Click here for more graphics and gifs!
...日本が大好き、音楽が大好き、アニメが大好き、と僕はJ-loversだった..
...ジャニズJr Fans ♪♪♪


... Disini saya akan mengulas semua yang saya pikirkan :)
Mulai dari seni, musik, dan hal lainnya~ Hanya menulis tanpa berpikir penting atau tidaknya..
jadi, semoga blog ini punya peran penting walau hanya sedikit..
-Thank you to visit my blog-

2013/01/14

Candy X Love

Setelah menyelesaikan bagian 1 yang bisa dikatakan diantara jelek atau baiknya, benar-benar ingin melanjutkan ke bagian 2. Tak ingin terlalu banyak part, jadi saya hanya membuat 2 part supaya terkesan Tidak membosankan \(ˆ▽ˆ)/ dan aku memang sangat menyukai semua yang telah kutulis ini haha..

setelah kuperhatikan secara detail, ternyata antara Matsushima Sou dan Nakamura Reia adalah orang yang berbeda~ aku salah lihat lagi -____- Kecanduan sama wajah miripnya Kishi Yuta dan Jinguji Yuta sih!! dan parahnya wajah mereka sama sekali tak ada persamaan apapun T^T





Okee ! Hajimemashou :))


Tittle        : Candy X Love (part 2/2)
Character : Matsushima Sou a.k.a Hoshimori Naota, Nakamura Reia a.k.a Yoshizawa Shota, Yoshioka Yuuri (OC) dan para karakter lainnya :D
Date        : 2013. 01.14
keterangan : Saya menggunakan cerita yang berhubungan dengan bayangan masa lalu. Dan untuk membedakannya, saya menggunakan warna biru muda untuk menyatakan percakapan yang berhubungan dengan masa lalu, jadi harap maklumi ya :3
Cerita sebelumnya di Candy X Love : Klik Here >>


Matahari yang menyinari pagi menjelang siang itu, sesuatu yang mendebarkan tiba-tiba membuatku tak bisa mengatakan apapun. Aku benar-benar hanyut pada kata-kata Naota yang baru saja ia ucapkan. Dengan wajah lembutnya, aku tak henti memandanginya.
"Yuuri, mau, kan?" ia kembali bertanya yang membuatku seketika mengangguk.
Hingga hari itu, ia menjadi pacar pertamaku.

Kemudian di hari pertama, kami nikmati berkeliling di sepanjang kota, bahkan hingga sore hari dan pertama kalinya Naota mengantarku pulang hingga stasiun.
.
.
.
.
Lalu hari-haripun berlalu. Miyu yang sangat merestui hubungan kami, jadi terlihat sangat bahagia. Ia bilang, dia sangat mendukungnya, "habisnya cocok, sih!" Miyu selalu menemaniku tiap kali bertemu dengan Naota. Meski kami bertemu setiap pagi di stasiun dan berangkat sekolah bersama-sama, tapi terkadang juga tiap minggu aku mengajak Miyu menemaniku untuk pergi main dengan Naota. Dan itu rasanya benar-benar sangat menyenangkan.
Tapi di hari itu..

"Konnichi wa, Naota!" sapaku yang sore itu bertemu di stasiun
"Konnichi wa" Naota tersenyum. Style nya yang terlihat selalu keren itu membuat Miyu tak bisa mengucapkan sepatah katapun di depanku. Ia hanya menatap Naota dan membiarkanku bertemu.
Sore yang masih cerah itu mengagetkanku akan seseorang. Pertama kalinya Naota mengajak temannya untuk bertemu kami.

"anoo.. Naota, Dare desuka?" tanyaku melihat seorang lelaki sebaya di samping Naota
"oh, ini, dia sahabatku dari kecil. Biasanya kami selalu pergi bersama. Tapi belakangan ini aku sering membiarkannya pulang sendiri. Nggak enak, deh! Makanya kubawa dia kemari, nggak apa-apa, kan Yuuri?" Naota menjawab dengan wajah cerianya seperti biasa.
Aku menganggukkan kepala. Dan segera berdiri di depan lelaki itu.

"Yoshioka Yuuri desu. Pacarnya Naota. Namae wa?" ucapku pelan.
Lelaki yang terlihat bahkan terlihat sangat dingin itu, merubah tatapannya. Tiba-tiba saja ia menatapku sangat lembut. Dan tersenyum perlahan. Rasanya dia manis sekali..

"Yoshizawa Shota" jawabnya singkat.
Cara ia menatap benar-benar berbeda.

Ada yang aneh dengan tatapannya
Doushita?

"saa~ hari ini kita pergi main kemana, Yuuri?" ucap Naota yang memecah keheningan kami berdua
"bagaimana dengan pergi ke restoran? pergi makan, mumpung kita berempat" jawabku
"good idea!!" Naota menarik tanganku mulai meninggalkan mereka berdua di belakang

Rasanya kami berdua benar-benar cocok. Naota sangat mirip dengan sifatku yang ceria. Dan lagi..

"Yoshizawa-kun mau pesan apa?" tanyaku di restoran melihat menu makanan
Lelaki yang dingin itu hanya menatap menu berkali-kali. Dan perlahan aku merasa kalau dia sedang memperhatikanku.

"hey Shota, kau mau pesan apa!!" tambah Naota memukul bahu Shota. Ia hanya menjawab dengan senyuman. Kembali melihat ke arahku dan menjawab "Milk Choco Cake". Dan tau sesuatu? Apa yang ia pesan adalah makanan kesukaanku. Tapi mungkin sepertinya ia tidak menyadari kalau aku memesan makanan yang sama.

.
.
.
"Yoshizawa-kun, boleh aku bertanya-tanya padamu?" aku mulai membuat suatu pembicaraan. Shota yang duduk di depanku itu, seketika ia segera mengangguk.
"anoo, sudah berteman dengan Naota berapa lama? apakah sama denganku dan Miyu yang berteman sejak berusia 2 tahun? waktu itu orang tuanya Miyu pindah ke sebelah rumah kami. Dan kami berdua sangat akrab. Kemudian kami dekat bahkan hingga sekarang" pertanyaanku yang pertama dimulai.
Shota terus menatapku hingga aku berhenti bicara dan menjawab "7 tahun". jawabannya yang singkat itu membuatku kehilangan semangat untuk bertanya kedua kalinya. Lalu melihat Naota yang tertawa.
  
"harusnya Yuuri bertanya padaku. Percuma saja bertanya dengannya" dan Naota kembali tertawa
"Naota!! tapi kupikir jika aku pacarmu, aku harus mengenal temanmu juga, kan?"
"tapi Shota bukan orang yang sama. Dia lebih memilih menjawab sedikit daripada harus menghabiskan waktunya berbicara yang tidak penting seperti yang lain"

Souka..

Aku tidak tau kenapa harus bertemu orang yang seperti ini. Dan aku bahkan baru menyadari orang seceria Naota benar-benar dekat dengannya. Karakter mereka yang sangat berbeda itu..
.
.
Semua tetap berlanjut.  
Hari-hariku dengan Naota masih seceria biasanya. Dan kali ini, setiap kali bertemua ia selalu mengajak Shota untuk bergabung bersama kami. Bukan hal yang buruk, tapi kehadirannya seperti tidak ada sama sekali. Jika kami sibuk berbicara bertiga dan membiarkan dia diam begitu saja, ia takkan mau bergabung tetapi selalu ikut bersama kami. Membuatku ingin mengenalnya. Namun setiap kali aku ingin bertanya, hanya Naota yang menjawab dengan wajah cerianya. Sementara Shota hanya mengangguk dan menganggap apa yang di jawab Naota adalah benar.

Dan hari itu sewaktu aku mencoba bertemu dengan Naota sendirian, ia datang terlambat.
Hujan yang membasahi jalanan sekitar stasiun, membuatku menunggunya dan berteduh sendirian. "Naota dimana?" begitu pikirku berulang kali.
Namun..
"menunggu Naota?" sebuah suara terdengar dari samping tempat dudukku.
Aku mengangkat kepalaku dan melihat. Itu Shota.

Ia tersenyum lembut di depanku. 
"mau?" ucapnya kemudian membuka plastik yang ia genggam. Beberapa buah permen kesukaanku yang biasanya dibelikan Naota, diberikan padaku.
"eh? kenapa kau tau aku menyukai ini?" sahutku
"aku juga suka" dan ia kembali tersenyum.
"souka"
.
.
kami berdua kembali diam. Hanya suara hujan yang terdengar sangat deras. Dan Naota tak kunjung datang.
"sudah pukul 5 sore, apa kau masih menunggunya?" tanya Shota yang memecah keheningan
"iya, kalau misalkan aku pulang, dan ia datang, mungkin akan menyakitinya" jawabku
Shota menjawab kembali dengan senyumannya. Tiba-tiba saja rasanya tenang, bahkan tanpa Naotapun. Diamnya Shota membuat permen yang sudah 3 buah habis itu, selalu terasa manis

Hujan juga tak kunjung berhenti
apa Naota melupakan janjinya hari ini?

"anoo Yoshizawa-kun, kenapa kau bisa kemari tanpa Naota?" ucapku perlahan
"tadi Naota mengikuti kelas remedial, jadi dia menyuruhku datang lebih awal untuk menungguimu. Kurasa permen adalah cara yang baik untuk sabar menunggu seseorang" Shota tersenyum untuk kesekian ribu kalinya. 

Shota yang kali ini benar-benar berbeda. Ia tersenyum berulang kali. Dan aku berpikir, seperti Shota adalah Naota yang 3 tahun lalu memberiku permen dibalik kaca tembus pandang itu. 

"Yoshioka-chan.."
"hai, doushita?"
Shota melihat kearahku. 
"kapan kamu menyukai Naota?" pertanyaan aneh itu terdengar dibenakku. Dan ini adalah pertanyaan pertama yang diberikan kepadaku.
Dengan semangatnya aku menjawab, "3 tahun lalu. Naota memberiku permen. Padahal aku sudah lama mencarinya. Dia tau kalau stok permen itu sudah habis dan memberikan untukku. Aku rasa Naota sudah mengikutiku jauh-jauh hari. Dan aku rasa sifat malu-malunya yang dulu benar-benar menarik. Bayangkan saja, ia memberiku permen itu, wajahnya terlihat pucat. Itu rasanya lucu sekali. Dan.." aku menghentikan penjelasanku.
Shota melihatku seperti benar-benar ingin melanjutkan pembicaraanku.
"ohya, dan lagi rasa permen yang ia berikan itu manis! Aku suka. Waktu itu aku ingin mengucapkan terima kasih, tapi ia hilang begitu saja. Sejak saat itu aku selalu memikirkannya. Makanya, kupikir aku benar-benar menyukainya sejak pertama kali bertemu. Plastik permen itu bahkan masih kusimpan. Dan beberapa bulan yang lalu, keajaiban mempertemukan kami. Aku rasa aku benar-benar ditakdirkan untuknya, dan aku sangat bahagia sekali" tambahku.

"souka, dan bagaimana kamu bisa yakin kalau Naota adalah orang di 3 tahun lalu" Shota kembali memberiku pertanyaan dan kali ini membuatku terlihat bingung.
"wajah dan yang lainnya membuatku yakin kalau dia adalah orang yang di 3 tahun lalu" jawabku
Shota tersenyum. "kamu lucu" ia mengusap-usap kepalaku. 

Dan saat itulah aku mendengar suara Naota memanggil nama kami berdua. Hujan sudah mulai reda, Naota dengan pakaiannya yang basah dan nafasnya yang terengah-engah itu berlari ke arah kami. Ia bersikap seperti biasanya. Masih ceria seperti biasa. 
Saat Naota datang, Shota berdiri dan tersenyum. Kemudian meminta izin untuk pulang. Tanpa bertanya apapun kami membiarkan ia pergi begitu saja. Berjalan pelan di sepanjang stasiun.

Tapi tiba-tiba saja wajah Naota berubah. Ia menatapku sangat lama tanpa tersenyum. Seperti ada ketakutan yang ia rasakan. Membuatku bertanya "ada apa, Naota? Kau ada masalah?"
Naota menggelengkan kepalanya. "apa kau bahagia menungguku bersama Shota?" sahutnya kemudian.
"kenapa bertanya begitu? Bukankah kamu yang memintanya untuk menemaniku hingga kau datang?"
"bukan.." Naota kembali melihatku dengan tatapan serius.

Kenapa?
Bahkan Shota datang tanpa permintaan Naota
Ia berbohong?
Dan buat apa ia menungguiku berjam-jam lamanya?

Pikiran anehpun tiba-tiba bermunculan dipikiranku. Melihat sifatnya yang sejak pertama kali bertemu, benar-benar menjadi pertanyaan. Aku bahkan mengira kalau ia menyukaiku. Tapi, tidak mungkin..

"anoo.. Yuuri.." suara lembut Naota membuatku terbangun dari lamunan.
Aku diam dan berbalik menatapnya. Tatapan kami bertemu, dan aku merasakan tidak ada sesuatu yang spesial terjadi. 
Kemudian Naota kembali berbicara, "kita putus, ya?" tambahnya
"apa? apa maksudmu?" aku kaget dan tidak tau harus berkata apapun
Namun Naota mencoba memaksakan senyumannya.

"iya, habisnya aku bukan orang di 3 tahun lalumu" jawabnya.
Dan kata-kata itu membuatku semakin tak mempercayai semuanya.

"sebenarnya hari ini aku ingin mengatakan ini padamu. Makanya tadi pagi aku bilang, sebaiknya hari ini kamu coba untuk tidak membawa Miyu, ya? Dan sepulang remedial aku tidak tau harus melakukan apa-apa. Sudah 2 bulan kan hubungannya? Aku tidak ingin menyakitimu, makanya aku memperhatikan kalian berdua dari kejauhan" Naota menjelaskannya padaku. Matanya mulai tampak berbinar-binar.
"jadi, kau membohongiku?"
"iya.."
"kenapa?"
"itu karna aku menyukaimu!!"

Aku kembali diam.
"semua bermula sejak waktu itu.." Naota
--Flasback--

 >>Naota yang berbicara dengan Yuuri<<

"Shota, apa yang kau lihat?" Aku melihat Shota berperilaku aneh di hari itu. Saat musim salju tiba, kami selalu bermain dengan membuat bola salju di taman. Tapi Shota hanya diam dan tersenyum.
Sejak pertama mengenal Shota, dia benar-benar memiliki karakter yang dingin. Dia sering tersenyum, tapi tak banyak yang ia katakan. Dia jarang sekali berbicara bahkan terbuka padaku. 
Sudah beberapa hari aku melihatnya selalu tampak melamun dan melihat ke segala arah. Tapi ketika kutanya.. "tidak apa-apa, Naota" ia selalu menjawab itu.

Tapi saat itu aku memaksanya untuk berbicara. Dan ia mulai berbicara.
Menunjuk seorang gadis yang berada di balik tembok. Gadis itu terlihat masuk dari satu toko, keluar dan kembali masuk ke toko yang lain. "aku suka dia" dan mendengar jawabannya, aku kaget. Untuk pertama kalinya aku mendengar Shota menyukai seseorang. Dan pada akhirnya,

"kenapa kau tak coba temui dia?" ucapku
"aku takut.." 
"kenapa takut? kau kan laki-laki, coba saja berani. Kurasa kau bisa memikat gadis itu. Lagipula kamu cukup keren, Shota. Dan aku sangat mendukungmu untuk hal ini" aku tertawa dan sangat meyakinkan Shota. Tapi Shota terlihat ragu-ragu. Aku yang cukup peduli padanya, kemudian menarik tangannya masuk ke toko yang sebelumnya ia masuki.

"ada yang bisa kami bantu, dik?" kakak pelayan toko itu menemui kami di depan toko
"boleh kami bertanya sesuatu, kak?" aku memberanikan diri untuk bertanya
"boleh, silahkan, tanya apa?"
"gadis yang tadi kemari dengan seorang temannya itu, mencari apa, ya?"
"oh gadis itu., Dia mencari permen. Katanya permen itu dilapisi coklat juga susu. Kami tidak mengetahui permen itu, dan kemungkinan dia akan mencari di beberapa toko lainnya"
"ah souka, kalau begitu makasih kak.."

 kami meninggalkan toko itu. Di depan toko, Shota mulai berbicara sesuatu. "permen coklat susu, ya? aku sering membelinya" Dengan wajah yang begitu semangat, Shota berlari meninggalkanku. Di toko yang tak jauh, ia mulai mengikuti antrian. Katanya disana ada menjual permen itu, tapi cukup langka. Dan hari itu, ia kehabisan stok permen. Seorang bocah yang kira-kira berusia 7 tahun, membawa permen yang terakhir. Dan Shota, ia merebut permen itu dan berlari sembunyi meninggalkan bocah yang tengah menangis.

Aku tidak tau, Shota begitu semangat. Ia rela berlari dan mencuri permen itu. Lalu kami bersembunyi di balik tembok. Berharap dua gadis itu benar-benar datang. Dan ternyata nasib baik Shota di hari itu. 2 gadis itu benar-benar datang.
Tapi Shota mulai tampak ketakutan. Ia hanya melihat gadis itu. Padahal aku sudah menyuruhnya untuk menemuinya. Tapi ia takut. Dan pada akhirnya, gadis itu sendiri yang datang ke hadapan Shota. Aku bersembunyi segera, memperhatikan wajahnya yang terlihat pucat. Aku menahan tawa.
Tatapan kalian segera bertemu. Mungkin karena Shota benar-benar memiliki tatapan yang lembut, membuat gadis itu merasakan kedamaian.Kemudian permen yang ia berikan, saat itulah. Melihatnya memakan permen itu, gadis itu terlihat manis sekali.. aku tiba-tiba suka. Tapi tak lama aku menatapnya, Shouta berlari kearahku dan mengajakku segera pergi dari sana.

--Flasback End--

Aku tak bisa mengatakan apa-apa melihat penjelasan Naota yang begitu panjang.
Seolah ia membuatku mengerti..

Cinta pertamaku..

"tapi, kenapa kau tak bilang padaku? apa kau bermaksud memakan temanmu sendiri?" bentak ku seketika, aku menangis tiba-tiba dan mulai menjauh dari hadapan Naota. Aku mulai terlihat kesal. Tapi Naota tersenyum padaku.

"aku minta maaf!" ia membungkukkan badannya.

"waktu pertama kali melihatmu menunggu bus di hari itu, perasaanku benar-benar muncul. Aku sering melihatmu. Aku tidak tau, entah kenapa aku tak ingin memikirkan Shota. Aku mulai menanyakanmu pada teman-temanku. Dan mereka bilang aku pantas untukmu. Dan ketika aku ceritakan pada Shota sewaktu hari pertama pacaran denganmu, aku mencoba meminta maaf padanya. Tapi Shota bilang, jaga dia ya.. aku mendukungmu.. Makanya kurasa tidak begitu masalah. Apalagi waktu aku pertama menyapamu di stasiun, kau langsung bilang kalau aku adalah Shota. Dulu, masih kecil sekali wajah kami memang mirip, tapi ketika dewasa, wajah Shota mulai berubah dan wajah kami terlihat berbeda. Bahkan ketika melihat foto kami waktu kecil, teman-teman bilang kalau dia adalah kembaranku, tapi tak ada satu orang pun yang menyangka kalau kembaranku waktu itu adalah Shota. Makanya, aku memanfaatkan semuanya untuk mengungkapkan perasaan ini. Kurasa semua baik-baik saja, tapi perlahan melihat kalian berdua, aku benar-benar.."

merasa bersalah?

Aku tidak tau harus membenci Naota. Karena ia benar-benar membuatku kembali ingat semuanya. Membuatku nyaman. Bahagia, pacar pertamaku adalah sesosok cinta pertamaku.

Tapi seperti Drama..
Semua bohong..

"aku minta maaf, Yuuri" Naota berulang kali berbicara
"jadi, apa yang harus kulakukan?" tanyaku balik
"kejar Shota, apa yang kamu tanyakan padaku waktu itu, tanyakan padanya" Naota kembali tersenyum

Mendengar ucapan Naota, aku kembali mengangguk, dan dengan suasana hati yang kacau aku berlari meninggalkan Naota sendirian di stasiun.

   "kau benar-benar lupa, ya? Kau yang 3 tahun lalu memberiku permen ini.."

Pertama kalinya terjadi dalam hidupku. Aku bahkan sangat menyayangi perasaanku. Begitu manis, bahkan sangat manis. Tapi saat ini rasanya sakit

Seperti kejadian masa laluku, permenlah yang membuatku jatuh sakit, aku harus di rawat di rumah sakit dan tak bisa berbicara dengan suara keras. Aku terdiam berbulan-bulan. Ibu begitu melarangku membeli permen. Namun entah kenapa hari itu aku berpikir aku suka permen, rasanya manis dan aku ingin selalu menikmatinya. Aku berusaha mencari permen itu dan seseorang yang tak kukenal memberikannya padaku. Membuatku tiba-tiba saja menyukainya.
Dan orang yang kusebut cinta pertamaku itu, bukan Hoshimori Naota.. tapi..

"Yoshizawa Shota !!!" aku bersorak memanggil namanya.
Ketika orang yang kumaksudkan sedang duduk di depanku. Kaca tembus pandang yang menjadi pembatas antara kami berdua. Dan aku melihat Shota terlihat memikirkan sesuatu.
Tapi seketika aku memanggilnya itu, wajahnya jadi berubah tersenyum, Ia berdiri dari duduknya dan berada tepat di depanku.
Di kaca tembus pandang ini, seperti pertama kali bertemu..
Aku tersenyum, mengeluarkan air mata bahagia.

"kenapa? kau menyukaiku lebih awal dari Naota. Kenapa kau tidak memarahinya, kenapa kau tidak menjauhinya seketika kau sadar kalau ia mengambilku darimu?" tanyaku.
Shota diam. Menatap lembut wajahku. Dan menjawab,

"Habisnya aku suka, Yuuri, sih.."
 ia tertawa tanpa suara. Matanya yang terpejam ketika tertawa itu, sangat Manis.
Dan itu, membuatku sadar..
Shota yang manis dan nyaman itu adalah Cinta pertamaku..


-END-




   
Sekian ceritanya Minna !! :D
Maaf kalau ada banyak kesalahan kata atau cerita yang nggak nyambung, maklumlah saya berusaha keras bagaimana cerita nya bisa habis dalam dua part dan benar-benar tak semudah yang kukira..
Tapi satu yang saya dapatkan..
Melihat Pikkunya Reia, aku rasa dengan Iwahashi Genki mereka terlihat cocok ya wkwkw :D
mau buat cerita tentang mereka kapan-kapan deh -______- ahha!!



BAIBAI MINNA !! :D
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman