cover
:
Part 1 : ~サヨナラ~
~
Ini kisahku saat pertama bertemu dengan dua ekor kucing kesayanganku~ Mereka benar-benar lucu waktu itu..
Namaku, Richii, bukan nama palsu atau nama jepangku lho! Aku benar-benar dianugrahi nama seperti itu. Semua memanggilku ichi~ Imut, bukan?
Ini adalah kisahku waktu kelas 3 SMP. Hari itu aku diajak nenek ke Kota sebelah. Tepatnya ke Pekanbaru. Sebenarnya aku sudah biasa kesana, tapi hari itu terasa cukup berbeda. Ya, karena kami berangkat ramai sekali dengan mobil milik ayahku.
Di Pekanbaru, kami menginap dirumah sepupu. di Perumahan Kubang. Menyenangkan, bisa bertemu adik-adikku yang lucu~ Disana juga ada pangeran kacamata yang sangat kukagumi.~ Hmm.. Dia masih berstatus saudaraku kok~
x x x
"Richii, bawa tas-tas yang ada didalam mobil keluar,ya" teriak nenek dipintu masuk.
"Baik, nek.." aku kembali masuk dan mengambil banyak sekali tas digarasi.
aku memasukkan kepalaku untuk mengambil semua barang. Tapi tiba-tiba saat itu aku mendengar suara keributan dari arah luar. aku kaget dan segera mengeluarkan kepalaku dari dalam garasi.
"kalau jalan itu berhati-hati, kenapa?" seorang tukang bakso jalanan sedang meneriaki seorang anak lelaki yang sepertinya sebaya denganku.
"Maaf, aku tidak sengaja.." jawabnya menundukkan kepala sambil memegang seekor kucing. Matanya sayu dan wajahnya pucat. Dengan syal hitam putih di lehernya. Rambutnya pun tampak berantakkan.
Dia Sakit? begitu pikirku.
Lelaki itu meletakkan kucingnya dan membantu mengangkat beberapa piring plastik yang sempat jatuh ke tanah. Setelah itu, ia kembali mengangkat kucingnya dan mencoba pergi dari sana, Tapi sebelum itu, ia sempat melihatku dan tanpa rekasi apa-apa ia kembali berjalan.
x x x
Didalam rumah, aku langsung menanyakan soal itu pada bibiku~
"lelaki yang memakai syal itu siapa?" tanyaku
"yang wajahnya pucat? trus membawa seekor kucing?"
"iya!"
"oh, dia anak dari kompleks sebelah. kedua orangtuanya meninggal. Dan ia tinggal bersama om dan tantenya. kalau seingat bibi, namanya aka~ bibi juga tidak tau nama aslinya siapa"
"begitu ya~" aku seolah menolehkan wajahku melihat keluar rumah.
"kasihan dia` harus putus sekolah karena penyakitnya yang sudah mencapai stadium akhir"
"eh? stadium akhir?"
"iya, dulu bibi satu kantoran sama om nya~ dan ia sering menceritakannya"
aku terdiam seketika.
Aku mencoba mengingat terus semua ucapan bibi. Baru pertama kali kutemui yang seperti ini~
Berharap bisa dekat dengannya.
x x x
Akupun melanjutkan tugas meletakkan barang-barang karena kabarnya aku akan tinggal disini selama 4 hari~
"woy! ichi~" sorak pangeran kacamata memanggilku dari depan televisi
"hah? ada apa, kuro..?" (baca : kuro >> sebutan sayang buat sepupuku, karena dia cukup hitam :p)
"namaku bukan kuro..!"
"hahhaha~kau kan hitam.. :D"
Lelaki itu menarik nafasnya dan berjalan kearahku kemudian membantu pekerjaanku~
"setelah ini, keluar yuk, jalan-jalan sore.. Keliling kompleks" tambahnya memegangi kacamatanya
aku mengangguk dengan memberi senyumku yang biasanya.
dengan semangatnya aku segera membereskan barang bawaan dan mempersiapkan diri untuk keluar. Berperilaku lagak orang biasa, boleh juga, kan? Celana pendek dan kaos cewek. Rambutnya dikepang satu. dan, "aku siap.."
"hah, kelamaan berdandan kamu chi!" ucap kuro berdiri didepan pintu kamarku
"aku kan juga wanita.."
"sudahlah, ayo cepat. nanti keburu maghrib"
"baik..!!"
x x x
Aku dan kuro berjalan keluar rumah. Suasana kompleks di sore hari memang tampak sangat ramai. Sama saja sih dengan rumahku yang biasa. Tapi hanya berbeda pada pemandangan. Disini adalah pegunungan yang tampak tak tinggi. bentuk rumahpun cukup berbeda.
Disore hari, anak-anak bermain diluar. Ada yang bermain layangan dan lainnya. Tak terlalu banyak anak-anak sebayaku berkeliaran diluar rumah. Para orang dewasa sibuk dengan kegiatan masing-masing, begitu juga dengan ibu-ibu yang udah beramai-ramai berkumpul diluar rumahnya.
"Ramai juga, ya kuro.." sahutku
"Biasa saja. Tiap hari juga begini.."
"Iya, tapi kan ramai. beda dengan komplek rumahku. Pagi siang sore malam sama saja.."
"hahhaha~"
x x x
Kami melanjtkan perjalanan kebeberapa kompleks. dan kembali setelah jam 6 lewat sedikit. Disini, jam 6 masih rada-rada terang lho. Maklumlah kota yang berada diperbukitan.
Tapi tampaknya Kuro berjalan sangat cepat sekali. Ia juga tak terlalu menghiraukan ucapanku~
Dasar, si mata empat yang aneh~
x x x
Seketika disaat aku berpikir demikian, tiba-tiba mataku melihat akha. Lelaki pucat yang kutemui tadi. Ia sedang tertidur di depan rumahnya diatas kursi dan teru memeluk kucingnya. Rumahnya amat besar.
Karena pagarnya tidak tertutup dengan rapat, akupun mendekatinya. Dan memberanikan diri mengucapkan "selamat sore" padanya.
Mendengar itu, akha membuka matanya, dan benar-benar mata yang sayu~
"kenapa tidur diluar?" tanyaku
Dia menoleh ke arah pintu masuk rumahnya, Dan menjawab "Om Tante..belum..pulang.." dengan suara yang bergetar.
"Tapi bahaya lho dengan tubuhmu yang begini." aku duduk dikursi sebelahnya
"tidak apa-apa...aku..sudah biasa.." ia tersenyum padaku
"Kucingmu manis, ya??" tambahku
"iya~"
"namanya siapa?"
"Shuji~"
"china?"
"iya,~"
"betina?"
"iya~ dia..sekarang,,sedang..melahirkan...." jawabnya dengan nada suara yang sulit sekali..
"wah...pantas saja~"
Aka tersenyum lagi sambil mengelus-elus kucingnya. Dan tak lama kemudian, seorang bapak-bapak dan ibu-ibu tua keluar dari sebuah mobil. Melihat itu, aka segera berdiri dan menyalami mereka berdua.
Sebelum ia masukpun, aka sempat mempersilahkanku, tapi aku menolak dan permisi pulang.
Esoknya, aku bertemu dengan aka lagi, didepan rumah. dan kali ini ia tersenyum padaku~ Tentu saja aku segera mendekatinya dan mengikutinya berjalan.
"setiap hari begini, ya?" tanyaku
"Iya, Soalnya hidupku sudah tidak berapa lama lagi~"
"eh? maksudmu?"
"iya~ aku ingin tempat ini menjadi kenangan buatku"
"hah..!! jangan berkata begitu, aku yakin kamu masih diberi kesempatan untuk hidup..! jangan menyerah begitu dong,,"
Aka tertawa pelan~ "Oh ya, namamu siapa? Sepertinya bukan orang sini~"
"eh? iya, aku bukan orang sini~ namaku Richii"
"unik juga~ Salam kenal yaa.. kamu orang pertama saat ini yang mau berbicara denganku :)" aka terus memberikan senyumannya, yang sepertinya sudah tidak kuat lagi untuknya begitu.
Aku selalu menatapinya. Dia seperti seseorang yang tidak pernah mendapatkan kebahagiaan. Apakah hari-harinya selalu dipenuhi dengan menahan sakit begini?
x x x
Selama aku berada di Pekanbaru, aku selalu bertemu dengannya~ Dia banyak cerita tentang hal mengenai dirinya. Dan harapannya padaku~ meski ia hanya berbicara sangat sedikit.
Dia sempat berkata "Jika suatu saat aku pergi, aku ingin terakhir kalinya melihat Shuji, dan nanti, pertama kalinya bertemu ayah dan ibuku~"
~Harapan yang berhasil membuat air mataku keluar tiada henti dihadapannya. Aku bukan siapa-siapanya dan hanya bisa memberi sedikit dukungan. itupun, aku ingin hari-hariku selama disini, adalah menghiburnya~
x x x
Setelah sering bertemu, dan berbicara banyak hal, waktu 4 hari ternyata terasa sangat singkat seklai~
Hari itu adalah hari yang paling kuingat selama hidupku, tepatnya jam 11 siang, kuro mengajakku kelapangan yang tak begitu jauh dari rumah. Aku lagi-lagi melihat aka~ kali ini ia terduduk dibawah pohon, tanpa shuji?
Aku langsung meninggalkan kuro yang sibuk dengan teman-temannya dan berlari kearah aka~
"Hai aka~ Tumben sendiri" sapaku
"iya~" dia tertawa. ditengah itu, tampak olehku 2 ekor kucing yang sangat mungil sekali dipangkuan akha`
"wah, itu anaknya shuji yaa? manis sekali! ...mmm shujinya mana?"
Aka hanya tersenyum dan melihat ketumpukan tanah ditempat aka duduk. Kupikir itu hanya tanah biasa, tapi setelah diperhatikan~
Ternyata itu adalah...
Mendadak kututup mulutku terkaget.
"Jangan-jangan shuji....."
"iya, dia telah pergi meninggalkanku~ setelah melahirkan anaknya," ucap aka mengelus elus 2 kucing kembar itu.
Aku ikut duduk disebelah aka dan ikut juga mengelus-elus kucing-kucing itu~
Tapi saat itu kuro memanggilku untuk segera pulang. Aku harus kembali kepadang~ dan meninggalkan semuanya di Pekanbaru~
"Maaf, aku harus kembali~" sahutku dan berdiri dari duduk
"Richii~" Panggilnya yang kemudian ikut berdiri
"ada apa?"
"kucing ini, maukah kamu mengurusinya untukku?"
"eh? itukan milikmu?"
"tidak, milikku hanya shuji~ Dan setelah ia pergi, kurasa aku tak mampu mengurusinya lagi~ Tubuhku sudah semakin melemah~" jawabnya memberikan 2 ekor kucing itu.
Yang satu berkulit hitam putih, yang satunya lagi oren putih~
Tanpa menolak, aku mengambil kucing itu.
"tetap semangat ya, aka~" tambahku menepuk pundaknya
aka mengangguk, "aku percaya padamu"
Aku tersenyum dan pergi dari hadapannya.
Akhirnya siang itu juga aku dan yang lainnya berangkat dari Pekanbaru. ~
Sempat, di perjalanan pulang aku melihat dari kejauhan aka masih duduk dibawah pohon sambil menatapi makam shuji~
"apakah ia benar-benar telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya?"
x x x
Sore itu, sekitar jam 5, bibi mengirim sms padaku~
"chi, kamu tau dimana aka berada? semua sedang mencarinya~"
sempat aku terkaget, tapi tidak mungkin aka pergi jauh, aku membalas pesannya dengan memberitahu tempat terakhir akha~
Dan pas malamnya, baru saja aku melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah, bibi mengirimiku sms lagi, dan kali ini, benar-benar......
"Semua orang menemukan aka dibawah pohon dekat lapangan dalam keadaan tergeletak tak bernyawa"
Membaca itu, aku langsung terkejut dan sontak mengeluarkan air mata. aku menangis sekencang-kencangnya sambil memeluk kedua kucing itu~
apakah dia begitu yakin pada hidupnya? sehingga ia mempercayai ku untuk menjaga kucing-kucing ini? terima kasih aka~
x x x
Beberapa hari setelah kejadian itu, aku mulai bersikap seperti biasa dan mulai mendekat-kan diri dengan kucing-kucing tersebut.
aku memberi nama mereka,
aka ichiba, kucing hitam putih yang cukup besar.
dan aka ichibi, kucing oranye putih yang tubuhnya kecil. wajar saja, chiba banyak makannya, sedangkan chibi lebih suka memanjat~
x x x
Aku berharap~
"chiba-kun, chibi-chan, semoga ibu kalian baik-baik saja ya~" ucapku yang terus menulis dengan tatapan mereka disebelah bukuku~
"Dan kuharap, aka benar-benar bisa bertemu dengan kedua orangtuanya, ya"
"miaw"
"waaaaah~ aku sayang kalian berdua, deh"
"miaaaw ^_^"
- END -
Keterangan :
beberapa hari yang lalu aku sempat bertemu aka di dalam mimpi. makanya aku putuskan untuk mengingat kisah ini dengan menuliskannya disini~
waktu itu, ia menemuiku~ Tubuhnya bersinar dan tampak sangat tampan sekali~
Ia tersenyum manis padaku sambil merangkul Shuji~
Mimpi itu membuatku terasa lega sekali~ Kurasa, mimpi itu memberiku pertanda. kalau aka baik-baik saja disana~ Demi dia, aku janji akan terus menjaga kucing-kucing ini~ :)
1. Akha Ichiba >>
2. Akha Ichibi >>
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar