Apa yang sebenarnya kurang dalam diriku? Aku memiliki banyak teman dan mereka sangat peduli terhadapku. Tapi selalu, aku selalu saja merasa kesepian.
Aku menuliskan beberapa artikel kecil di dalam kertas kosong. Padahal hari ini sedang ulangan harian dikelas. Aku tak menggubris apapun bisikan dari teman. Karena aku tak menjawab satu soalpun di kertas ulangan. Guru berulang kali berjalan mondar-mandir di sepanjang area tempat dudukku. Ia seringkali melihatiku tapi tak sedikitpun menegurku.
Hari ini musim hujan. Aku tau, yang kupikirkan pertama kali ketika keluar kelas adalah bagaimana menggunakan jas hujan yang baik agar aku terhindar dari hujan. Aku tak membawa payung hari ini. Karena tak ada siapapun dirumah ketika aku terjaga pagi. Aku tau, semua orang sedang sibuk dengan aktifitas diluarnya. Aku membalikkan pulpen berulang kali. Dan ketika guru mulai menyampaikan bahwa waktu yang tersisa adalah 10 menit lagi, aku terbangun dari lamunanku. Aku segera membuka kertas ulangan dan mengisi apapun yang kupikirkan secepat mungkin.
"Aku...kesepian" tulisku dengan tulisan yang sangat jelek milikku. Aku menuliskannya dibagian akhir dan menutup kertas tersebut. Aku orang pertama yang saat itu memberikan lembar jawaban kedepan. Dan bergegas berjalan keluar kelas, Aku tau hujan akan semakin deras nanti.
Aku bisa saja saat ini berlari menuju pintu gerbang dan mengenakan jas hujan pemberian nenek. Menutup kepalaku dengan papan ujian dan berlari keluar. Mencari tempat berteduh satu persatu hingga sampai dirumah. Akan tetapi, semua tak sesuai dengan apa yang kupikirkan. Aku turun menuju lantai bawah dan hujan deraspun semakin melanda. Aku terhenti dan termenung menatapi air yang turun tersebut. Langit sangat gelap dan sepertinya petir mulai bergemuruh terdengar. Takkan ada tanda-tanda hujan akan reda sebentar lagi. Akhirnya aku memilih duduk di depan pintu keluar. Aku pikir, dengan begini saja aku akan duduk disini hingga hujan benar-benar reda.
Perlahan aku menatapi anak-anak sebayaku yang keluar dari pintu. Mereka tertawa bersama-sama. Payung yang kutau, bahkan untuk dua orang saja takkan cukup.Tapi anak anak itu, membiarkan teman-temannya yang lain datang berlari pada mereka dan meminta tumpangan payung bersama. Aku tidak mengerti. Karena aku tak pernah merasakan memiliki teman yang benar-benar akan berlari padaku ketika hujan datang.
"happ!!!" sapa seseorang dari belakang memukuli pundakku.
Aku terjaga dari lamunan dan melihat orang itu. Beberapa anak dari kelas yang sama berdiri didekatku.
"Kau tak pulang? Nanti orangtuamu mencari, loh!?" ucap salah satu dari mereka.
Aku hanya diam. Baru saja aku menyadari, bahwa sudah beberapa jam aku berada disini. Hujan masih deras seperti tadi. Karena tak sanggup menjawab pertanyaan mereka, Akupun hanya menggelengkan kepala.
Tak banyak yang mereka ucapkan, selain kata kecil itu. "jangan menunggu hujan, hujan takkan reda hari ini". Lalu pamit padaku dan pergi.
Kini aku hanya seorang diri tertinggal didepan gedung ini. Benar, hujan takkan reda saat ini. Aku takkan pulang, dan takkan ada yang mengkhawatirkanku dirumah. Tentu saja, walau jam segini aku pulang, takkan ada siapapun dirumah kecuali bibi yang sibuk membereskan rumah.
Aku menyisiri rambutku yang mulai lembab. Cuaca yang semakin dingin membuatku benar-benar harus mengeluarkan jas hujan dan bersegera mencari tempat hangat lainnya selain di sekolah. Aku melihat isi tasku. Beberapa helai buku yang hanya kubawa. Akhir-akhir ini aku terlihat malas dengan segala pelajaran yang disampaikan guru. Catatan, Tugas, dan beberapa pekerjaan lainnya yang kuterima dari sekolah. Aku kehilangan pikiranku untuk berpikir lebih. Beban yang sepertinya terasa sangat berat di otakku. Aku bahkan tak pernah tau, beban yang seperti apa yang saat ini mengikutiku.
Aku selalu merasa ada yang kurang ketika aku terbangun dari tidurku. Melakukan aktifitas hingga malam datang. Dan aku mulai tertidur. Sesuatu yang kurang, aku tak pernah mengerti dan seperti aku hidup dengan semua hal yang terjadi sama berulang kali.
Akupun tersenyum simpul. jas hujan yang telah kukenakan. Dan aku berdiri dari dudukku. Perlahan aku melihat kebawah. Ada dua kaki dan sepatu hitam yang menutupi jari kakiku. Kemudian aku merentangkan kedua tanganku, lalu menjatuhkannya. Kupegangi jas hujan yang menutupi rok sekolahku hingga lutut itu. "Aku sudah terlihat agak gemukkan, kah?" bisikku. Aku bergerak sedikit demi sedikit. Rambutku yang teruraipun mulai terasa bergerak. Perlahan aku berjalan menuju hujan itu, kupakaikan tutup kepala pada jas tersebut untuk menutupi rambutku. Lalu bergerak kedepan. Gerakanku yang semakin biasa, biasa, dan biasa. Bahkan kubiarkan kakiku menginjaki lecetan air dibawah sana. Aku terus berjalan. Keluar gerbang, keluar area sekolah, dan kini aku berada dipersimpangan kecil.
Tak banyak orang yang keluar ketika hujan datang. Semua terlihat sangat takut akan terkena basahnya hujan. Kebanyakan mereka memilih tidur dirumah ataupun bermalas-malasan. Aku sama saja dengan mereka. Jika berada dirumah saat ini, akupun juga akan membaringkan badanku diatas kasur dan menyelimuti tubuhku dengan selimut. Lalu tertidur. Dengan aktifitas yang membosankan, wajar saja jika aku selalu merasa kesepian. Aku berulang kali selalu betanya pada bibi, "kapan kedua orangtuaku pulang? Kapan kakak akan betah dirumah beberapa jam saja?". Dan bibi hanya menjawab sambil mengelus kepalaku, "Kau tak mengerti apapun, dan jawaban itu akan kau terima ketika kau sudah menginjak dewasa nanti"
Aku hanya anak kelas 5 SD. Aku tau, aku berada disekolah biasa. Dengan anak-anak yang biasa. Sebagian mereka adalah anak-anak nakal. Dan sebagian lagi adalah anak-anak biasa dengan buku bacaan yang selalu mereka bawa. Terkadang aku ingin menjadi anak yang terlihat berbeda diantara mereka. Menjalani hari dengan berbeda dan perbedaan yang membawaku menjadi manusia yang dipandang baik dimasa depan.
Tiba-tiba saja pandanganku teralih ke depan. Aku melihat sosok ibu berdiri didepanku. Ia membawa dua buah payung di kedua tangannya. Ibu melihatku. Dan tersenyum hingga bertanya pelan, "kau darimana saja? Ibu mencarimu kemana-mana" ujar ibu. Ia berjalan kearahku dan memberikanku payung di tangan kanannya. "lihatlah, ibu sudah mengajarimu bagaimana memakai jas hujan yang baik, tapi kau tak menghiraukannya" tegur ibu. Ia merapikan beberapa bagian yang sedikit longgar kurasakan sejak tadi. Tapi setelah ibu merapikannya, aku mulai bebas berjalan seperti biasa.
Tak ada obrolan apapun menjelang kami tiba dirumah. Padahal aku ingin saja bertanya "kenapa ibu pulang cepat hari ini?". Tapi percuma saja, ibu takkan menjawab apapun dariku. Aku meletakkan payung ditempat yang tersedia. Menunggu ibu membawakan handuk untukku. Tubuhku sangat basah sehingga tak mungkin untukku berlari ke kamar seperti biasanya.
...Sudah menunjukkan pukul setengah enam. Gumamku melihat jam dinding diruang tengah.
Seketika aku berdiri cukup lama, hingga akhirnya aku melihat ibu berjalan dari arah belakang. Ia membawakanku handuk dan menyeka badanku perlahan.
Sampai pada saat aku bertemu malam. Hujan belum juga berhenti. Membuatku selalu ingin bermalasan diatas tempat tidur. Air hangat yang berada didekatku. Dan kain basah di dahiku. Hari ini aku mengenakan pakaian tidur dan ibu mengganti selimut dengan selimut tebal milik kakak. Aneh sekali, disaat seperti ini, aku merasakan panas di dalam tubuhku. Membuatku tak bisa terlelap tidur seperti biasanya. Besok aku akan sekolah dan menjalani aktifitas seperti biasa.
"biasa...." bisikku yang kemudian menutup kedua mataku. Badanku mulai melemas dan aku mulai berhenti mendengar suara hujan.












kerreeenn kaaaaa , unic sukaaaaaaaa
BalasHapushehee unic makasih :3
Hapus