Click here for more graphics and gifs!
...日本が大好き、音楽が大好き、アニメが大好き、と僕はJ-loversだった..
...ジャニズJr Fans ♪♪♪


... Disini saya akan mengulas semua yang saya pikirkan :)
Mulai dari seni, musik, dan hal lainnya~ Hanya menulis tanpa berpikir penting atau tidaknya..
jadi, semoga blog ini punya peran penting walau hanya sedikit..
-Thank you to visit my blog-

2013/01/25

Kirakira, Kirakira Taiyou no You ni

Tittle :  kirakira, kirakira taiyo no you ni (キラキラ、キラキラ たいよう の よう に) (part 1/4 S.1)
Genre : Romance
Length : Short Story
Rating : M
Author : Nanahira Ichi
Cast : (saya memakai dua cast, yaitu "pemeran utama" dan "author")
Character :
1) Nozomu Kotaki a.k.a Miyachika Rin, Yasui Kentaro a.k.a Akito Mizuki, Haniuda Amu a.k..a Iwamoto Yuuki, Kuramoto Kaoru a.k.a Kiriyama Noel
2) Miyachika Naomi, Megumi Arii, Morita Kyoko,
3) dll
Keterangan : Menggunakan ucapan untuk menggambarkan kejadian di masa lampau dengan menggunakan tinta Biru Muda.

LINK~LINK~ :D



  

Okee, HAJIMEMASHOU !! :))


#Naomi's POV#

"Naomi-chan, kami harus pulang segera !!" serentak mereka meneriakiku di tengah jalan
Dengan wajah yang sama sekali tak menghiraukan, aku tetap berjalan sebagai pemandu diantara mereka. 4 temanku, Arii, Kyoko, Yuuki, juga Noel. Wajah pasrah mereka tetap mengikutiku.

Berkali-kali mereka mencoba mengomel dan berteriak, aku sama sekali tak menjawab apa-apa. Tau kenapa aku hari ini? 

Baru saja putus dengan pacarku

Dan aku mengajak mereka untuk menemani hari burukku sepanjang waktu. Bolos dari sekolah di hari pertama dan sudah pukul 8 malam, mereka belum kuperbolehkan untuk pulang kerumah.

"sampai kapan kau begini terus, Naomi?" ujar Kyoko dari belakang
"Ada banyak laki-laki lain diluar sana, Naomi-chan" Noel dengan wajah polosnya

"berisik !!" bentakku menjawab kedua pertanyaan mereka

Dan tak ada hal lain yang bisa mereka lakukan kecuali diam dan tetap mengikutiku.
Sebenarnya semuanya bermula sejak kemarin sore sepulang sekolah.

--Flasback--

"maaf, Naomi-chan, apa kau sudah menunggu lama?" suara lembut dari pangeranku tercinta mulai sangat berdengung di telingaku.
Dengan semangatnya aku menjawab panggilan itu dengan wajah ceria dan berdiri dari duduk untuk menghampirinya. Ini adalah 7 bulan kami pacaran, dan dia sangat baik sekali. Sosok pacar pertamaku yang sangat istimewa. 

Penampilannya yang keren itu, aku tidak terlalu memikirkan betapa jauhnya jarak usia kami. Dia 5 tahun lebih tua dari ku, tapi wajah nya benar-benar sangat imut sekali.

"aah~ Tidak apa-apa, sekarang kan sudah 7 bulan dan sangat bahagia bisa bertemu denganmu" jawabku. Ketika bersamanya aku merasa seperti sudah berumur 19 tahun.
Lelaki yang imut itu menatapiku dengan senyumannya. Matanya terlihat berbinar-binar sekali.

"Doushita, Mizuki-kun?" aku mulai terlihat gugup
"jika kamu tau aku punya pacar selain dirimu, apa yang akan kamu lakukan?" tanyanya
"ha? kenapa bertanya seperti itu? aku tidak percaya dan kuharap bukan" 

Dia, Akito Mizuki kemudian tertawa di depanku. Menutup mulutnya dengan syall merah mudanya.

"anoo.. tujuan ku kemari.." Mizuki-kun
"ada apa?"
hari itu aku mulai curiga dengan wajahnya yang sedikit agak gugup.
Dengan cepat ia membungkukkan badannya, "Hontou ni gomen nasai, naomi-chan !!"
"a?"
"aku sudah punya pacar selain dirimu!!"

Pengakuan yang benar-benar menusuk jantungku. Rasanya hatiku terbelah lebih dari 2, ribuan bahkan jutaan. Wajahku yang tak sanggup berkata apa-apa, akhirnya memilih meninggalkan dia. Dan itu sangat buruk sekali ToT

--Flasback End--

"Naomi-chan" Noel berlari ke arahku dan berdiri di depanku.
Sehingga aku terpaksa harus menghentikan langkahku.
"ada apa?" tanyaku
"sama kakak ku saja !!" jawabnya
"ha? apa maksudmu, Noel? Kau tidak tau Naomi baru saja putus dari pangeran nya?" tambah Kyoko
"bukan begitu, kalau begini terus yang ada hari pertama sekolah kita hancur ! Untuk sementara dengan kakak ku saja, dia orangnya baik. Mungkin aku bisa rencanakan semuanya dengannya" Jelas Noel.

Penjelasannya membuatku berhenti seketika. Menatap wajah Noel yang tak penuh kepastian.

"kakakmu orang yang bagaimana?" tanyaku kemudian
Noel sedikit berpikir, "yang pasti senyum nya menggoda" jawabnya
"akh~" dengan rasa tak peduli aku pun meninggalkan Noel dan mengajaknya kembali berjalan
"ta-tapi kalau saja Naomi-chan pulang sekarang, besok istirahat aku ke kelas mu sambil bawa kakak"
Pernyataan yang satu itu membuat ku kembali berhenti. "benarkah?" mataku mulai berbinar-binar seolah penuh ke percayaan. Dan Noel menganggukkan kepalanya.

Yapp, dan pada akhirnya pun kami pulang ke rumah masing-masing.

Miyachika's House
09.52pm

"are?" itu suara kakak.
Yang mana malam itu aku terlalu pulang larut malam dan terpaksa harus memanjati kaca jendela kamar kakak yang letaknya tidak jauh dari kamarku yang jendelanya sudah di pagari (keseringan kabur dari rumah)

"darimana kau Naomi??" bisik kakak mendapatiku di depan jendela. Wajahnya terlihat sangat panik sekali.
"ini semua ulah sahabatmu, niichan!!" jawabku. Kemudian melempari tas ku ke wajahnya dan berlari masuk ke kamar.

Tidak perlu di jelaskan, tapi kejadian itu benar-benar membuatku sangat gila. Akita Mizuki, ia adalah teman satu universitas Kak Rin. Aku mengenal Mizuki-kun juga dari kakak. Dan setelah ia mengungkapkan hal buruk tadi sore itu..

Aku benci Kak Rin yang sudah bilang Mizuki-kun sangat baik..

~Esok Paginya

"ohayo!!" sapaku pada teman sekelas yang sama sekali tak ku kenali.
Dengan wajah kaget mereka melihatku. Tentu saja, ini hari pertama ku masuk sekolah di SMU, dan tak ada orang yang ku kenal selain Yuuki yang adalah teman dekatku sejak Sekolah Menengah. 

"Naomi-chan, Arii dan Kyoko daritadi mencarimu" sorak Yuuki
"benarkah?" berpikir membawa kakaknya Noel kah?
"mereka di taman, mungkin membawa sesuatu" tambah Yuuki.
Aku tersenyum "haha, baiklah, terima kasih kabarnya Yuuki yang imut !!" aku kembali membawa tasku dan seenaknya keluar kelas.
.
.
"kalian mencariku?" ucapku seketika tiba di taman
"iya, kenapa datang terlambat, Naomi?" Tanya Arii
"kemarin belum bisa tidur" jawabku singkat dan duduk di pertengahan mereka
sambil mengusap-usap bahuku, Kyoko kembali berbicara "ini SMU, Naomi. Tak banyak yang mengenalimu dan kamu bisa mengambil salah satu mereka"
"seperti.." aku melihat beberapa siswa ke segela sisi.

Seketika aku melihat seorang anak laki-laki yang sedang duduk di pojok sana sambil membaca buku aku segera menghampirinya. Tidak mengenalinya, tapi.. "seperti lelaki ini, ya?" tambahku menarik tangannya dan berdiri disana.

Lelaki itu terlihat bingung sekali. Bahkan Kyoko dan Arii menatapi wajah bingungnya.
"dia? mungkin tidak" ujar Arii
"tidak, ya?" wajahku kembali melesu dan meninggalkan lelaki itu dan kembali duduk di pertengahan mereka.

"menurutmu, Noel benar-benar membawa kakaknya?" aku kembali melihat ke segala sisi lagi.
"haha~ aku rasa tidak" Arii
"kenapa?"
"Noel kan tidak punya kakak" tambah Kyoko dan mereka berdua tertawa

"aa? benarkah? berarti dia menipu? Kenapa kalian tidak memberitahuku?" Aku mulai terlihat panik
"kalau kami memberitahumu, kapan kami akan pulang?"Kyoko
"benar juga, ya. Maaf aku terlalu merepotkan kalian" aku menundukkan kepala

Merasa bersalah yang tiba-tiba saja kurasakan.
Aku yang baru saja lulus dari SMP, dan sekarang berada di SMU. Berteman dengan teman yang memang sudah dekat denganku dari kecil. Karena keakraban kami, membuatku merasa di manja oleh mereka.

Tahun lalu, Kak Rin membawa temannya kerumah, dan aku melihat Mizuki-kun.
Dia sama sekali tidak terlihat seperti orang yang sudah berada di Universitas. Bahkan sifat anak-anak dan cara tertawanya. Tubuhnya yang tidak terlalu tinggi, membuatku selalu memperhatikannya setiap kali datang kerumah.
Ia menyadari akan hal itu dan memperhatikanku balik. Dan hari yang mendebarkan itu adalah, ketika ia datang ke rumah dan menemuiku. Meminta nomor ponselku dan kami berkenalan. Kata Kak Rin dia adalah orang yang baik, walau dia terlihat seperti anak-anak ia punya pikiran yang dewasa dan Kak Rin yakin dia bisa menjadi pacar yang baik. Tapi..

"aku sudah punya pacar selain dirimu!!"
apa maksudnya?

"apakah aku harus mentraktir kalian makan hari ini sebagai balasan permintaan maafku?" tambahku seketika
Kyoko tersenyum padaku "tidak apa-apa, bukankah kita teman? Susah senang ditanggung bersama" ucapnya
"Yuuki dan Noel pasti punya pikiran yang sama" ujar Arii
"oh ya, bagaimana kalau punya pacar kontrak aja? seperti yang ada di film-film Naomi" Kyoko

Aku terdiam.
Aku belum bisa banyak berpikir hari ini, tapi jika itu yang paling baik..

"ya sudah, kita vottingan saja" aku kembali tertawa. Tanpa berpikir sekolah ini belum begitu mengenalku T^T


#Author's POV#

"Kau lihat Naomi dan yang lainnya?" Noel berlari terengah-engah masuk ke kelas Yuuki
"Mungkin di taman" jawab Yuuki singkat

Noel melihat ke segala arah. Wajahnya memerah seperti sudah berlari berkilo-kilo meter jauhnya. Kemudian merapikan rambutnya dan duduk di depan Yuuki. Membuka Syall nya. Iya, sekarang musim dingin hampir berakhir, dan cuaca mulai agak panas.

"Oi, Yuuki" tambah Noel sedikit berbisik
"apa?"
"apu kau tidak berpikir kalau Naomi-chan itu mengagumkan?"
"tidak"
"hah? kenapa?"
"dia seperti anak manja yang menyebalkan" Yuuki berkali-kali membalikkan buku nya seperti seorang kutubuku.

"begitu, ya. Tapi dia anaknya baik..." sementara Noel menghentikan perkataan dan melihat wajah Yuuki yang sepertinya sedang tidak mendengarkan. "ah~ tapi lupakan saja. Aku khawatir sesuatu terjadi padanya" tambah Noel tertawa
"menyukainya, ya? Kukira kalian sahabat sejak Sekolah Dasar" ujar Yuuki
"i-iya, tapi sebaiknya lupakan. Aku ingin menemuinya di taman. Kau mau ikut?"
Yuuki menggeleng.
Akhirnya Noel kembali berjalan keluar dari kelas dan tetap tersenyum memancarkan keimutannya.

Sementara itu di taman..

Gadis kecil yang tubuhnya tidak terlalu tinggi itu masih bisa tertawa biasa dengan 2 orang temannya. Ikatan rambutnya yang tidak terlalu rapi terlihat sangat cantik.

"bagaimana dengan Ramen? Apa kau masih suka memakannya, Arii?" pertanyaan aneh itu muncul dari gadis yang bernama Naomi tersebut
"aree? Ramen? Aku sudah jarang keluar rumah dan aku jarang membelinya. Bagaimana denganmu, Kyoko?" jawab Arii
"aku suka. Tapi kesibukan pelajaran tambahan semasa SMP ku, tidak bisa membuatku selalu memakannya" Kyoko menjawabnya sambil tertawa.
"wah kalau aku dulu, waktu SD Noel yang suka traktir. Kalau nggak gratis aku jarang ke kedai Ramen" tambah Naomi.

"wah, jadi keakraban kalian semasa SD itu di penuhi dengan ramen, ya? hahaa lucu sekali" Kyoko dan Arii serempak menjawab dan memukul pelan bahu Naomi. Naomi hanya membalas nya dengan senyuman yang manis seperti biasanya.

"kenapa tidak dengan Noel saja?" tiba-tiba Arii mengalihkan pembicaraan
"Noel, ya? Hahaa, tidak mungkin. Sebagian orang sudah mengetahui kami teman sejak Sekolah Dasar. Begitu juga Mizuki-kun, Noel sering jadi topik pembicaraan!!" jawab Naomi dengan suara lantang.

Suara keras itu tidak sengaja terdengar oleh Noel yang hendak menuju ke arah sana dan akhirnya menghentikan langkahnya. Wajah senyum nya berubah menyedihkah. Menggaruk-garuk kepalanya dan menaikan sedikit alisnya. Melihat ke arah Naomi dari belakang.

Teman, ya?

"Ohayou, Naomi-chan, Arii-chan, Kyoko-chan.." Noel pun dengan semangatnya menemui mereka.
Mendengar sapaan itu, Naomi dan yang lainnya berhenti tertawa dan melihat ke arah Noel.

"Doushita?" tanya Noel
"jangan-jangan Noel dan Naomi benar-benar takdir, ya?" ujar Kyoko
"hah?" Naomi dan Noel terlihat bingung
"padahal Noel baru saja jadi topik pembahasan, lo!!" Kyoko tersenyum

"ooh, haha. Tidak! Bukankah kita berteman? Iya, kan Naomi?" Noel menjawab ucapan itu dan duduk manis di sebelah Naomi

Naomi kemudian ikut tertawa.

Tiba-tiba melihat yang lainnya tertawa, Naomi mulai kehilangan rasa sedihnya, karena putus dengan pacar yang sangat dicintainya.

Dan..
Bagaimana dengan..

"bukan begitu, kalau begini terus yang ada hari pertama sekolah kita hancur ! Untuk sementara dengan kakak ku saja, dia orangnya baik. Mungkin aku bisa rencanakan semuanya dengannya"

-TO BE CONTINUED-
NB : EPISODE 2 (SEASON 1) Klik Here >>

Saa, maaf kalau ceritanya agak kacau >,<
Saya berusaha bagaimana ceritanya bisa nyambung dengan episode 2,
Habisnya yang terpikir dalam kepala saya hanya terciptanya episode 2, sementara saya harus melewati tahap pertama di episode 1
Dan saya hampir kehilangan mood menulis gara-gara memikirkan cerita ini -______-
Haaaaaaaaa~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman