bolehkah aku bercerita tentang masa laluku ?
dimana sudah tidak ada hari lagi untukku kembali ke masa-masa itu . (╥﹏╥)
aku menyesal karena telah meninggalkan masa-masa itu demi aktivitas yang tak pernah terpikir olehku. mungkin jika aku berpikir untuk mengulang masa lalu, aku pasti punya kesempatan untuk berteman baik dengan siapa saja. aku punya sahabat yang baik dan mereka sangat memperhatikanku. mereka memberikan hari-hariku penuh kesenangan. hingga akhirnya aku membuang mereka.
Dan semua ini akan kuceritakan kedalam bentuk cerita pendek, semua boleh membaca :)
dan siapapun boleh berkomentar :)
Title : all about me (┎','┒) and you ┒('o'┒) - Forever Friend (˘▽˘人人˘▽˘)
Genre : Friends
Author : Richia Kayoru Nanahira
Theme Song : Emi Hinouchi - Diary
keterangan : nama kota + nama character akan diganti karena tidak ingin ada pihak yang mengetahui. harap dimaklumi :)
Part 1 :
Berawal dari kepindahanku ke Machida - Tokyo
aku tinggal bersama seorang nenek. sejak aku berusia 1 tahun karena mamaku memiliki pekerjaan yang banyak diluar kota.
bertahun-tahun aku diasuh hingga aku naik ke kelas 1 SD.
aku yang terkenal tidak bisa apa-apa ini, hanya bisa diam memperhatikan semua orang, dimanapun berada. bahkan disekolah sekalipun, aku tak pernah bertekad untuk berteman dengan siapapun.
"Ichi, kamu tidak mau bermain dengan yang lainnya?" ucap nenek yang melihatku hanya duduk diayunan sendiri menatapi anak-anak lainnya.
aku menggelengkan kepala tanpa berbicara apa-apa.
nenek hanya diam dan pergi dari tempatku. kurasa nenek bisa mengerti aku. untuk menjadi gadis yang bisa tersenyum setiap saat, sangat sulit. begitu pikirku. tak ada jalan lain selain hanya berdiam diri dan terus berdiam.
hingga itu menjadi hari-hariku, aku yang sekarang sama dengan hari esok dan esoknya lagi.
semua tak pernah berubah.
sampai pada suatu hari,
di halaman rumah nenek, seorang gadis sebayaku, menemuiku. dan ia tersenyum padaku. Dia cantik.
kemudian ia menatapi dengan nada tidak serius. Rambutnya sama sepertiku, dan ia masih berpakaian sekolah.
"hey, sendirian..???" sapanya
aku mengangkat kepalaku dan memperhatikan dirinya yang berdiri agak lebih tinggi dari dudukku di ayunan.
"nama kamu siapa?" tanyanya sekali lagi
aku menundukkan kepala dan tidak melihatnya sedikitpun.
"ne, ayolah, kenapa menunduk begitu..??" dia terus bicara dan tetap berdiri didepanku.kemudian...
ia memegang tanganku dan menariknya, "main yuk, temani aku bermain sehari ini ya.." ucapnya lagi.
mendengar kata-kata itu aku serasa ingin mengikutinya,
bagai seorang kupu-kupu yah.. pikirku..
"kamu suka main apa??" tanyanya melihatku
aku menggelengkan kepala. selama ini aku tidak pernah berbicara dengan seseorang sebayaku. bahkan memegang tangannya seperti ini.. hari-hariku hanya duduk di ayunan dan tidak pernah ada seorangpun yang menegurku..
ヾ(*⌒∇⌒)八(⌒∇⌒*)ツ
akhirnya kamipun mulai bermain-main. ia mengajakku bermain dengan anak-anak yang lain di lapangan yang tak pernah kuinjak sebelumnya. anak-anak sebaya dengan pakaian sekolahnya. dan bersenang-senang. ia membuatku tidak bisa menahan tawa, meski itu hanya permain lari-larian keliling lapangan dan kemudian berkotor-kotor di sawahan.
Rasanya nyaman yaa....
~~
"anoo.. namamu, siapa??" tanyaku yang tiba-tiba mengagetkannya
"eh? kamu bisa ngomong..???" ucapnya yang memegangi sebelah tanganku
aku ikut terdiam,
"hahah, perkenalkan, aku michiyo kanahara" jawabnya dan tersenyum kembali. "ayo kuantar pulang" tambahnya.
dan itu menjadi awalku mengenalnya. aku mulai memanggilnya kana, dan ia mulai memanggilku dengan nama ichi. ia membuatku banyak bicara dan sedikit demi sedikit mengenal kepribadian tentangnya. bahwa ia telah di tinggal ibunya dan sekarang ia tinggal bersama neneknya. ia mengatakan padaku kalau ia merasa kesepian dan ia menginginkan seorang teman yang mengerti dirinya. saat itulah aku mulai merasakan indahnya sebuah persahabatan.
ヾ(*⌒∇⌒)八(⌒∇⌒*)ツ
2 dan 3 hari berlalu..
gadis itu berhasil membuatku berubah.. aku mulai terbuka dengan siapa saja dan bisa tertawa..
Dan 2 tahun berlalu sejak kejadian itu.. aku yang sudah tergantung pada kana, akhirnya hidupku mulai berubah, sejak kelas 3 SD. mama kembali mengambil alihku dan membawaku ke tempat tinggalnya di Prefektur Chiba di Tokyo. awalnya aku sempat tidak mempercayainya, tetapi mama memaksaku untuk kembali padanya.
hingga hari itu aku menemui kana, dan meminta maaf atas segalanya.
"kana-chan.." panggilku yang mengintipnya dari luar jendela rumahnya
"ne, Ichi-chan.." jawabnya yang segera berlari membuka pintu rumahnya. "ada apa? tumben kemari..??", "wah belum ada kue nih,, aduuh maaf ya ichi-chan" tambahnya
aku menundukkan kepalaku. hari ini aku akan meninggalkannya disini..?? padahal baru saja aku menemukan rasa percaya diri meski kami beda sekolahpun.. pikirku
aku bingung harus berbicara apa padanya. sesungguhnya kami bagaikan saudara kembar, meski hanya bertemu 2 tahun.. kami bahkan menyamai potongan rambut dan setiap hari menyamai pakaian kami, meski dia terlihat lebih cantik dariku.
"ichi-chan kenapa diam..???" kana menatap wajahku yang agak suram hari itu
"ne..ne.. tidak apa-apa kok ^^" aku menganggukan kepala dan berusaha untuk tertawa.
"eh? ada apa ichi-chan..???" ucap kana sedikit bingung..
"tidak apa-apa, anoo kana maaf yaa aku harus pulang dulu :D sampai ketemu besok yaa ^^" aku berlari dari hadapannya meninggalkannya yang tak henti menatapiku..
...hingga setelah itu, akupun akhirnya mengikuti mama ke chiba dan meninggalkannya tanpa izin. mungkin aku pikir dengan begini, ia takkan sedih, karena ia tau, besok ia akan bermain denganku lagi di lapangan yang luas itu..
ヾ(*⌒∇⌒)八(⌒∇⌒*)ツ
"selamat datang di rumah, Ichi.." sapa semua orang yang saat itu berada di rumah, mereka menyambutku dengan sangat bahagia.
akupun tersenyum sedikit terharu.
padahal sudah 9 tahun lamanya aku tidak pernah mampir ke rumah ini..
"nah
ichi, silahkan ganti bajumu, dan bersenang-senanglah disini ya, ini
juga rumahmu" ucap mama yang memberikan baju ganti padaku.akupun akhirnya menuruti semua perintah itu dan tetap melakukannya tanpa bersuara.. aku masih melihat semuanya dengan tatapan yang masih baru.
Rasanya ingin membawa kana bermain disini bersama-sama.
saat aku terdiam itu, semua orang sibuk dengan aktivitas masing-masing. seperti biasanya, tidak ada seorangpun yang menegurku setelah itu. T____T
**
esok paginya,,
aku terbangun dari tempat tidurku. yang biasanya aku tidur selalu di tempat yang biasa dengan saudara-saudara lainnya, sekarang hanya tidur sendiri di dalam kamar yang bagaikan sebuah hotel itu. mataku berputar-putar melihat segala sisi. dan akhirnya aku duduk dari tidurku dan mencoba bermalas-malasan. telah kusadari kalau semua orang yang ada dirumah, telah sibuk seperti biasanya. mama dan papa mungkin sudah berangkat kerja. padahal hari ini hari minggu..
Akupun segera mandi dan kembali berjalan keluar rumah. aku ingin melihat sudut kota rumah baruku.
"tidak ada ayunan, ya??" pikirku sesaat membuka pintu rumah.
pagi ini, aku sama sekali tidak merasakan adanya angin berhembus, suhu cuaca panas sekali, dan aku sama sekali tidak melihat banyak anak-anak sebayaku yang bermain diluar. komplek itu sungguh sepi. apa semua orang sibuk bekerja?
Namun seketika aku berpikir demikian, aku melihat dua orang anak perempuan sebayaku berjalan didepan halaman rumahku. mereka membawa banyak sekali permen.
Tanpa menyapanya, aku tetap berdiri di depan pintu rumah dan menatapi mereka berdua. "ingin..." bisikku.
Namun seketika,,
"hah! kak, liat, kucing itu..." bisik seorang gadis berambut pendek kepada temannya itu. ia menunjuk seekor kucing disudut rumahku
"wah, dia masih menunggu kita ya dek." jawabnya.
mereka menghampiri kucing tersebut dan tertawa,
"kucing yang manis..." ucap gadis kecil itu.
"bawa pulang aja dek.."
"bawa pulang? kakak aja yang bawa pulang"
"mamanya adek kan juga suka kucing -.-"
"gak kok kak, mama kakak kan ada pelihara kucing"
"itu kan kucing yang udah lama dek.."
"hah! kakak aja yang bawa pulang ya"
"gak mau, adek saja"
"ya ampuun kakak..." gadis kecil itu mengambil kucing tersebut dan segera berbalik arah.
sepertinya mereka bukan kakak adik.
++
Hari itu aku menyadari kalau mereka adalah tetanggaku. berdekatan rumah denganku. tapi aku tidak berani untuk menyapanya. yang kulakukan hanyalah memperhatikan mereka dari depan pintu.
ヾ(*⌒∇⌒)八(⌒∇⌒*)ツ
Hingga hari-haripun berlalu, dan aku masih sama. pergi sekolah, dan pulang sekolah, hanya memperhatikan mereka. Meskipun mereka menyadari kalau sedang diperhatikan, mereka hanya diam dan pura-pura tidak melihat. "tidak menegurku ya?"
Sampai pada suatu hari,,
"Ichi, kamu tidak bermain keluar rumah..????" tanya mama yang sore itu baru saja pulang kerja
"enggak ma.." jawabku menggelengkan kepala
Lalu mama membalikkan wajahnya melihat 2 orang gadis yang sering kuperhatikan. kemudian ia tersenyum.
"Ichi ingin main dengan mereka, kan?"
aku terdiam dan menundukkan kepala.
mama pun akhirnya memegang tanganku dan membuka pintu pagar rumah.
"nara, moka, kesini sebentar.." panggil mama yang seketika membuat 2 gadis kecil itu tersenyum dan menghampiri mama.
"ada apa tanteee...??" kompak mereka
"kalian hari ini bermain dengan anak tante ya, dia baru tinggal disini, jadi belum mengenal apa-apa. kalian bisa mengenalinya dengan kehidupan di kompleks ini..????"
mereka berdua terdiam dan saling berhadapan. lalu kembali tersenyum, "baik tantee, serahkan pada kami ^^"
dan 2 gadis itu mulai menarik tanganku untuk bermain,,
**
"nama kamu siapa?? selama ini tinggal bersama siapa??" tanya mereka setelah itu.
"Ichi.. dulu tinggal bersama nenek di Machida"
"wah, tempat itu indah, aku pernah kesana lo.. perkenalkan, aku Nara, sepertinya ichi lebih tua dari aku yaa.." ucapnya yang kemudian menyalamiku
Aku tersenyum,
"hahah! Ichi kelas berapa sekarang?" tanya seorang lagi
"3 SD.." jawabku
"wah, sama.. aku juga kelas 3. namaku moka :D"
"tuh kan :D aku kelas 1 sd kak.." tambah gadis yang bernama nara tersebut.
akhirnya lama-lama menyapa seperti itu,,, kamipun mulai bermain dengan kucing tadi. berlari, seperti saat pertama aku mengenal kana (⌣́_⌣̀).
**
Lalu beberapa bulan kujalani. sejak hari itu aku sudah tidak pernah mampir lagi ke tempat nenek. aku juga tidak tau apa-apa tentang kana setelah aku pergi. yang kulakukan hanya lah bermain dengan nara serta moka. meski tak seasyik kana, tapi kurasa ini sudah cukup. mereka baik dan kadang suka memarahiku karena aku tidak bisa melakukan apa-apa seperti yang mereka inginkan. tapi kadang mereka mengajariku sesuatu hal yang baru. meskipun aku harus berusaha untuk mengikuti mereka.
Setelah beberapa bulan aku mengenali mereka, nenek pun datang kerumahku.
Ia memberiku kabar, kalau setelah kepergianku, kana sering datang kerumah nenek dan meminta nenek untuk menjemputku di chiba.
Dengan wajah gembira aku pun langsung memanggil mama dan papa yang saat itu berada di rumah. aku ingin izin mereka untuk mengembalikanku ke machida.
akhirnya nenek pun berbicara serius dengan mama dan papa.
"jadi maksud ibu kemari mau apa??" tanya mama
"saya hanya ingin membawa ichi kembali ke Machida"
mama dan papa terdiam sesaat.
"maaf, bu saya tidak bisa melepaskan ichi ke machida lagi," ucap papa dengan gugupnya
"tapi kan, apakah anda tidak membutuhkan kebahagian anak anda?"
"bu, maaf bukannya saya membangkang, tapi menurut saya, disinilah tempat yang pantas untuk dia. semua yang dia inginkan bisa terpenuhi. dan saya rasa, dia sudah cukup bahagia dengan teman-teman disini"
nenek hanya diam.
aku yang saat itu mengintip dari luar ruangan bersama nara dan moka, hanya saling berpandangan.
"Ichi,.." panggil moka
"i-iya moka"
"kamu mau kembali ke Machida ya?"
"gak tau.." jawabku
"hah! jangan kembali ke machida!! disini kami mampu kok buat kamu senang!!" moka sedikit berteriak dan sempat membuat nenek dan yang lainnya melihat kami .
"Ichi, jangan mengintip disaat orang tua sedang berbicara..!!" bentak mama
Dengan wajah tak bisa melawan, akupun segera membawa nara dan moka bermain keluar. aku pastikan untuk tertawa disaat yang seperti itu.
2 jam berlalu setelah itu,
aku tidak mengingat-ingat apa saja yang telah mereka perdebatkan didalam, tapi yang pasti, saat keluar dari rumah, nenek tersenyum dan membelai-belai rambutku.
"jaga dirimu baik-baik ya sayang, jangan nakal, turuti perintah orangtuamu. apapun yang mereka lakukan, adalah demi kebaikanmu" ucap nenek
"ta-tapi kan nek, bagaimana dengan kana..? aku ingin bertemu dengannya.." jawabku
"saat ini, jangan pikirkan kana. soal kana biar nenek yang atur ya. kamu pikirkan saja hal yang baru disini. lihatlah teman-temanmu. apapun yang terjadi, tersenyumlah ya sayang ^^" "nenek balik ke machida dulu, ya. kapan-kapan nenek akan sering-sering kesini untuk melihat keadaanmu" nenek pun berjalan pergi dari arahku. Ia sepertinya ingin pulang ke Machida.
"nenek...." aku hanya memperhatikan nenek dari belakang.
semenjak itulah, aku tidak terlalu memikirkan soal kana. kurasa aku percaya pada nenek.
ヾ(*⌒∇⌒)八(⌒∇⌒*)ツ
Dan berlanjutlah setelah kenaikanku di kelas 4 SD. SD swasta dengan banyak siswa. setiap kenaikan kelas, siswa-siswa diacak untuk membentuk kelas baru.
Aku berada di kelas 4D. aku yang satu sekolahanpun dengan moka, sampai-sampai berbeda kelas.
tapi Kurasa tidak masalah. karena aku sudah terbiasa, aku juga tidak memerlukan teman, sikapku yang suka berdiam membuatku mulai terbiasa.
Bahkan aku tak pernah berpikir untuk mencari teman. kurasa, sekolah hanya untuk menuntut ilmu.
**
Hari itu para siswa dikelas 4-D masuk kekelas. semua berkumpul, seperti siswa-siswa sebelumnya, mereka meribut dan mereka berteman dengan siapapun.
tepat jam itu, seorang gadis duduk disebelahku,
wajahnya cantik, putih, dan dia tampak seperti orang keturunan china.
Rambutnya terurai panjang, dan ia...
"permisi, boleh aku duduk disini?" ucapnya dengan nada yang sangat lembut sekali.
Aku memaksakan diri untuk mengangguk dan mencoba terus tersenyum.
Dan gadis yang baru saja kukenal itu duduk disebelahku. Hingga pelajaran berlangsungpun, dia tetap diam. setiap kali aku melihat ke arahnya, dia hanya tersenyum.
**
Cerita itupun kuceritakan pada moka.
Ia kaget dan memukul kepalaku.
"Ichi bodoh >< kenapa kamu tidak menanyakan sesuatu padanya??" bentak moka
"ta-tapikan moka.."
"ya ampun, itu tandanya kamu sudah punya teman, tinggal kamu yang berusaha mendapatkannya. Jangan terus berdiam diri seperti ini tanpa berusaha sedikitpun. berpikirlah, dunia itu luas. sampai kapan kamu akan terus begini ?? apapun yang terjadi, makhluk hidup itu perlu ketergantungan dengan makhluk lainnya. jangan selalu berpikir kamu bisa melakukannya sendiri.." jelasnya
Kata-kata itu membuatku terdiam dan hanya meneteskan air mata.
Kata-kata itu serasa menusuk jantungku dan aku tidak bisa berpikir apa-apa selain hanya menyalahi diri sendiri.
"maaf...moka.." bisikku yang tak kuat untuk berbicara kembali.
"Ichi jangan nangis ya, Ichi gak salah, cuma saja Ichi kurang bisa berpikir :)" moka mengusap-usap rambutku. "ya sudah, bagaimana kalau besok kamu bawa dia ke rumah, kamu anggap saja dia adalah aku. Dan bermainlah dengannya seperti kamu bermain denganku. ^^ nanti aku akan mengikuti mu dari belakang. jika kamu salah sedikit saja, aku akan coba menunjukkan hal yang benar padaku."
"hah :D moka, arrigatou ><" aku segera memeluk moka. Tetapi tetap meneteskan air mata.
**
Esok paginya, aku pergi sekolah dengan semangat. Aku akan menemui gadis itu kembali dan mengajaknya berbicara.
**
Dan..
"ne.. ohayou ^^" sapanya saat aku mulai duduk meletakkan tas
aku terdiam, dan sesaat berpikir tentang kata-kata moka, aku pun tersenyum padanya.
"o-ha-you-go-zai-mas!" balasku. meski aku mengucapkannya dengan terpatah-patah.
Lalu aku duduk. kamipun mulai diam dan sama sekali tidak bertatapan. aku berpikir, "apa yang harus kulakukan? apa yang harus kukatakan padanya?"
akhirnya..
"hey namamu siapa?" ucapnya yang mendahului pembicaraanku
"eh? aku.. Ichi..." dan akupun menunduk.. "anoo.. namamu?" tambahku
"minami Shuzi" jawabnya.
Dan setelah itu kami hanya saling membalas senyuman dan kembali terdiam.
wajahku mulai panik, aku terus berpikir apa yang harus kukatan.
hingga akhirnya...
"Shuzi-san.. nanti.. kerumahku, mau???" ucapku sedikit berbisik
"boleh ^^" jawabnya singkat
aku kembali terdiam dan melakukan hal yang biasa..
sampai pulang sekolah, ia terus mengikutiku dan tersenyum.
** di rumah **
"tok..tok..tok.." aku mengetuk pintu rumah,
"iya, masuk saja" teriak adikku dari dalam.
akupun membuka pintu rumah,
"wah,," shuzi tersenyum melihat rumahku yang mungkin bisa dikatakan bagus.
"ayo masuk shuzi maaf ya rumahku agak berantakan" ajakku ke dalam
"i-iya ichi ^^" shuzi masuk ke dalam dan sedikit demi sedikit aku mulai mengajaknya berbicara.
Shuzi sempat terpana melihat rumahku, ia sampai mengajakku berkeliling. tetapi tetap seperti ia yang biasa, ramah dan suka senyum.
**
ya,
dihari-hariku bersama shuzi, aku jadi tampak seorang gadis keturunan putri. sopan dan tidak banyak tingkah.
aku rasa, aku menyukai saat-saat bersama shuzi. aneh, seperti bertemu dengan seorang putri saja.
Dia mengajari ku cara membersihkan rumah dan hal yang lainnya dengan sikap yang sangat lembut sekali.
Menyapu dll. meski tangkai sapu masih lebih besar daripada ukuran tubuhku. membawa piring-piring kotor ke dapur dan membersihkannya, meski aku harus perlu memanjat untuk membersihkan piring-piring itu. dan banyak hal lainnya yang membuatku terasa berbeda.
"kerja rumah itu memang susah, tapi kita wajib belajar untuk itu, karena dimasa depan, kita membutuhkan semua ini" ucap shuzi. Rambutnya yang diikat panjang itu, membuatku terasa nyaman.
"makasih ya, shuzi ^^" ucapku
"iya" shuzi mengangguk, "kita berteman ya mulai hari ini"
"iya" balasku
akhirnya setelah hari menjelang sore, kamipun mulai membersihkan rumah dan aku mengantarkannya pulang untuk mencari angkot, setelah itu aku bertemu moka dan aku menceritakan semuanya.
moka tampak senang dan kembali mengelus-elus rambutku.
ヾ(*⌒∇⌒)八(⌒∇⌒*)ツ
Hidupku perlahan-lahan mulai berubah. aku serasa tidak mengenali diriku yang dulu. aku mulai banyak berbicara. berkat teman-temanku. sungguh aku sayang mereka dan tak ingin berpisah dengan mereka semua..
**
beberapa bulan pun kemudian berlalu..
aku selalu bersama shuzi saat di sekolah. sampai semua orang mengatakan kami ini kembar. rasanya tidak percaya saja dibilang mirip dengan orang secantik shuzi :') tapi aku merasa tetap senang.
Dan lagi kabar buruk menimpaku saat aku naik ke kelas 5 SD..
moka mengatakan padaku kalau ia akan pindah ke Hokkaido.. aku dan nara sempat kaget dan tidak mempercayai itu. tetapi kata moka, ia tidak berbohong dan itu sungguh ia dengar langsung dari orang tuanya.
melihat wajah moka yang sepertinya juga tidak mempercayai itu,, membuatku merasa kasihan dan hanya menatapinya.
itu berita benar-benar buruk sekali untukku, dan akupun juga harus bersiap-siap untuk kehilangan moka selamanya..
kata-kata itu membuatku mulai dekat dengan nara dan kami selalu bersama. moka yang tampaknya masih memikirkan itu, hanya diam didalam rumah dan beberapa hari tidak bermain bersama kami.
"kak, aku ingin tau apa yang dipikirkan kak moka" ucap nara
"kakak juga -.-"
"sepi tanpa kak moka ya kak"
"iya, begitulah :("
"aku ingin bermain bersama kak moka lagi kak.."
"kakak juga"
"aku kangen kak moka"
"kakak juga dek.."
nara pun terdiam dan mengelus-elus kucing yang biasa ia bawa kemana pergi.
aku pun juga begitu, kami bermain tenang sekali, biasanya moka selalu membuat heboh..
ヾ(*⌒∇⌒)八(⌒∇⌒*)ツ
Hari-hari yang ditakutkan pun akhirnya datang. seisi rumah moka pun mulai diangkat pergi dengan mobil aneh. semua barangnya pergi dan aku melihat moka. wajahnya suram dan ia tidak menyapa kami tetapi hanya menatap kami.
"kak, aku mau menyapa kak moka" ucap nara memegang tanganku
"kayaknya moka lagi gak mau disapa"
"tapi kak, kita takkan bertemu kak moka lagi ><" nara menangis dan menutup muka nya.
kurasa moka akan menyapa kami, tapi sayangnya ia hanya melihat dan kemudian naik keatas mobil tanpa ekspressi apa-apa.. kami juga hanya bisa melihat jalannya mobil tersebut.
"kak moka jahaaat..." teriak nara seketika dan melepaskan tangannya dariku lalu ia berlari kerumahnya.
sementara aku hanya diam.
akhirnya aku mulai tegar memikirkan semua itu .. aku ingat tentang semua kata-kata moka itu .. kurasa aku tidak selalu bergantung padanya.. aku pikir tidak ada yang bersalah, moka seperti itu untuk menutupi kesedihannya. sama waktu itu aku mencoba lari dari kana.
##
setelah semua berlalu, aku tetap tegar dan mencoba melupakan semuanya..
aku tetap bersama shuzi di sekolah, kami semakin akrab. Dan tetap bersama,,
meski pada suatu hari, shuzi diambil alih oleh segerombolan gadis cantik, dan ia membawa shuzi pergi dari hadapanku. mereka mengatakan aku bukan teman yang baik dan lain-lainnya. hingga shuzi tidak berani menyapaku..
Ia hanya tersenyum denganku dari jauh..
padahal kesedihanku belum selesai sejak kepergian moka. dan sekarang aku harus berpisah dengan shuzi. aku tidak bisa apa-apa. aku hanya diam dan menatapi dia tersenyum dengan yang lainnya.
"anoo.. ichihara.."
seorang gadis bersuara lembut menyapaku dari belakang, aku kaget dan segera melihat kebelakang.
aku melihat temanku dari kelas yang sama. aku rasa aku sekelas dengan mereka berdua sejak kelas 3sd sampai sekarang, tapi tetap saja aku tidak pernah dekat dengan mereka berdua.
"eh?? akira? michi? ada apa?" ucapku dengan nada kecil
"tumben tidak bersama shuzi? kalian ada masalah?" tanya akira, sosok gadis yang berambut pendek
"begitulah.." jawabku singkat dan menundukkan kepala
"wah, pasti gara-gara segerombolan gadis itu ya?"
aku menganggukkan kepala.
"sudahlah kami mengerti kok, kalau sudah bersama mereka, shuzi takkan bisa kembali padamu. mereka benar-benar jahat. kamu yang sabar ya" ucap michi
"iya"
"yaudah, kita main sama-sama yuk, kami tidak suka melihatmu kesepian begitu" akira memegang tanganku dan kamipun bermain.
michi dan akira ternyata baik ya, mereka tidak membiarkan aku seorang diri dikelas. meski aku masih menginginkan shuzi :(
**
Setahun setelah itu..
aku mulai melupakan kana serta moka..
aku mulai sibuk dengan michi dan akira.. tetapi aku masih saja memperhatikan shuzi..
hingga akhirnya aku memberanikan untuk menemui shuzi yang disaat kelas 6 SD aku tidak sekelas lagi dengannya
**
"Shuzi.." bisikku dipintu kelasnya, ia duduk di paling belakang sekali,
"ichi?" shuzi pun perlahan-lahan berjalan ke arahku, tetapi sepertinya ia masih melihat-lihat pada gerombolah gadis gadis itu..
"eh? ichi, ada apa kemari? kita gak usah bicara disini ya, bahaya" ucap shuzi yang menarikku lari menuju wc wanita
~~
"shuzi.. :("
"iya ichi, aku mengerti kok.. tapi permasalahannya itu :( aku takut ichi.."
"takut kenapa? apa yang mereka lakukan padamu???"
shuzi menggelengkan kepalanya dengan sangat cepat. "mereka tidak melakukan apa-apa, tetapi mereka mengatakan aku cantik. dan juga, mereka bilang aku harus berteman dengan mereka selalu dan jangan bergaul denganmu ichi..." shuzi menagis dan memelukku
"aku mengerti. tapi kenapa kamu harus memilih mereka?"
"kalau aku berteman denganmu, mereka tidak akan mau menyapaku. otomatis, aku tidak punya teman dikelas :("
"shuzi tetap saja EGOIS!! shuzi tidak mengerti perasaanku!! ><" aku membentaknya dan meninggalkannya sendiri disana.
entah kenapa, terucap kata-kata yang tidak baik itu padanya. meski aku mengucapkannya dengan menahan air mata. menyakitkan, kurasa dia pasti juga akan tersakiti..
**
Dan setelah kejadian itu, setiap aku bertemu dengan shuzi, dia tidak memberikan senyumannya kembali dan bahkan ia sering menundukkan kepalanya. ia berusaha menghindar dariku.
menyendihkan.
aku terpisah darinya. Dan saat itu aku berharap untuk tidak bertemu shuzi setelah kelulusan SD, aku tidak ingin menderita dan menahan rasa menyesal ini lebih dalam lagi.
Dan akhirnya semua itu selesai saat kelulusanku dari kelas 6 SD.
aku meninggalkan sekolah dengan nilai yang cukup memuaskan. Senang, bisa lulus, tapi aku sama sekali tidak bisa bersorak seperti anak-anak lainnya. :(
aku mulai meninggalkan SD, dan aku tetap melanjutkan ke SMP dengan jenis sama dengan SD. meskipun harus swasta.
aku melanjutkan sekolah ku dengan rasa kesepian.. mencoba melupakan semuanya.
Tapi saat itu, saat aku sudah terdaftar di sebuah smp, aku melihat nama shuzi. kurasa ia juga sekolah di tempat yang sama denganku.
rasa itu membuatku tersenyum dan juga sedih.
mungkin aku takkan pernah bertemu shuzi lagi meski kami satu sekolah . dan kalaupun bertemu, mungkin kami hanya saling menatapi tanpa memberi senyum sedikitpun.
dan lagi, di kelas 1 smp, saat aku pulang sekolah, sempat juga aku dikabari mama. bahwa disaat aku sedang sekolah, aku di telfon moka melalui telfon rumah. tapi karena aku sedang di sekolah, moka hanya menyampaikan pesan lewat mama.
kalau moka bilang, ia menyesal dan minta maaf sebesar-besarnya untukku dan juga nara.
pesan itu kusampaikan pada nara dan kami sama-sama menangis.
tetapi, apapun yang terjadi, aku tetap tegar dan tersenyum.
"dunia itu luas" jangan berpikir untuk 1 langkah ke depan, tapi dua, tiga, bahkan empat langkah menuju masa depan. berpisahpun kita sekarang, suatu saat jika ada kemauan, pasti akan dipertemukan.
- END -
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
itulah yang terus kuingat hingga aku duduk di bangku SMA sekarang..
berkat kata-kata moka, aku mulai terbuka dengan siapa saja. sekarang ini, aku punya banyak teman. :)
meski tanpa moka pun..
awalnya aku sempat melupakan 3 sahabat baikku,
tetapi saat ini, aku membutuhkan mereka. dan aku ingin sekali bertemu dengan mereka. meski kurasa takkan mungkin..
saat ini..
aku berharap..
semoga aku mendapatkan keajaiban itu..
aku ingin sekali bertemu mereka semua..
aku ingin sekali mengucapkan terima kasih..
serta kata-kata minta maaf jika aku selalu merepotkan mereka..
dan aku ingin sekali menceritakan semua kepada mereka..
kalau bukan karena mereka, aku mungkin takkan bangkit seperti ini..
bagaimanapun, selamanya..
aku sayang kalian.. para sahabatku :)
MICHIYO KANA - MOKA NATSUKI - MINAMI SHUZI
do'aku hari ini...
untuk kana, maafkan aku pergi tanpa seizinmu, aku tau kamu tidak bisa menerimanya.. tapi saat ini, jika aku bertemu denganmu, aku ingin memelukmu dan mari bermain bersama-sama lagi :')
untuk moka, terima kasih atas semua nasihatmu. tanpamu aku bukanlah seseorang yang seperti ini.. jika kita bertemu lagi, aku janji takkan ceroboh lagi dan akan kuceritakan semua kehidupan zig zag yang kulalui..
dan untuk shuzi, aku sayang kamu selamanya. maaf jika dulu aku pernah membentakmu, tapi sungguh aku tak ingin berpisah denganmu, jika bertemu lagi denganmu, aku akan tersenyum untukmu dan berjalan bersama-sama lagi..





























Tidak ada komentar:
Posting Komentar