sebelumnya di Kirakira Taiyou No You Ni Klik Here >>

#NOEL'S POV#

Wajahku serasa memerah padam ketika Naomi mengajakku makan hari ini. Padahal tadi pagi aku agak sedikit kecewa dengannya..

"mau ke kelas Shota-kun, hari ini mau mengajaknya makan di kantin bersama"

Padahal aku sudah lama sekali ingin makan bersamanya lagi. Sejak duduk di bangku SMP, dia selalu tidak punya banyak waktu. Dia sibuk dengan Arii-chan dan Kyoko-chan~ sementara aku terpaksa harus mengajak Yuuki untuk selalu ikut dengan mereka.
.
.
"paman, ramen nya dua, ya" suara Naomi yang bersemangat membuatku tak henti melihatnya. Dia masih tersenyum seperti dulu~
"waah, kalian berdua. Sudah lama tidak kelihatan.." itu bibi penjual disini, dia istri dari paman. Yang pastinya selalu mengenal kami.
Kemudian Naomi tersenyum dengan menjawab "aku merindukan tempat ini bibi, sudah lama tidak datang kemari"
"benarkah? kalian sudah kelas berapa sekarang?"
"kelas 1 SMU, bibi." jawab Naomi lagi

Aku hanya diam dan membiarkan Naomi menjawab semuanya.
"Noel, hari ini kamu tidak sibuk, kan?" Lalu Naomi bertanya padaku
Aku hanya menggelengkan kepala.
"tidak semangat hari ini? Oh ya, bagaimana istirahat tadi? Apa Yuuki membantumu menghabiskan bekal dengan baik?" tambah Naomi
"saa, tentu saja !! Selera Yuuki bahkan lebih tinggi dariku !!" aku menjawab dengan suara lantang dan bersemangat. Yang mana yang sebenarnya..

--Flashback--

"Yuuki.." aku menemui Yuuki yang sedang tertidur di kelas
Tanpa mengangkat kepalanya, dia malah menjawab "kau terlambat lagi"
Rasa kecewa yang tadi kurasakan membuatku terpaksa harus tetap tersenyum.
"kurasa bekal yang hari ini memang bukan untuk dia.." aku melihat Yuuki, berharap dia tau sesuatu bagaimana caranya aku bisa menghabiskan bekal yang cukup banyak ini. Tapi,
"lampiaskan saja sakit hatimu pada bekal itu.." Yuuki malah membuatku terkaget dengan jawabannya
"Are? aku tidak bisa ! Ini makanan untuk dua orang dan aku tidak ingin terlihat gendut !"
Yuuki kemudian mengangkat kepalanya dan menatapi bekal makan siangku.
"doushita, Yuuki?" tanyaku. Dan Yuuki hanya menggelengkan kepala,
"kau kasihan sekali.." ujar Yuuki dan sedikit tersenyum
"anoo.. kau tidak makan apa-apa di jam istirahat? Bagaimana kalau kita makan bersama di atap?"
"apa? Seperti dua orang kekasih?" Yuuki sedikit menjauh dariku, mataku sudah mulai sedikit berbinar-binar. Tidak tau harus berbuat apa-apa lagi. Sementara aku sudah berkali-kali membawa bekal dan sama sekali bukan Naomi yang memakan. #araaaaa -_____-
.
.
"hey, lelaki ini imut sekali.." tiba-tiba di pertengahan percakapan kami, beberapa orang anak perempuan yang tidak kukenal mendekatiku.
Aku menatapi mereka, dan mereka semua tersenyum ramah padaku.
"waaah temannya Yuuki? Dari kelas berapa?" tanya salah satu dari mereka
"A" jawabku singkat. Aku mulai agak ketakutan. Ketakutan karena aku takut anak-anak perempuan itu mengatakan aku sebangsa mereka~ #dameeeeee~

Tapi makin lama anak perempuan yang hari itu semakin banyak berkumpul di tempatku. Aku seperti seorang idola dan aku tidak tau harus bersikap seperti apa. Sementara Yuuki seenaknya meninggalkanku tertidur di atas mejanya~
"kamu membawa bekal? Besar sekali"
"untuk siapa? Apa kau membawanya untuk Yuuki?"
"atau kau makan sendirian?"
"Sugoii~"
mereka yang banyak tanya membuatku sedikit agak risau. Aku tetap tersenyum di tengah ketakutan. Dan pada akhirnya aku memberikan mereka bekal itu. Mereka memakannya dengan lahap sekali dan bilang "oishii~" dan itu cukup menutupi rasa kekecewaanku~

--Flashback End--

"tapi Noel biasanya tidak pernah membawa bekal kesekolah, kan?"tanya Naomi. Membuatku berhenti tersenyum dan melihat ke segala arah. "itu.. karena aku tidak sempat makan pagi" jawabku sedikit gugup.
Naomi melihatku, "begitu.. atau kau ingin bertemu orang yang kau sukai? hmm.. Apa sampai sekarang kau masih menyukainya?" pertanyaan itu lagi. Dan ini selalu menjadi topik perhatian diantara kami ketika di tempat ini.
Iya, sudah lama sekali aku dan Naomi tidak membahas ini~ 
Tapi percuma saja.. Setiap kali aku memuji gadis itu, Naomi malah semakin penasaran. Dan tidak sadar kalau gadis itu..

"Dia orang yang bagaimana, Noel?"
"Ceria, dan aku suka karakternya"
"apa dia satu sekolah dengan kita?"
"begitulah, dia di sekolah yang sama"
"bagaimana ciri-cirinya?"
"berambut panjang, dan.."
"dan?"
"tidak terlalu tinggi tapi dia cantik"
"begitu, aku ingin tau. Kenapa tidak memberitahuku?"

Aku sering menatapinya. Tapi aku selalu kecewa.
Semakin sering aku menceritakan tentang orang yang kusukai, dia juga semakin sering menceritakan tentang orang yang dia sukai.
Dan pada akhinya, hari ini...
"tidak.. Aku sudah tidak menyukainya lagi" jawabku sambil menggelengkan kepala
"yah~ sayang sekali. Atau mungkin sekarang dia tidak bertemu denganmu lagi? Apa kau tau sekarang dia sekolah dimana?"
"aku tidak tau apa-apa" aku menundukkan wajahku.

Dia selalu banyak tanya. Dan aku tak berani bertanya apapun padanya. Sebenarnya ada satu hal yang ingin kutanyakan padanya, apa selamanya Naomi akan selalu menganggapku hanya sebagai teman?
Yapp~ kurasa dia akan menganggukkan kepalanya. Bagaimanapun sekarang dia pasti sangat menyukai kakak.

"hey, kenapa menatapku seperti itu?" suara Naomi yang tiba-tiba membuatku terkaget
"are? aku melihatmu? haha tidak mungkin, Naomi-chan" aku mencoba tertawa.
Dan Naomi juga ikut tertawa.~

Hingga tiba di rumah..

"tadaiima !!" aku membuka pintu rumah
Mendengar aku pulang, ibu segera menemuiku, dia terlihat sangat bersemangat sekali. "kau bertemu Shota hari ini, Noel? Bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja? Ibu merindukannya" tanya ibu memegangi bahuku. Matanya terlihat berbinar-binar. Oh ya kemarin aku baru saja menceritakan tentang niichan pada ibu, dan ibu senang sekali..

"iya, niichan baik-baik saja, bu" jawabku
"mulai besok, ibu akan buat 3 bekal ya. Yang satu lagi untuk Shota. Kau mau mengantarkannya kan, Noel?"
"dengan senang hati ibu" aku menangguk dan segera berjalan menuju kamar.

Rasanya hari ini melelahkan. Aku merasa sesuatu hal akan terjadi antara kami berdua~ tentu saja, tidak biasanya Naomi menemuiku di kelas dan mengajakku makan bersama.
"tak ingin melepas Naomi.."
.
.
.
~paginya~

Aku berjalan pelan melewati kelas Naomi. Aku melihatnya sedang berbincang dengan Yuuki di kelas. Tapi aku tak berani masuk ke kelas untuk menyapanya. Rasa persahabatan itu sepertinya sudah mulai terasa renggang~ dia sudah agak menjauh sekarang. Tapi, "dia tetap Naomi yang ceria seperti biasanya.."

[kriing..kriing..]
Ponselku berbunyi seketika. Aku melihat pesan dari Niichan, dan aku membukanya.
"ada hal penting yang ingin kubicarakan, bisa bertemu diatap nanti?"
Doushita?
Aku tak membalas pesan itu dan tetap melanjutkan perjalanan menuju kelas. 

.
"oniichan, ada apa?" begitu aku menemuinya diatap sesaat jam istirahat. Sambil menenteng bekal yang lebih banyak daripada biasanya
Niichan tersenyum membalikkan badannya ke arahku.

"sudah berapa hari aku pacaran dengan, Naomi?" tanyanya tiba-tiba
"kenapa Niichan bertanya begitu?"
"apakah sudah cukup satu minggu?"
Aku diam dan menatapi matanya, terlihat sangat menyedihkan, tapi niichan tetap tersenyum dengan tulusnya.
"oniichan ada apa? sepertinya hampir mendekati 4 atau 5 hari" jawabku

Niichan terdiam. Dia mengetup mulutnya. Mengepalkan kedua tangannya. Kemudian,
membungkukkan badannya.
"hontou ni gomen ne, Noeru !! Ayah mengetahui kita berada dalam satu sekolah" ucapnya. Dan niichan mengeluarkan air matanya. Namun tetap memaksakan untuk tersenyum. Masih seperti niichan yang biasanya..
"jangan paksakan senyummu terus di depanku! Bukankah aku sudah sering mengingatkanmu? Kalau menangis, menangislah! Jangan paksakan senyum itu hanya supaya membuatku untuk tidak bersedih! Aku sudah berada di SMU sekarang!" bentakku. Aku tau kenapa niichan meminta maaf. Sama halnya dengan kejadian waktu di Sekolah Dasar. Ia meminta maaf karena ayah tidak ingin kami berada dalam satu sekolah.
Jadi artinya,
"apa Niichan disuruh untuk pindah sekolah?" tanyaku sedikit gugup
Niichan mengangguk perlahan.
"ta-tapi kita masih bisa bertemu kan?" tambahku lagi mulai mendekatinya. Tapi niichan menggelengkan kepalanya.

"ayah menyuruhku untuk pindah ke Shibuya. Melanjutkan sekolah disana. Ayah bilang mungkin aku bisa tenang disana, karena aku dulu berada di Sekolah Menengah di Shibuya. Tapi, itu sekolah asrama yang mana tidak ada anak perempuan dan lebih memfokuskan kepada Musik dan Olahraga. Ayah menyuruhku kesana, supaya tidak bisa kemana-mana lagi" jelas Niichan. Penjelasan yang cukup membuatku panik.

Aura yang aneh itu.. Apakah ini?

"lalu bagaimana dengan Naomi?" aku kembali bertanya
Dan Niichan menjawab, "aku ingin kau yang mengatakan padanya, aku rasa dia bisa menerima orang sepertimu. Aku pikir, perasaanmu tulus padanya. Dan aku tak bisa melakukan banyak hal, aku harus meninggalkan kalian disini."Niichan semakin banyak mengeluarkan air mata. Aku tidak tau harus melakukan apa. Kupikir Naomi akan bahagia bisa bertemu orang seperti Niichan~

Tapi..
Kenapa ayah begitu membenciku? Sampai-sampai Shota-nii harus dipaksa pindah sekolah! Menyebalkan !!

"saa, Niichan jangan sedih, ya. Tetap jadi Niichan yang selalu tersenyum seperti biasanya. Dan tetap menjadi niichan yang selalu kuidolakan !!" aku menepuk bahu Niichan memberikan semangat. "oh ya, ini ibu membawakan bekal untukmu. Niichan mau kan? Kalau sangat lapar, makan saja semua punyaku, mumpung masih ada disini. Dan mencoba masakan ibu, kan?" tambahku membukakan bungkusan bekal yang sangat banyak itu.
"hai~ aku akan menghabiskannya! Arigatou, Noeru!!"wajah Niichan kembali bersemangat.

Yang terpikir olehku hari ini,
bagaimana dengan Naomi? Kalau saja dia mendengar cerita ini, pasti..

~~~

"loh, Arii-chan? Kyoko-chan? Yuuki? Kalian tidak pulang bersama Naomi hari ini? Apa dia mengikuti pelajaran tambahan?" aku mendapati mereka bertiga di depan gerbang sekolah.
Mereka tanpa ekspressi apa-apa menoleh kearahku.

"benarkah Shota-nii pindah sekolah?" tanya Kyoko
"kalian tau darimana?"
"aku.. yang mendengarnya.." sahut Arii. Mereka bertiga menatapi dengan tatapan penuh kesedihan.

"soal ini, apa kalian memberitahu Naomi?"
pertanyaan dariku langsung dianggukkan oleh mereka bertiga.

Naomi sudah mengetahuinya?
Dan yang terjadi ini...

"akh! Apa hari ini Naomi pulang lebih awal untuk mengejar Niichan di stasiun?" wajahku mulai terlihat panik, dan aku menatapi salah satu dari mereka. Jantungku serasa berdetak sangat cepat.
Dan mereka saling melihat satu sama lain. Memberiku suatu jawaban. "iya !!"

"souka! Kalau begitu, aku duluan ya!!" aku menepuk bahu Yuuki dan meninggalkan mereka bertiga. Aku berlari menuju stasiun. Jarak yang agak jauh, Namun..

Hosh..hosh..hosh..

Aku berhenti di salah satu gerbang, ketika aku melihat Naomi dan Niichan bertemu. Melihat mereka di balik kaca, dan aku mendengarnya...
"aku ingin ikut ke Shibuya! Dan apapun akan kulakukan asal bisa satu sekolah dengan Shota-kun!!"
suara Naomi yang lantang membuat aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Niichan hanya menatapinya. Terlihat keraguan pada wajahnya.
Tapi, apakah itu sedang terlihat Niichan menganggukkan kepalanya?
.
.
"Naomi jangan pergi!!" aku membuka pintu gerbang itu dan bersorak. Mataku berbinar-binar dan keringat membasahi wajahku.
Naomi membalikkan wajahnya melihatku. Tersenyum sangat cantik sekali hari itu. "aku tak ingin orang yang kucintai untuk kedua kalinya, harus pergi meninggalkanku!" ucapnya.
Kata-kata itu seakan membuatku rapuh.
Aku menatapi antara Niichan dan Naomi. Wajah Naomi yang sepertinya sangat menyukai Niichan~ dan Niichan yang tak bisa berbuat apapun.

Apa niichan juga menyukai Naomi?

Suaraku rasanya hilang dan tidak bisa mengucapkan banyak hal.

"bukankah kita sudah berteman sangat lama, Naomi-chan?" suaraku terlihat sangat gugup sekali. Membuat Naomi datang menghampiriku. Memegangi tanganku. Tangannya yang terasa sangat lembut, membisikkan sesuatu padaku, "kalaupun aku harus meninggalkan Noel disini, kita tetap sahabat, kan? Kalaupun Noel ingin curhat tentang orang yang disuka, bisa hubungi aku, kan? Dan kalaupun ada hari libur nanti, aku bisa pulang ke rumah dan makan ramen lagi, kan?"

Kalaupun Noel ingin curhat tentang orang yang disuka, bisa hubungi aku, kan?

untuk apa?
Orang yang aku suka itu..

"tapi, kan Naomi-chan.." aku tak bisa berkata apapun.
"tapi apa, Noel?"
"besok, aku akan mengantarmu ke bandara!" balasku. Suara dan jawaban yang sangat terpaksa.

Karena aku tau, mungkin selamanya kami hanyalah teman~
Dan kalaupun meminta lebih, mungkin hanya sebatas sahabat! Aku hanya bisa berada di dekat Naomi dan mendengarkan setiap pertanyaan dan keluh kesahnya.
Aku rasa Niichan orang yang lebih tepat daripada harus Mizuki-nii. Naomi bisa kembali ceria lagi, dan itu sudah cukup menjadi alasan kebahagiaanku.
Walau sedih, tak apa melepasnya.

Naomi pasti bukan takdirku, ya?
Dan aku sudah yakinkan itu..

Akhirnya siang itu, aku menatapi wajah Naomi yang sangat cantik. Membiarkan tangannya mengepal di kedua tanganku. Angin yang berhembus ini, dan kejadian ini, mungkin adalah jawabanku atas kemarin.. :))

-SEASON 1 END-

#AUTHOR POV#
--FLASBACK--

"Naomi! Naomi!" suara arii terdengar sangat jelas. Nafasnya terengah-engah dan ia berteriak sepanjang koridor memanggil nama Naomi.
"ada apa, Arii" Yuuki yang saat itu berjalan di koridor segera menghampiri Arii
Sambil menunjuk-nunjuk arah atap, Arii menjawab "aku mendengar percakapan Noel dan Shota-nii sekilas di atap!"
"apa?"
.
.
.
"apa maksudmu mengatakan itu?" Naomi terlihat panik sambil memukuli meja.
Dia menatapi mata Arii dengan tatapan tajamnya.
"iya, benar! Aku mendengarnya sendiri, Shota-nii akan pindah sekolah ke Shibuya dan tinggal di asrama!" jawab Arii
"atas dasar apa dia dipindahkan?" tanya Yuuki perlahan
"aku tidak mendengar apa-apa, sepertinya ada suatu hal yang tak kuketahui" Arii menatapi wajah panik Naomi.
Sementara Naomi hanya diam. Berusaha untuk menahan tangisannya.

"aku tak ingin Shota-nii pergi begitu saja. Karena sejak bertemu di taman itu.."

"Ini untukmu.."
"ah~ iya, habisnya aku kasihan melihatmu, mau membantu tapi tubuhku juga tidak terlalu tinggi"

"aku sudah sangat menyukainya.." Naomi menundukkan wajahnya. Membuat Arii dan Yuuki tak bisa berkata apa-apa lagi. 
"aku tak ingin orang yang kusukai untuk kedua kalinya harus pergi begitu saja. Aku akan lakukan apapun asal bisa bersama dengan Shota-kun. Dan bolehkah aku mengikutinya ke Shibuya?" tambah Naomi. Keputusan yang sudah membulatkan tekadnya. Dan Arii juga Yuuki hanya bisa menganggukkan kepalanya.

--FLASBACK END--


SEASON 1 berakhir sudah !! :D
nggak jelas ya ceritanya -_____- aaaakh kenapa saya bisa amnesia selama ini T^T padahal nggak ada niat melihat Kaoru bercerita seperti itu..
Tapi coba bayangkan kalau adegan mereka dimainkan sama mereka yang nyata, pasti keren lah :)) tapi aku belum bisa membuat cerita sebaik mungkin, tapi kalau aku bayangkan ceritanya lewat dorama, lumayanlah :3 berdoa kalau nanti aku benar-benar bisa buat Drama sendiri, pasti aku akan buat cerita komedi nya lebih banyak agar terasa nggak membosankan !!

OKEE~ Aku libur beberapa hari dulu~ dan memikirkan SEASON 2 nya :)
Kemungkinan di season 2, Kaoru dan yang lainnya sudah jarang muncul, habisnya mengikuti si peran utama di Shibuya sih T^T tapi akan memunculkan peran-peran baru~

ohya satu lagi, cerita season 1 tentang musim dingin, ya? Padahal penerimaan siswa baru di Jepang biasanya pada bulan Maret atau April ,kan? Tapi mau buat 2 season makanya di percepat aja sekitar bulan Februari -___- haha~

Tapi terima kasih bagi yang mau baca hingga episode 4 ini, ya. Semoga ceritanya nggak terlalu membosankan :'D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman